Cara Mengatasi Insomnia Akut

  • Whatsapp

Cara Mengatasi Insomnia – Insomnia adalah kelainan atau gangguan tidur berupa kesulitan untuk tidur yang terjadi berulang kali. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat permasalahan psikologis seseorang. 

Mengalami kesulitan tidur, atau insomnia, tidak hanya berdampak kelelahan bagi penderitanya, namun juga meningkatkan resiko penyakit jantung. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Circulation menunjukkan bahwa penderita insomnia memiliki resiko mengalami serangan jantung 27 hingga 40 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidurnya normal.

Read More

Cara Mengatasi Insomnia

Segala Tentang Insomnia Yang Harus Kamu Tahu

Insomnia biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, seperti terlalu sering begadang, stres, efek samping pengobatan, kram, apnea tidur, depresi, kecemasan, sebelum tidur terlalu banyak mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein tinggi, jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat), bekerja pada malam hari, sering berubah-ubah jam kerja, penggunaan alkohol yang berlebihan, dan kerusakan pada otak karena beberapa penyakit seperti ensefalitis, stroke, penyakit alzheimer.

Penderita yang mengalami kesulitan untuk tidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. Awal proses tidur pada pasien insomnia mengacu pada latensi yang berkepanjangan dari waktu akan tidur sampai tertidur.

Dalam Insomnia psiko-fisiologis, pasien mungkin mengeluh perasaan cemas, tegang, khawatir, atau mengingat secara terus-menerus masalah-masalah di masa lalu atau di masa depan karena mereka berbaring di tempat tidur terlalu lama tanpa tertidur. 

Pada insomnia akut, dimungkinkan ada suatu peristiwa yang memicu, seperti kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. Hal ini dapat dikaitkan dengan timbulnya insomnia. Pola ini dapat menjadi tetap dari waktu ke waktu, dan pasien dapat mengalami insomnia, berulang terus-menerus. 

Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam mencoba untuk tidur, tidur menjadi lebih sulit diperoleh. Menonton jam saat setiap menit dan jam berlalu hanya meningkatkan perasaan terdesak dan usaha untuk tertidur. Tempat tidur akhirnya dapat dipandang sebagai medan perang, dan tidur lebih mudah dicapai dalam lingkungan yang asing.

Sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa orang yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya.

Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.

Hingga saat ini ada berbagai jenis pilihan untuk mengobati insomnia. Kebanyakan dokter menganjurkan penggunaan obat tidur atau obat anti-kecemasan untuk menyembuhkan insomnia pasiennya.

Salah satu terapi psikologis yang menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi kognitif, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan anggapan yang mungkin dapat mengganggu tidur. Sebab banyak sekali penderita insomnia yang tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa tidur dengan tenang. Namun setiap obat dan zat penenang tersebut memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa penderita tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Untuk mendiagnosis insomnia, biasanya dokter akan melakukan penilaian terhadap pola tidur penderita sakit jiwa, tingkatan stres psikis, riwayat medis, aktivitas fisik, dan pemakaian obat-obatan, alkohol, atau obat terlarang, serta diagnosis berdasarkan kepada kebutuhan tidur secara individual.

Obat alami yang paling umum digunakan adalah valerian dan melatonin. Valerian adalah herbal sedatif, artinya bisa menyebabkan kantuk. Ada banyak sediaan Valerian yang diindikasikan untuk mengatasi insomnia yang bisa kamu temukan di toko-toko obat. Ada juga melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur-bangun dan ritme tubuh alami. Tubuh secara alami memang memproduksinya dalam tubuh, maka asupan melatonin tambahan dari luar dapat membantu mengatasi insomnia, khususnya pada penderita yang kekurangan melatonin dalam tubuh.

Untuk mengatasi insomia, sebaiknya kamu menjauhkan gadget dari tempat tidur. Membawa gadget ke tempat tidur merupakan salah satu kebiasaan buruk karena gadget bisa membuat kamu tidak fokus untuk istirahat. Gadget tidak hanya mengganggu tidur, tetapi juga dapat menggangu organ seseorang, seperti otak dan dapat menurunkan fungsi organ-organ seksual karena radiasi yang dihasilkannya. Dan sebisa mungkin, jangan bawa pekerjaan kamu ke tempat tidur, atau menonton televisi dari tempat tidur. Televisi dan komputer adalah salah satu faktor yang paling menyulitkan seseorang untuk mengatasi insomnia.

Konsumsilah makanan yang mengandung potasium dan magnesium tinggi seperti pisang dan kacang almond bisa membuat kamu lebih cepat tidur dan tidur nyenyak karena hormon otak kamu lebih tenang. 

Hindari bergadang dan tidurlah secara teratur. Terlalu sering tidur larut malam dan jadwal tidur yang tidak teratur bisa membuat kamu kesulitan untuk tidur di malam hari. Selain itu, hindari juga tidur siang bila kamu ingin mendapatkan durasi tidur yang lebih lama di malam hari. Dan cobalah untuk meningkatkan aktivitas kamu di siang hari. Dengan lebih aktif di siang hari, kamu akan lebih mudah untuk terlelap di malam hari. 

Terapi musik menggunakan brainwave merupakan cara yang bisa kamu praktekkan. Brainwave atau sering dikenal dengan musik beta gelombang otak bisa membantu kamu untuk merasa rileks, sehingga akan mudah untuk tidur karena Brainwave merupakan alunan musik yang dibuat khusus agar otak dalam kondisi alpha dan theta yang membuat kamu merasa rileks.  

Lakukan Meditasi dan latihan pernafasan. Meditasi merupakan salah satu cara yang ampuh untuk relaksasi dan sudah dikenal sejak dulu. Meditasi merupakan latihan untuk melupakan semua permasalahan hidup, sehingga dalam pikiran kamu hanya berfokus pada satu titik, dengan begitu kamu akan mempunyai pikiran yang jernih sehingga kamu bisa mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, terutama menjelang malam akan dapat mengatasi insomnia. Banyak yang mengira minum teh hangat atau coklat panas menjelang tidur akan memudahkannya terlelap. Kenyataannya, kamu justru tidak dapat mengatasi insomnia dengan teh dan coklat karena kandungan kafeinnya. 

Saat hendak tidur, atur pernapasan agar lebih dalam dan panjang. Itu dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks. Dan upayakanlah agar kondisi kamar kamu kondusif untuk tidur. Matikan lampu dan pastikan agar tidak ada suara-suara yang dapat mengganggu.

Saat kamu menderita insomnia, jangan terlalu terobsesi dengan anggapan bahwa kamu tidak bisa tidur. Orang yang terlalu khawatir soal tidak bisa tidur biasanya adalah yang paling kesulitan mengatasi insomnia. 

Beberapa makanan dan minuman yang memiliki manfaat bagi penderita insomnia adalah sebagai berikut:

Telur

Telur memiliki kandungan protein yang tinggi pada telur dapat mencegah insomnia. Telur yang direbus memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur dadar atau telur mata sapi. Cobalah untuk mengkonsumsi satu butir telur rebus sebelum tidur untuk membuat tidur lebih lama dan lebih nyenyak.

Susu Sapi

Susu sapi memiliki senyawa penting yang penting bagi penderita insomnia, seperti tryptophan dan kalsium. Kedua kandungan tersebut memiliki efek menenangkan serta relaksasi otot. Dengan meminum segelas susu hangat atau dingin menjelang tidur, akan mengurangi stres serta mempermudah kamu untuk segera tiduri.

Kacang Almond

Mengkonsumsi roti tawar dengan selai kacang almond setiap sarapan pagi akan membantu siklus tidur kamu menjadi lebih teratur dan lebih nyenyak. Kacang almond kaya vitamin B dan asam folat yang bermanfaat bagi penderita insomnia. 

Pisang

Kandungan magnesium, potassium dan juga tryptophan dalam buah pisang membantu menenangkan saraf sehingga memberikan efek relaksasi. Pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tak terkecuali bagi penderita insomnia. 

Ikan

Ikan segar seperti lele, cod, dan juga tuna memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi penderita insomnia.

Teh Herbal

Teh yang terbuat dari ekstrak Camelia sinensis ternyata memiliki manfaat melancarkan peredaran darah serta menenangkan pikiran. Jika kamu ingin tidur yang lebih nyenyak, maka teh herbal adalah adalah salah satu solusinya. Teh Chamomile, catnip motherwort dan valerian adalah salah satu contoh dari teh herbal.

Ceri

Ceri memiliki kandungan melatonin alami, yang bisa mengatur pola tidur kamu. Ceri dapat membantu supaya tidur menjadi nyenyak dan nyaman. 

Madu

Madu mengandung gula alami yang bisa mengantarkan triptofan ke dalam otak yang selanjutnya dikonversi menjadi serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter yang bisa membantu untuk relaksasi

Beras Melati

Beras melati mengandung glisemik tinggi dapat meningkatkan ketersediaan triptofan dalam otak. Beras melati adalah satu diantara jenis beras yang baunya harum dan berasal dari Thailand. 

Ubi Jalar

Ubi jalar mengandung potassium yang tinggi. Ubi jalar bisa membantu untuk relaksasi otot serta bisa memberikan karbohidrat kompleks yang membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

Saat didiagnosa mengalami gangguan tidur sejenis insomnia, jika kamu tidak ingin mengonsumsi obat-obatan yang menimbulkan ketergantungan dan gangguan kesehatan lain, sebaiknya kamu bisa memperbaiki pola tidur yang salah, seperti bekerja pada malam hari, sering berubah-ubah jam kerja, penggunaan alkohol yang berlebihan, serta terlalu sering begadang atau tidur laru malam. Selain itu, beralih pada bahan alami untuk mengatasi insomnia ringan, mungkin adalah pilihan bijak dari pada mengonsumsi obat yang menyebabkan ketergantungan. Sebab bahan alami untuk mengatasi insomnia lebih terjamin keamanannya bagi tubuhmu. (CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *