Film Bulan di Atas Kuburan, Terinspirasi Sajak Sitor Situmorang

  • Whatsapp

Film Bulan di Atas Kuburan #BukanFilmHoror Konferensi Pers digelar di Harbour 9 Jalan Imam Bonjol No. 9 Medan, dengan dihadiri oleh berbagai awak media, baik cetak, elektronik, maupun online, pada Rabu, 15 April 2015. 

Film Bulan di Atas Kuburan

Read More

Hadir pula Produser film Bulan di Atas Kuburan (Edo WF. Sitanggang), Tio Paku Sadewo yang berperan sebagai Sabar, Donny Alamsyah yang berperan sebagai Tigor, Annisa Pagih yang berperan sebagai Mona, dan beberapa pemain film Bulan di Atas Kuburan, serta Vicky Sianipar, penata musik Batak dalam film Bulan di Atas Kuburan.

Film Bulan di Atas Kuburan, Terinspirasi Sajak Sitor Situmorang


Film Bulan di Atas Kuburan bukanlah merupakan film horor. Film Bulan di Atas Kuburan sebelumnya pernah diproduksi 24 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1973 oleh sutradara Arul Sani. 

Film Bulan di Atas Kuburan ini terinspirasi dari sajak karya Alm. Sitor Situmorang yang berjudul “Malam Lebaran”. 

Asrul Sani saat itu mengejawantahkan sajak tersebut ke dalam film untuk bisa dinikmati oleh masyarakat pada masa itu. Film Bulan di Atas Kuburan tahun 1973 diperankan oleh Mutiara Sani, Muni Cader, Rachmat Hidayat, dan Kusno Sudjarwo. Dua tahun setelah film Bulan di Atas Kuburan dirilis, film tersebut kemudian mendapatkan apresiasi dalam Festival Film Indonesia (FFI) di tahun 1975.

Kali ini, film Bulan di Atas Kuburan tahun 2015 ini diproduksi oleh MAV Production, Sunshine, dan FireBird Film. Sebagai sutradara film Bulan di Atas Kuburan, Edo WF. Sitanggang mengaku tertarik untuk menginterpretasikan ulang kisah urban tersebut dan meletakkannya dalam persoalan masa kini. Menurut sang sutradara, film Bulan di Atas Kuburan adalah ekspresi dari wajah Indonesia masa kini yang terwakili oleh Kota Jakarta, sebagai sosok Ibukota dari Indonesia.

Aktor dan aktris Indonesia yang berperan dalam film Bulan di Atas Kuburan adalah Rio Dewanto, Tio Pakusadewo, Atiqah Hasiholan, Donny Alamsyah, Andre Hahanussa, Nungky Kusumastuti, Annisa pagih, Remy Sylado, Dayu Wijanto, Ria Irawan, Arthur Tobing, Dayu Wijanto, dan masih banyak lagi aktor dan aktris lainnya.

Dalam konfrensi pers tersebut, Annisa Pagih yang berperan sebagai Mona mengatakan, bahwa film Bulan di Atas Kuburan adalah sebuah film yang jika ditonton, kamu akan menemukan dirimu di dalamnya. “Rugi kalau enggak nonton,” tambah Annisa lagi.

Film Bulan di Atas Kuburan menceritakan tentang Sahat yang diperankan oleh Rio Dewanto, adalah seorang pemuda kampung yang ingin mengejar mimpi sebagai penulis di Jakarata. Sahat meninggalkan kampung halamannya di Samosir untuk mengadu nasib di Jakarta bersama temannya, Tigor (Donny Alamsyah). Keduanya bercita-cita untuk sukses di Ibukota Indonesia tersebut.

Sang sutradara mengaku film  Bulan di Atas Kuburan adalah film sederhana tentang kehidupan masyarakat Jakarta. “Ternyata justru film sederhana ini yang sulit (Ide cerita-red) dibandingkan film lainnya,” ujar Edo WF. Sitanggang.

Ketika tim Ceritamedan.com bertanya perihal apakah Edo WF. Sitanggang mengangkat kembali film tersebut karena menyukai kesusastraan atau karena tertarik pada pesan moralnya, Edo WF. Sitanggang menjawab, “Saya tidak begitu mengerti tentang kesusastraan, tapi saya ingin membuat film ini untuk Indonesia.”

Konfrensi pers film layar lebar Bulan di Atas Kuburan di siang hari Rabu (15/04) diakhiri dengan makan siang bersama dan kemudian akan dilanjutkan di malam harinya dengan nonton bareng bersama para aktor dan aktris, sutradara, dan penata musik film layar lebar Bulan di Atas Kuburan.*** (CM01/Hindah Sumaiyah).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *