Cara Resign Dengan Baik dan Bijak

  • Whatsapp

Memutuskan untuk berhenti mungkin bukanlah perkara yang sulit, namun meminta izin untuk mengundurkan diri lah yang justru sulit untuk diungkapkan. Mau cabut begitu saja tanpa permisi, jelas juga bukan hal yang bijak. Apalagi jika atasan atau bos tempat kamu bekerja adalah orang yang baik, tentu akan menjadi bumerang dalam hatimu. 

Jika tekad kamu untuk keluar dari perusahaan tersebut memang suudah bulat, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar tetap dapat meninggalkan kesan yang baik dengan bos maupun partner kerja.

Cara Resign Dengan Baik dan Bijak

Cara Resign Dengan Baik dan Bijak

Jangan mengajukan resign dengan tiba – tiba

Mengajukan surat pengunduran diri tidak boleh secara tiba – tiba, karena tentu bos harus mencari pengganti untuk menempati posisimu. Sebaiknya, ajukan surat pengunduran diri sebulan sebelumnya, atau minimal 2 minggu sebelum kamu resign. Dan akan sangat baik jika kamu terlebih daulu menyelesaikan seluruh tugas dan kewajibanmu sebelum keluar dari perusahaan tersebut.

Bicara Langsung pada atasan atau bos

Pastikan bahwa atasan atau bosmu adalah orang pertama yang tahu mengenai rencana pengunduran dirimu. Beredar gosip sebelum bos tahu tentang pengunduran diri kamu, mungkin akan menimbulkan sakit hati baginya. Selain membuat surat pengunduran diri secara resmi di atas kertas, kamu pun harus berbicara dengan si bos secara langsung. Jangan mengajukan pengunduran diri hanya melalui email atau pesan singkat. Ini akan membuat hati si bos bertanya-tanya dan menduga hal yang mungkin belum tentu benar, alias prasangka buruk.

Menanggapi counter-offer atau penawaran alternatif

Biasanya, jika kamu karyawan yang baik dan loyal, si bos mungkin akan mengajukan counter offer atau penawaran alternatif – alternatif untuk membuat kamu membatalkan niat untuk mengundurkan diri. Ini mungkin akan membuatmu dilema.  Pikirkan kembali alasanmu untuk resign dan bandingkan dengan penawaran alternatif – alternatif yang diajukan si bos.

Tetap bekerja sebaik mungkin

tetap kerjakan semua kerjaan sebaik mungkin walau kamu sudah berniat untuk mengundurkan diri. Bekerja asal – asalan hanya akan meninggalkan kesan yang tidak baik bagi partner kerja dan bos mu.

Tidak Perlu Berbohong

Pikirkan bahwa kejujuran tetap lebih baik dari pada kebohongan kecil. Kejujuran ini untuk mengantisipasi jika saja bos atau partner kerja mengetahui bahwa alasanmu untuk mengundurkan diri adalah suatu kebohongan. Tentu akan tidak baik nantinya.

Jaga bicara dan nama baik perusahaan

Keluar dari suatu perusahaan dengan alasan apapun, usahakan jangan menjelek – jelekkan perusahaan tersebut atau menceritakan sesuatu yang tidak baik dari perusahaan lama. Jangan membuat status yang buruk tentang perusahaan lama di media sosialmu. Menjelek-jelekkan atasan atau rekan kerja sebagai alasan mengundurkan diri, akan meninggalkan kesan negatif pada diri kamu. Untuk itu, selalu usahakan untuk tetap menjaga nama baik perusahaan lama.

Kembalikan semua fasilitas atau properti kantor

sebelum keluar dari perusahaan lama, sebaiknya kembalikan terlebih dahulu fasilitas dan properti kantor yang pernah kamu pakai saat bekerja di perusahaan tersebut. 

Adakan pesta kecil-kecilan

Pamit kepada seluruh rekan kerja, baik secara langsung maupun melalui email, memberikan kesan yang baik. Untuk tetap menjalin hubungan baik antara kamu, bos, dan rekan kerja, kamu bisa pertimbangkan untuk mengadakan pesta kecil-kecilan atau makan bersama di hari terakhir kamu bekerja di perusahaan tersebut.

Demikian artikel tentang Cara Resign Dengan Baik dan Bijak. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com. Selamat mencoba!***(CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *