Film Toba Dreams, Dari Adaptasi Novel Karya TB Silalahi

  • Whatsapp

Film Toba Dreams berlatar belakang tentang kisah cinta seorang Sersan bernama Tebe (Mathias Muchus) yang begitu dalam cintanya kepada negara dan anak-anaknya sehingga menimbulkan konflik dari sebuah cerita dua generasi antara logika dan realita.

Film Toba Dreams, Dari Adaptasi Novel Karya TB Silalahi

Film kolosal yang menghabiskan sekitar 25 hari syuting di Balige ini mencoba mengangkat problematika di masyarakat secara jujur terutama problem keluarga Indonesia. Yang mana film ini menceritakan tentang sebuah kesejahteraan, kehilangan gigur seorang ayah, salah didikan, keretakan rumah tangga, jeratan korupsi, gangguan narkoba, pergaulan bebas serta konflik beda agama mewarnai seluruh isi cerita dari Film Toba Dreams.

Music director Viky Sianipar yang menambah kesempurnaan film ini. Tentu menjadi suatu bentuk cerita yang menarik untuk dinikmati dalam paduan konsep Film Toba Dreams.

Dalam pemenuhan musik yang cocok untuk Film Toba Dreams, Viky Sianipar sudah siap dalam hal mengkolaborasikan konsep musik tradsional dengan musik modern agar pesan yang disampaikan juga mudah diserap. “Hal berbeda adalah masuk dalam kategori kolosal, Namun yang digambarkan tentang konsep musik Toba Dreams ini, kita tidak menemukan banyak kesulitan. Adapun hal sulitnya adalah pesan yang harus disampaikan, karena di Film Toba Dreams ini sangat komplit kisah ceritanya,” ucap Vicky Sianipar selaku penata musik dalam Film Toba Dreams pada acara jumpa pers di MostFM Medan, Senin (04/20).

Film Toba Dreams, Dari Adaptasi Novel Karya TB Silalahi

Duma Yanti Silalahi, Co Produser Film Toba Dreams mengatakan bawa target penonton menjadi suatu hal yang prioritas. “Tujuan kita bagaimana masyarakat Indonesia sebanyak-banyaknya menonton film Toba Dreams, karena ini proyek idealis. Dimana kita ingin memberitahukan ke masyarakat luas tentang pesan penting apa saja yang ada dari film ini,” ungkap Duma.

Diangkatnya Film Toba Dreams ini menurut Vino G Bastian, yang berperan sebagai Ronggur, mengatakan bahwa Film Toba Dreams ini merupakan problem semua etnis. Karena ada sisi konflik dan kejadian-kejadian yang terjadi pada masyarakat umum. “Konflik pasti mengena pada setiap penonton. Yakni bagaimana Anak yang di Jakarta harus tinggal dikampung. Pasti bisa dirasakan kesamaannya.”

Hadir juga Boris Bokir yang berperan sebagai Togar, yakni teman Ronggur di Toba yang mengajak warga Sumatera Utara dan Medan khususnya untuk wajib menonton Film Toba Dreams. “Jangan pernah menghakimi film-film Indonesia kalau tidak menontonnya.”

Untuk Anak Medan sekitarnya, ayo kita buktikan kecintaan pada tanah air dengan menonton karya anak negeri.

Horas!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *