Perbedaan Antara Flu dan Pilek

  • Whatsapp

Banyak orang mengira flu dan pilek adalah penyakit yang sama. Namun sebenarnya ini adalah dua kondisi yang berbeda, meski menunjukkan beberapa gejala yang hampir sama, seperti gejala yang ditunjukan bisa demam, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan sakit kepala. 

Perbedaan Antara Flu dan Pilek

Read More

Memang sulit membedakan diantara flu dan pilek. Pilek dan flu, keduanya merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, namun keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda. Secara umum, gejala pilek lebih ringan daripada flu. Flu disebabkan oleh virus influenza, sementara serangan pilek dapat disebabkan oleh ratusan virus dan bakteri.

Saat memeriksakan diri ke dokter, flu dan pilek bisa dibedakan dengan mengambil sampel dari belakang hidung atau tenggorokan ketika mulai sakit. Namun mengetahui beberapa perbedaan mencolok bisa membantu untuk pencegahan, pengobatan, dan mempercepat kesembuhan. 

Perbedaan Antara Flu dan Pilek

Virus pilek menginfeksi dan berkembang dalam orofaring dan nasofaring, sedangkan flu menginfeksi beberapa bagian anatomis, termasuk rongga hidung, pangkal tenggorokan, tenggorokan, bronkus dan paru-paru.

Untuk mengetahui flu atau pilek, ukur temperatur badan. Gejala pilek dan flu bisa saja agak mirip, namun demam tinggi sangat jarang terjadi pada penyakit pilek. Jika terserang flu, suhu tubuh bisa sangat tinggi dan tubuh merasa sangat lemah. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya:

Pilek

Pilek disebabkan oleh virus, dan ada ratusan jenis virus yang bisa menyebabkan kondisi ini – namun yang paling sering adalah jenis rhinovirus. Gejala pilek umumnya dimulai dengan tenggorokan yang sakit atau meradang, yang biasanya menghilang setelah satu atau dua hari. Pilek hanya menyerang pada bagian tenggorokan ke atas, yang bisa menimbulkan gejala seperti batuk, hidung tersumbat, iritasi tenggorokan, demam ringan, telinga seperti tersumbat, dan bersin. 

Pilek sangat menular terutama pada tiga hari pertama, jadi sangat dianjurkan untuk tidak beraktifitas dilingkungan banyak orang. Hidung meler dan tersumbat, bersin-bersin, juga sangat sering mengikuti pada beberapa hari awal. Lalu disusul dengan batuk pada hari keempat atau kelima. Saat terserang pilek, hidung akan dipenuhi dengan lendir atau ingus (mucus) selama beberapa hari. Setelah beberapa hari, ingus akan menjadi lebih kental dan gelap. Lendir yang berwarna gelap adalah biasa pada gejala pilek, dan bukan berarti kamu mengalami infeksi akibat bakteri atau semacamnya.

Pilek bisa Menyerang orang sepanjang than, tidak tergantung musim. Saat pilek, umumnya demam jarang terjadi, namun ada kemungkinan penderita pilek mengalami demam ringan –suhu badan sedikit meningkat. Anak-anak lebih sering mengalami demam ringan saat terserang pilek dibandingkan dengan orang dewasa.

Pilek biasanya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari, namun jika tidak, maka sebaiknya periksakan diri kedokter. Karena disebabkan oleh virus, antibiotik tidak efektif untuk menyembuhkan pilek, namun obat-obatan tertentu bisa membantu mengurangi gejala hidung tersumbat, nyeri, dan gejala lainnya seperti dekongestan, antihistamin, dll.

Influenza

Influenza atau flu adalah penyakit yang lebih serius dari pilek. Influenza atau flu yang lebih dikatakan menginfeksi paru-paru dan persendian. Hal ini bisa menyebabkan pneumonia bahkan kegagalan pernafasan. Gejala flu umumnya lebih parah daripada pilek dan datang dengan tiba-tiba. Gejala flu biasanya berupa tenggorokan yang sakit atau meradang, demam, sakit kepala, nyeri pada otot dan persendian tubuh, meriang (badan menggigil kedinginan), dan batuk kering. Pada flu, gejala berupa hidung tersumbat dan berair juga bisa terjadi, namun tidak terlalu sering. Gejala flu biasanya meningkat secara perlahan selama dua atau lima hari. 

Influenza umumnya menyerang saat musim tertentu atau saat pergantian musim. Gejala influenza biasanya tiba-tiba mengalami demam tinggi, dan badan sakit-sakit terutama jika untuk berjalan. Gejala lainnya termasuk iritasi di tenggorokan atau paru-paru, batuk kering, demam tinggi, tubuh gemetaran, berkeringat dingin, dan sakit otot yang parah.

Sama seperti pilek, penyakit flu sangat mudah menular melalui hidung, mata dan mulut. Oleh karena itu menjaga tangan agar tetap bersih dari kuman dan bakteri dapat mencegah penularan pilek dan flu. Influenza Juga disebabkan oleh virus influenza A dan virus influenza B, yang aktif dan bervariasi setiap tahun sehingga vaksin flu harus dirilis setiap tahun.

Ada dua jenis vaksin untuk influenza, yaitu vaksin flu shot (injeksi) dan semprot hidung. Flu shot adalah vaksin tidak aktif yang mengandung virus yang dimatikan, dan diberikan dengan suntikan, yang biasanya di lengan. Di AS, vaksin flu shot boleh digunakan pada pasien yang berusia 6 bulan lebih, termasuk orang sehat dan orang dengan kondisi medis yang kronis. Semprotan hidung dibuat dari virus flu hidup yang dilemahkan dan tidak mengakibatkan flu. Di AS, vaksin semprot hidung digunakan pada orang sehat dengan usia 2 sampai 49 tahun yang tidak hamil.

Dalam banyak kasus, minum banyak cairan dan beristirahat adalah cara terbaik untuk menyembuhkan flu. Antibiotik tidak akan bekerja untuk influenza. Untuk mengurangi gejala, seseorang dapat menginsumsi obat-obatan seperti ibuprofen dan acetaminopen. Namun memberikan aspirin pada anak-anak bisa menyebakan komplikasi yang lebih serius.

Dokter mungkin akan memberikan tamiflu untuk mengobati influenza, yang bisa mempersingkat waktu penyembuhan dan mencegah komplikasi seperti poneumonia – jika dibawa pada beberapa hari pertama sakit ( Mayolinic). Hubungi dokter jika gejala tak kunjung membaik dan bertambah parah, yang mungkin menunjukkan gejala pneumonia seperti sesak nafas, demam tinggi, mengeluarkan dahak hijau, dan sakit tenggorokan parah.

Untuk mengurangi risiko terkena flu musiman, seseorang bisa mendapat vaksin influenza musiman, yang harus diberi vaksin setiap tahun. Selain itu, menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan menjaga kebersihan adalah hal yang dasar yang bisa kita lakukan untuk menghindari berbagai penyakit yang mungkin saja menyerang kapan saja. Mencegah memang selalu lebih baik dari pada mengobati. Mungkin itu yang dapat disampaikan dalam artikel perbedaan antara flu dan pilek kali ini, lebih dan kurang bisa disampaikan di kolom komentar ya. (CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *