Berbisnis Online Shop Lebih Menjanjikan

  • Whatsapp

Sejauh ini, masih banyak masyarakat Kota Medan yang membeli beragam jenis pakaian, sepatu, alat kosmetik, dan aksesoris lainnya di toko seperti di pasar petisah, pusat pasar ataupun di pajak ikan lama. Namun demikian, kadang ada juga pembeli yang dengan berbagai alasan mengatakan agak keberatan mendatangi pasar yang notabenenya ramai seperti yang dikatakan Ica warga Marelan.

Bisnis Online Shop
Bisnis Online Shop

“Saya malas ke pasar untuk beli baju atau kosmetik. Gerah sekali rasanya. Makanya saya kerap membeli barang via on line,” tutur perempuan berambut panjang tersebut.

Read More

Memanfaatkan banyak dari masyarakat seperti Ica, masyarakat lainnya – umum membidik bisnis ini. Malah sekarang tampanya banyak yang membuahkan hasil.

Dengan hanya mengandalkan media sosial seperti facebook, twitter, blog pribadi,  instagram, dan DP bbm (profil picture blackberry messanger), mereka dapat dengan mudah  menjangkau pelanggan bahkan sampai yang tinggal di luar kota.

Latar belakang mereka yang bergerak di bisnis ini. Tak hanya pengusaha maupun pegawai kantoran, para ibu rumah tangga (IRT) dan mahasiswi pun bergerak di bisnis yang dapat dikatakan menjanjikan ini.

Alsha misalnya. Dia yang berdomisili di kawasan Sunggal mengatakan, bisnis ini dijalani karena dia memang tertarik dengan dunia fashion. Dengan hanya memakai bbm (blackberry massanger), katanya dia mudah memperoleh pembeli. Selain itu, bisnis ini juga dijalaninya untuk mengisi waktu luang.

“Saya menjalani bisnis ini sejak seusai menikah, karena saya kan memang berhenti bekerja. Alhamdulillah dapat mengisi waktu luang di rumah. Sejauh ini, pelanggan yang saya dapatkan dari mengandalkan fitur bbm. Setiap ada barang baru, saya selalu pakai gambarnya untuk DP (profil picture) di bbm saya. Dengan begitu, pelanggan yang tertarik akan bertanya,” ujarnya.

Senada dengan Alsha, Risda yang kos di kawasan Kampung Susuk ini juga masih merupakan mahasiswi semester 3 di Jurusan Administrasi Bisnis FISIP USU. Dia juga menyebutkan hal yang sama.

“Walaupun bisnisnya baru dua bulan, Alhamdulillah omsetnya mencukupi untuk sedikit membantu orang tua saya dalam membiayai kuliah saya,” kata Risda.

Lebih lanjut menurutnya, selain itu juga, dengan menjalani bisnis ini, dia mengaplikasikan apa yang dia pelajari di bangku kuliah.

“Jurusan Administrasi Bisnis ini kan juga harus diaplikasikan. Itu juga alasan saya untuk terus menjalani bisnis menjanjikan ini,” sambungnya lagi.

Tak berbeda dengan Alsha dan Risda, Nova yang merupakan Pendamping dari P3MN (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat Nelayan) juga mengatakan, alasannya berbisnis online karena tidak merepotkan dan juga tidak menyita banyak waktu.

“Selain sebagai pendamping sari P3MN, saya juga seorang ibu rumah tangga. Demi mengisi sedikit tabungan, saya juga melirik bisnis online shop karena tidak terjadi penumpukan barang di rumah. Ringan juga kerjanya, kalau ada barang baru, saya pasarkan lewat bbm. Ketika ada pesanan, baru saya kirimkan ke alamat tujuan,” jelas wanita hitam manis ini.

Tak bisa dipungkiri, online shop ini hampir sering menjadi tonggak dari para pebisnis muda di Indonesia, khususnya di Kota Medan. Ema Nona misalnya. Dia yang kini telah memiliki butik hijab di Pasar 8 Marelan juga mengatakan hal serupa.

“Awalnya, pemasaran jilbab yang saya buat sendiri itu, saya lakukan dengan rutin.  Selain saya pasarkan melalui mulut ke mulut dan rajin mengikuti bazaar, setiap ada produksi barang baru, saya selalu mengganti DP bbm, tentu tak ketinggalan lewat media sosial instagram di akun emanona92 milik saya,” jelasnya.

Bila biasanya didominasi oleh wanita, kemudahan mengelola pasar online shop ini ternyata juga dilirik oleh pria, seperti yang dilakukan Tommy. Dia yang sedang menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi USU mengatakan, kemudahan memperoleh pelangganlah yang membuatnya berdagang Miniatur kota Medan di Fan Page Facebook maupun blog pribadinya, selain tetap mengikutsertakan produknya di acara-acara pameran seperti Cikal USU Expo beberapa hari yang lalu.

“Selain rajin pameran dan promosi dari mulut ke mulut, saya juga punya Fanpage Medan Miniatur dan blog pribadi untuk metode promosi lainnya. Hasilnya, Rp 350 ribu per bulan berhasil saya dapatkan,” katanya.***(CM02/PK)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *