Durasi Tidur Berdasarkan Usia

  • Whatsapp

Tidur memanglah menjadi sebuah kebutuhan vital bagi manusia, seperti halnya makan. Berapa lama seseorang harus tidur sebenarnya sangat bervariasi, tergantung usia, kadar kesibukan, kondisi kesehatan, dan gaya hidup. Namun secara umum, dikatakan bahwa tidur yang cukup adalah 7 sampai delapan jam sehari. Kurang tidur memang dapat menimbulkan risiko kesehatan tertentu, namun terlalu banyak tidur atau tidur berlebihan pun dapat menimbulkan risiko kesehatan yang merugikan juga.  Bila lebih atau kurang dari 7 atau 8 jam tidur, maka akan dapat merusak kesehatan seseorang. 

Durasi Tidur Berdasarkan Usia

Read More

Terlalu banyak tidur atau tidur berlebihan dapat meningkatkan risiko depresi. Peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi  adalah efek yang timbul saat seseorang terlalu banyak tidur. Orang yang depresi mungkin berpikir depresinya akan berkurang saat dia lebih banyak tidur, padahal hal itu justru dapat memperburuk depresinya. Selanjutnya, terlalu banyak tidur juga dapat memperburuk sakit punggung, merusak otak, tingkat kehamilan terendah, meningkatkan risiko diabetes, mendapat kenaikan berat badan sebanyak 5 kilogram dibanding orang yang tidur 7 sampai 8 jam, meningkatnya risiko penyakit jantung, menyebabkan sakit kepala, dan buruk bagi penderita sakit jantung. 

Tidur yang berlebihan sama buruknya dengan orang yang kurang tidur. Jika terlalu banyak tidur menimbulkan banyak gangguan kesehatan, maka kurang tidur pun dapat memicu penyakit, seperti mudah kehilangan mood, depresi, mudah emosi, serta risiko yang lebih berbahaya seperti diabetes dan penyakit jantung.

Nah, untuk itulah seseorang harus memiliki waktu tidur yang cukup. Tidur menjadi kebutuhan yang vital bagi manusia. Kebutuhan tidur setiap orang berbeda, tergantung pada kelompok usia dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. 

Kurang tidur bisa memicu berbagai penyakit, sementara terlalu banyak tidur pun tidak lebih sehat. Batas minimal untuk tidur yang cukup Jika 7 sampai 8 jam.

Berbagai penelitian telah banyak mengaitkan kurang tidur dengan berbagai gangguan kesehatan. Risiko kegemukan, diabetes dan gangguan jantung merupakan beberapa risiko kurang tidur di samping kelelahan dan kurang semangat. 

Tidur terlalu banyak maupun terlalu sedikit membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan secara fisik maupun mental. Anksietas atau kegelisahan adalah salah satu pemicu stres dan depresi yang berhubungan dengan masalah tidur.

Menurut hasil penelitian, risiko yang sama dengan kurang tidur akan dialami oleh orang-orang yang tidur terlalu lama menurut batasan tersebut. Artinya jika seseorang tidur selama 10 jam atau lebih setiap malam, maka risikonya untuk mengalami gangguan jantung koroner, stroke dan diabetes akan cenderung meningkat.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 30 persen responden mengalami masalah kurang tidur, yakni kurang dari 6 jam tiap malam. Sebanyak 60 persen memiliki durasi tidur yang optimal sedangkan sisanya tidur terlalu lama atau di atas 10 jam tiap malam.

Berkaitan dengan durasi tidur yang tepat bagi setiap orang berdasarkan usia, para ahli dari National Sleep Foundation (NSF) Amerika mengeluarkan panduan durasi tidur sesuai usia. Panduan ini dibuat berdasarkan kajian dari para ahli lintas bidang, dengan melibatkan enam pakar tidur dan 12 pakar medis di bidang lain, mulai dari ahli anatomi, psikiatri, neurologi, dokter anak, dokter kandungan, hingga dokter ahli lansia (geriatri).  

Dalam rekomendasi terbarunya, para ahli dari National Sleep Foundation (NSF) Amerika memperluas kelompok usia anak-anak mulai dari bayi berusia 4 bulan sampai orang dengan usia 17 tahun. Sementara untuk orang dewasa dimulai dari usia 18 tahun sampai usia 65 tahun.

Adapun gambaran rekomendasi durasi tidur yang tepat bagi setiap orang berdasarkan usia yang ideal dan sehat dari National Sleep Foundation adalah seperti berikut:

1. Bayi baru lahir usia 0 sampai 3 bulan: durasi tidur diperkecil menjadi 14 sampai 17 jam per hari. Sebelumnya 12 sampai 18 jam.

2. Bayi usia 4 sampai 11 bulan: durasi tidur ditambah menjadi 12 sampai 15 jam. Sebelumnya 14 sampai 15 jam.

3. Batita usia 1 sampai 2 tahun: durasi tidur ditambah menjadi 11 sampai 14 jam. Sebelumnya 12 sampai 14 jam.

4. Balita usia 3 sampai 5 tahun: durasi tidur dipersempit menjadi 10 sampai 13 jam. Sebelumnya berjumlah 11 sampai 13 jam.

5. Anak-anak usia 6 sampai 13 tahun: durasi tidur ditambah satu jam, menjadi 9 sampai 11 jam. Sebelumnya hanya 10 sampai 11 jam.

6. Remaja usia 14 sampai 17 tahun: durasi tidur mereka juga ditambah satu jam sehingga menjadi 8 sampai 10 jam per hari. Sebelumnya hanya 8,5 sampai 9,5 jam.

7. Orang menuju dewasa usia 18 sampai 25 tahun: kategori ini merupakan kategori baru yang dibuat oleh National Sleep Foundation. Durasi tidurnya yakni 7 sampai 9 jam per harinya.

8. Orang dewasa usia 26 sampai 64 tahun: durasi tidur tetap, yakni 7 sampai 9 jam.

9. Orang lanjut usia usia 65 tahun ke atas: Kategori baru yang dibuat oleh National Sleep Foundation. Durasi tidur 7 sampai 8 jam per hari.

Jutaan orang sudah mempercayakan lembaga dari National Sleep Foundation ini untuk mendapatkan rekomendasi waktu tidur yang tepat. Charles Czeisler, ketua dari National Sleep Foundation menekankan pentingnya penemuan baru ini. Menurutnya, rekomendasi baru membantu individu membuat jadwal tidur yang sehat. Ini juga berfungsi sebagai titik awal yang berguna bagi individu untuk mendiskusikan tidur mereka dengan penyedia layanan kesehatan.

Rekomendasi waktu tidur atau durasi tidur yang tepat bagi setiap orang berdasarkan usia ini sudah melalui penelitian yang panjang yang dilakukan National Sleep Foundation. Durasi tidur yang telah diteliti tersebut ideal dianggap penting bagi kesehatan karena kurang waktu istirahat bisa mengganggu hormon dalam tubuh seseorang.  (CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *