Tommy Perkenalkan Medan Lewat Miniatur Becak Motor

  • Whatsapp

Di zaman kekinian, laki-laki yang memiliki hobi pada bidang pembuatan barang yang unik, terbilang sedikit jumlahnya. Namun, hal ini berbeda dengan yang dilakukan Tommy Reinhart Purba.

Laki-laki yang baru menyelesaikan kuliahnya di FE USU tersebut, memang pada dasarnya menyukai suatu barang yang unik sejak kelas 3 SMA. Saat itu akhirnya dia menyadari pula kalau dirinya memiliki skill dan jiwa seni yang tinggi.

Read More

Miniatur Becak Motor
Miniatur Becak Motor
Salah satu icon Kota Medan yang ingin terus dibuat oleh Tommy selaku pemilik Medan Miniatur.

Maka dari itu, Tommy pun mulai mencoba membuat miniatur yang berhubungan dengan Medan sejak tahun 2010 yang lalu seperti miniatur Istana Maimun, Becak Motor khas Medan, maupun gantungan kunci dan bros yang juga masih berhubungan dengan Medan.

Waktu itu ceritanya, setelah dirasakannya cukup menarik dan lumayan prospek sejak 6 bulan terakhir, kemudian dia bertekat menjalaninya sebagai usaha dengan memberi nama Medan Miniatur. 

“6 bulan terakhir baru kelihatan hasilnya. Makanya, saya ingin terus mengembangkan usaha yang tak bisa disebut main-main ini, karena membawa nama Medan,” ujarnya.

Sejauh ini dikatakan lelaki yang juga aktif di SOS Children tersebut, dia menawarkannya ke beberapa penjual kerajinan tangan khas Medan demi mengenalkan Medan sendiri ke pengunjung yang notabenenya banyak dari turis asing. Katanya, tanggapan penjual itu terbilang positif karena barang yang dibuatnya ini termasuk unik.

“Saya sempat menanyakan ke beberapa penjual dan katanya, mereka mau karena ini terbilang unik,” ujarnya lagi.

Cara lain yang digunakannya untuk memasarkan barang kreasinya ini adalah dengan rajin mengikuti pameran. Selain masih tetap memasarkannya kepada teman-temannya di kampus, dari mulut ke mulut. Selain itu, demi menambah pelanggan, dia juga memasarkan lewat Fan Page Facebook Medan Miniatur dan blognya di www.medanminiatur.wordpress.com. 

Sebelum usaha ini agak berkembang seperti kini, dahulu usaha ini hanya bemodal Rp 100.000 untuk membeli bahan baku utama dari triplek yang didapatkannya dari tukang botot. Awalnya dia membuat Puzzle. Kini, dia berinovasi dengan bahan Aluminium Composit Panel agar lebih menarik pelanggan dengan membuat miniatur seharga Rp 2500. Sedangkan yang paling mahal, masih dikuasi oleh  becak khas Medan yang dijualnya Rp 100.000.

“Harganya bervariasi dari Rp 2500 – Rp 100.000. Untuk miniatur becak motor memang saya patoki harganya Rp 100.000 karena bahan Aluminium Composit Panel yang juga mahal,” ujarnya kemudian.

Walaupun dia belum terlalu fokus diusaha ini karena kini baru saja menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen USU, omset yang didapatkannya telah mencapai Rp 350.000 per bulan.

Dikatakannya, setelah menamatkan kuliahnya tahun depan, dia ingin focus di usaha ini dengan mencari karyawan yang juga punya skill seni dan kreatif, agar dapat membantunya mengembangkan usaha ini.***(CM02/@perempuankopi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *