Peneliti Dukung Visi-Misi PT Inalum

  • Whatsapp

Lomba karya tulis ilmiah yang digagas PT Inalum (Persero) belum lama ini, disambut baik oleh sejumlah peneliti. Itu terbukti dengan animo para peneliti untuk mengikuti even yang digelar akhir Januari lalu.

Peneliti Dukung Visi-Misi PT Inalum

Read More

Tak kurang dari 34 peserta ikut serta pada lomba karya tulis ilmiah tersebut. Dari 34 karya tulis yang masuk, 10 karya terbaik di antaranya diseminarkan. Pada seminar tersebut, Wagubsu, T Erry Nuradi hadir dan menyatakan dukungan. “Apa yang dilakukan ini adalah salah satu pilar pembangunan daerah. Sebab tiga pilar bersatu yakni pemerintah, akademisi dan dunia usaha,” terang Wagub saat itu.

PT Inalum menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumut untuk mengelar lomba karya tulis itu dan seminarnya. Dewan Riset Daerah Sumut juga ikut membantu kegiatan tersebut.  

Topik yang diangkat pada seminar tersebut adalah: Mewujudkan Hilirisasi Aluminium dan Kemandirian Energi Listrik Sumtatera Utara. Sebelum seminar ini digelar, lomba karya tulisnya digelar Agustus 2014 lalu. Dan ini sesuai dengan visi-misi PT Inalum, yakni membangun industri hulu dan hilir aluminium secara terintegrasi.

Hal itu dijelaskan Dirut PT Inalum Ir Winardi lewat Direktur Umum dan SDM, Carry F Mumbunan, yang hadir pada saat seminar bersama Manajer Pemberdayaan Masyarakat, Arfan Iqbal Harahap, Manager Good Corporate Governance, Suroso, Manajer Perencanaan, Syafrizal, dan kepala kantor perwakilan Medan, Mahyaruddin.

“Bapak Presiden Joko Widodo, Ibu Menteri BUMN dan Gubernur Gatot Pujo Nugroho telah meresmikan ground breaking proyek turunan dan diversifikasi produk aluminium di Kuala Tanjung. Ini merupakan batu loncatan bersejarah bagi kami untuk mewujudkan visi dan misi Inalum setelah menjadi BUMN,” terang Carry.

Manajemen PT Inalum berharap agar lomba karya tulis ini bisa menjadi forum ilmiah untuk sumbang saran, penggalian ide bagi pakar, akademisi, peneliti dan praktisi dunia usaha. “Semua ini demi kemajuan perekonomian Sumut yang kita cintai,” lanjut Carry.

Carry juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sumut dan Balitbang juga Dewan Riset Daerah (DRD) yang ikut mensukseskan kegiatan ini.

Balitbang dan DRD yang menjadi panitia ini juga menurunkan sejumlah ahli untuk menjadi dewan juri yang diketuai Profesor Dr Ir Ilmi Abdullah MSc. Prof Ilmi juga ketua DRD Sumut.

Kepala Balitbang Sumut, Ir H Alwin, Msi mengatakan, lomba karya tulis ilmiah ini diikuti 34 peserta. Setelah disaring, 10 karya terbaik diseminarkan. Dari 10 finalis tersebut diambil enam penulis terbaik. Dan juaranya adalah DR Zakaria Situmorang, MT dan Johanes Andriano Situmorang dari Universitas Santo Thomas Medan dan UGM Jogjakarta. Judul karya tulis Zakaria adalah Hybrid Energi Pendukung Pembangkit Listrik Mikro Hydro di Aliran Sungai Asahan.

Peringkat kedua diraih T Henny Febriana Harumy, S Kom, MKom, Msi dari Universitas Panca Budi Medan. Karya Henny adalah, Neural Network Penilaian Prioritas Produk Turunan Aluminium untuk Optimalisasi Industri Hilir Dalam Mengembangkan Perekonomian Daerah PT Inalum.

Peringkat tiga diraih Ateng Hartono, SE, MSI dari BPS dengan judul karya: Hilirisasi Industri Aluminium Sebagai Motor Industrialisasi Sumatera Utara.

Adapun juara Harapan I IIF Rahmat Fauzi dengan karya: Alternatif Strategi Pengembangan Industri Barang Jadi Aluminium di Sumatera Utara.

Harapan II diraih Yudha Hanova SE, M.Eng dari ITM dengan judul karya: Pengembangan Perangkat Lunak Model Simulasi Hidrologi untuk Pengendalian Banjir.

Dan Harapan III Diraih Ir Rufinus Nainggolan, MT dan tim dari USU dengan karya: Potensi Dan Pemanfaatan Energi Naniura 2 dari Aliran Sungai Asahan Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik.

Para juara mendapat hadiah uang tunai senilai Rp10 juta, 75 Juta, 5 Juta, 2,5 juta, 2 Juta hingga 1,5 Juta.

DR Zakaria Situmorang mengaku mempersiapkan karyanya selama 4 bulan untuk ikut even yang disponsori PT Inalum ini. “Saya dibantu rekan dari UGM mempersiapkan selama 4 bulan. Dan saya yakin karya saya ini bisa diaplikasikan. Saya sudah punya prototife-nya di Danau Toba,” kata Zakaria.

Sedangkan Juara 2, Henny Febriana mengerjakan penelitian selama 8 bulan. “Ini untuk jangka panjang. Saya yakini ini bisa bermanfaat,” terang Henny.

Sementara itu, Manajer Pemberdayaan Masayarakat, Arfan Iqbal Harahap menjelaskan, kegiatan ini merupakan program CSR di bidang pendidikan dan penelitian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *