Bagoes Art Home, Angkat Lokalitas Medan di Lukisan

  • Whatsapp

Bagus dan Rizka. pemilik Bagoes Art Home yang sebelumnya memang menempuh pendidikan di Pendidikan Seni Rupa Unimed tahun 2010, awal mula berusaha di bidang pembuatan karikatur dan siluet tersebut, hanya karena iseng. Demikian yang dikatakan Rizka, yang kini mengajar di salah satu SMP dan juga tengah menempuh pendidikan S2 Pengkajian Seni USU.

Bagoes Art Home
Bagus dan Rizka berfoto bersama karya mereka di Pagelaran Karya Inovatif Unimed di Garuda Plaza Hotel, Rabu (6/5)

“Kita suka seni, jadi kita mencoba berkreasi dengan gambar-gambar. Awalnya sih iseng,” cerita Rizka.

Read More

Bagus dan Rizka menerima pembuatan lukisan dalam skala kecil. Pangsa pasarnya saat itu, tentu saja dari teman-teman. Setelah berjalan normal, suatu hari di tahun 2013, keisengan tersebut ternyata membuahkan hasil.

Persisnya lanjut Rizka, waktu mereka menerima pesan singkat melalu Blackberry Messanger (BBM) yang berisikan promosi produk. Tak lama mereka berpikir untuk membesarkan karya mereka yaitu dengan gencar melakukan promosi dengan broadcast BBM juga.

“Awalnya, kami cuma iseng melukis karena sudah hobi dan tuntutan kuliah dari 2010 bermodal awal pensil, kertas atau karton. Kami mulai menseriusi usaha ini sejak tahun 2013 lalu setelah mendapatkan Broadcast BBm tentang usaha seseorang,” ujarnya lagi.

Kalau sekarang, mereka memasarkan lukisan wajah, karikatur, siluet dengan menggunakan media talanan, piring putih polos, ataupun kertas lewat kenalan dan Boadcast BBM tadi, metode pemasaran yang cocok di era smarthphone seperti sekarang, juga dimasuki Bagoes Art Home yaitu melalui Instagram @bagoesarthome, twitter @bagoes_ArtHome, Facebook bagoesArtHome serta website www.bagoesarthome.com. Kata Rizka, metode kekinian tadi ditempuh karena mereka juga ingin menyentuh anak muda supaya juga menyukai seni lukis.

Pemasaran yang dilakukan ternyata menuai banyak apresiasi. Misalnya Di tahun 2013, Bagoes Art Home diminta menyiapkan lukisan untuk ke 2. Omset Rp 70 juta juga pernah didapatkan karena mereka diminta mempersiapkan banyak lukisan di hari wisuda sebuah kampus di Medan tahun 2015. 

Masih di tahun 2015, Bagoes Art Home juga melakukan pengiriman ke Jepang. Selebihnya, mereka tetap membuat lukisan dar Medan sendiri dan juga beberapa perusahaan besar seperti Unilever, Tempo Group dan Telkom.

“Kalau sedang tidak ada pesanan yang banyak, minimal omset kami RP 6-7 Juta per bulan,” ungkap gadis berjilbab itu.

Bagoes Art Home memiliki ciri khas tersendiri yang mereka tonjolkan. Kelebihannya itu kata Riska, adanya ornamen khas Sumatera Utara semisal dari Melayu dan Batak pada setiap lukisan mereka.

Menurut Riska, hal-hal demikian merupakan keharusan yang sudah hampir 3 tahun ini dijaga sebagai anak Medan.

Selain lewat media sosial, karya-karya mereka juga ada dan dipasarkan di Jalan Pancing Gang Hawa Komplek Dosen IAIN. Kata Rizka, calon pelanggan juga dipersilahkan melihat proses pembuatan lukisan di tempat.***(CM02/_PK)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *