Agus Sani Bawa ‘ISIS’ di Ajang Mawapres 2015

  • Whatsapp

ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau Negara Islam Irak dan Syam, sebuah organisasi baru di Timur Tengah yang mendeklarasikan sebuah negara saat ini menjadi isu internasional. 

Isu ISIS jugalah yang dibawa Agus Sani, mahasiswa semester VI Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dalam ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2015. Tak tanggung-tanggung, Agus Sani yang namanya mirip Rektor UMSU Dr Agussani MAP ini mengaku akan membumikan gerakan ISIS sebagai sebuah solusi.

Read More

Agus Sani Bawa 'ISIS' di Ajang Mawapres 2015

Namun, ISIS yang dimaksud Agus Sani bukanlah ISIS organisasi yang dikecam dunia itu. ISIS yang dibawa dalam karya tulisnya rupanya singkatan dari Investasi Sosial Infaq dan Shodaqoh. 

Dalam presentasinya di ajang perlombaan diikuti 58 peserta dari 20 perguruan tinggi swasta di Sumut, dia memaparkan karya tulisnya berjudul “Membumikan Gerakan ISIS (Investasi Sosial Infaq dan Shodaqoh) sebagai Solusi Peningkatan Potensi Ekonomi Mahasiswa dan Indonesia”. 

“Judul yang saya pilih sekilas memang terkesan kontroversi. Saya hanya ingin mencoba membuat sebuah paradigma yang tidak begitu buruk terhadap kata ‘ISIS’. Sebab, kata ISIS juga bisa dijadikan model,” tuturnya ketika ditemui di sela-sela kegiatan penilaian Mawapres 2015 di aula kantor Kopertis Jalan Setia Budi Medan, Senin (11/5).

UMSU mengutus Agus Sani, mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi setelah menyisihkan delapan peserta perwakilan dari 8 fakultas di UMSU melalui hasil seleksi. Agus Sani sebelumnya juga menyisihkan 80-an mahasiswa penerima Bidik Misi di UMSU. Judul karya tulis yang dibuatnya itu merupakan sebuah gagasan yang tetap bisa memberi mashlahah atau manfaat untuk umat.

Lebih lanjut Agus Sani menuturkan, melalui karya tulisnya itu dirinya ingin mengeksplore potensi utama dari infaq dan shodaqoh, terutama dalam aplikasinya untuk membangun ekonomi di kalangan mahasiswa.

Dia beralasan, mahasiswa itu adalah produk intelektual dari Indonesia, yang tidak hanya harus unggul dalam keintelektualannya. Namun lebih dari itu, mahasiswa Indonesia juga harus bisa berbuat untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya untuk hari ini, dan untuk Indonesia mandiri dalam ekonomi di masa yang akan datang. “Mahasiswa adalah harapan bangsa ke depan,” ujarnya.   

Wakil Rektor III Dr Muhammad Arifin Gultom SH MHum mengakui, kemampuan Agus Sani yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi memang yang menonjol. IP-nya pernah mencapai 4,0 pada semester I dan II.

Dia mengatakan, Agus Sani menjadi ‘Lurah’ peserta Bidik Misi karena prestasinya itu. Prestasinya juga yang membawa Agus Sani diutus UMSU ketika bertemu dengan Presiden SBY.

Kalau dari segi prestasi akademik, kemampuan Agus Sani sangat lumayan. Meski kurang  mampu secara finansial Agus Sani tidak terlihat minder.

“Semoga dia membawa nama baik bagi UMSU bisa meraih yang terbaik karena dia mahasiswa yang berprestasi baik,” ucapnya. Pasalnya, tiga mahasiswa berprestasi tingkat Sumut dikirim ke tingkat nasional. Arifin berharap Agus Sani dapat meraih prestasi tersebut.

Aspek penilaian dalam pemilihan ini mencangkup 4 hal, yaitu Indeks Prestasi Kumulatif, kegiatan co dan ekstra kulikuler, kemampuan bahasa Inggris dan karya tulis ilmiah.

UMSU, katanya mengapresiasi kegiatan dilakukan Kopertis Wilayah I Sumut dan Dirjen Dikti menggelar ajang yang mampu menjadi motivasi mahasiswa dalam berprestasi.  “UMSU mengupayakan perwujudan pembinaan mahasiswa berprestasi,” ucap Arifin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *