Cara Hadapi Bos Teman Main Sendiri

  • Whatsapp

Banyak hal yang bisa terjadi di tempat kerja. Tempat kerja adalah tempat dimana kamu dituntut untuk dapat profesional dalam sikap dan sifat. Kamu mungkin akan menghadapi apa yang banyak hal, yang mungkin tidak kamu inginkan. Di sinilah kamu dituntut untuk berpikir dan bersikap bijak menanggapi banyak hal yang terjadi di lingkungan kerja tersebut.

Setiap bos dari setiap kantor memang memiliki watak yang berbeda beda tergantung dari kepribadiannya masing–masing. Mulai dari yang galak dan buruk, hingga yang ramah dan juga baik, tentu kamu tidak bisa memilih atasan sesuai seleramu. 

Menghadapi bos yang memiliki watak yang berbeda dengan pekerjanya memang menjadi tantangan tersendiri. Jika kamu pandai menaklukan hati bosmu, maka tempat kerja akan menjadi seperti rumah yang menyenangkan bagimu. Namun jika kamu tidak pandai mengambil hati bosmu, maka bisa jadi tempat kerja akan menjadi penjara dan tidak menyenangkan sama sekali.

Salah satu masalah yang juga sering kali orang atau pekerja hadapi adalah saat teman bermainmu adalah atasan atau bosmu sendiri. Awalnya, ini mungkin akan membuat kamu canggung dan bingung dalam bersikap. Kamu tentu tidak ingin terlalu formal hingga membuat hubungan kalian di tempat kerja menjai kaku. Di sisi lainnya, kamu juga tidak ingin terlalu dekat sebagai mana saat kalian berteman, dalam arti kamu ingin menjaga dan menghormatinya, dan dalam hati kamu tentu meyakinkan diri untuk menghormati temanmu tersebut, karena bagaimana pun dia adalah atasan tau bos kamu.

Dalam situasi ini, kamu harus tetap berlaku profesional dalam menghadapinya. Ada hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan terhadap teman yang telah menjadi atasanmu tersebut, dan tentu ada hal juga yang harus kamu lakukan saat berada di kantor dengannya secara profesional. 

Hilangkan Rasa Cemburu 

Rasa cemburu pasti otomatis akan muncul begitu kamu sadar bahwa teman yang tadinya sama-sama jadi bawahan, kini diangkat menjadi bos. Namun, sebaiknya hindari perasaan itu karena bisa mempengaruhi pekerjaan dan karir kamu. Daripada merasa cemburu, cobalah merasa termotivasi untuk bisa mencontoh cara kerja teman hingga mendapat promosi jabatan.

Hubungan Akan Mengalami Perubahan

Ini lah yang harus kamu pahami juga bahwa hubungan kalian di kantor akan berubah. Kamu tentu tidak lagi bisa menggosipkan atasan dengan teman atau banyak mengeluh soal manajemen perusahaan. Bagaimanapun, teman sebagai atasan nantinya akan membuat penilaian pada kamu sebagai bawahannya.

Jaga Jarak Saat Berada di Kantor

Sebagai teman yang telah menjadi bosmu, kamu tentu tidak bisa dan tidak boleh berlaku seenaknya di kantor, hanya karena saat ini bos atau atasanmu adalah temanmu sendiri. Hal ini tentu saja akan terasa tidak adil bagi rekan kerja yang lainnya. Kamu harus bisa memandang dia sebagai atasan, sementara di luar kantor barulah bersikap sebagai teman bermain. Juga, jangan memaksa dia untuk memberi informasi spesial hanya karena kamu adalah temannya. Sebagai bagian dari manajemen, dia kini punya kode etik yang wajib dipatuhinya. Jika kamu tidak bisa mengerti itu, bisa jadi hubungan kamu dan dia akan dipenuhi salah pengertian. Begitu juga sebaliknya, kamu tidak lagi bebas membahas pembicaraan karyawan tentang perusahaan atau para atasan. Nanti kamu bisa dianggap sebagai pengkhianat oleh rekan-rekan kerjamu. Maka, jangan membicarakan hal yang mungkin membuat kedua hal tersebut menjadi tidak menyenangkan atau menjadi runyam.

Jangan Main Perasaan

Jangan memakai perasaan atau jangan diambil hati saat bos yang ternyata adalah temanmu sendiri memberi kritik soal pekerjaanmu. Jangan lantas anggap kritik tersebut adalah kemarahan pribadi. Jika kamu kebetulan merasa keberatan, sebaiknya diskusikan di tempat tertutup berdua dengannya, jangan menentangnya di depan rekan kerja yang lain, hanya karena dia adalah teman bermainmu.teman bermain sebagai bos, bukan berarti kamu harus merasa dan menjadi spesial dibanding karyawan atau rekan kerja lainnya. Jangan berfokus pada kekesalan akibat ditegur bos yang juga adalah teman dekatmu, tapi perhatikanlah apa isi pembicaraannya. Jika memang apa yang diucapkannya ada benarnya maka sebaiknya terimalah dengan hati lapang. Bersiaplah juga terhadap hubungan kerja bawahan dan atasan lainnya yang akan datang. Di sinilah pentingnya kamu berdamai dengan diri sendiri dan menerima posisi baru temanmu sebagai si bos baru.

Sering Berkomunikasi dan Membahas Pekerjaan Dengannya

Karena telah menjadi teman main, tentu kamu tidak akan ragu untuk mengobrol tentang pekerjaan karena kamu dan juga bosmu yang merupakan temanmu sendiri telah mengetahui watak masing–masing. Dengan adanya komunikasi tersebut, kamu akan lebih mudah menghadapi pekerjaan dan bukan tidak mungkin juga karirmu akan meningkat.

Tetap Hormati Bosmu

Meskipun bosmu adalah teman main kamu, tetapi kamu tetap harus menghormati bosmu, apalagi jika sedang berada di hadapan karyawan lain. Jika kamu menghormati bosmu yang juga merupakan teman dekatmu, maka bosmu pun juga tidak segan untuk berbalik menghormati kamu juga.

Jangan Berharap Keistimewaan

Jangan berharap banyak keuntungan atau fasilitas tambahan ketika memiliki teman yang menjadi bos. Bisa lolos dari penilaian buruk walau kinerja menurun, bisa sering terlambat kantor, atau diberi kelonggaran dalam peraturan, tak boleh kamu harapkan datang dari teman yang kini menjadi atasan. Dipercaya memegang posisi baru tentu membuat ia harus membuktikan kalau dirinya memang pantas dipercaya.

Memiliki bos yang juga menjadi teman main, sebenarnya kamu patut bergembira dan memanfaatkan hal tersebut sebaik-baiknya. Memanfaatkan dalam hal ini berarti kamu telah mengenal baik watak bos tersebut dan juga tahu bagaimana cara berpikirnya. Dengan begitu, kamu bisa berkomunikasi dengan baik dan bisa mengembangkan karir dan mengembangkan perusahaan tersebut. 

Sebenarnya dalam kondisi seperti ini, tentu akan menjadi tantangan yang besar buatmu dan buat bos yang merupakan temanmu tersebut. Karena, teman-teman sudah mengenal bosmu apa adanya. Kalau dia langsung berubah secara drastis, tentu di mata kamu dia akan terkesan sangat menyebalkan. Tapi, kalau dia tidak berubah sama sekali, dia akan kesulitan menjalankan peran sebagai atasan saat berada di kantor. Karena itu, kalian memang harus bisa membedakan, kapan bersikap sebagai teman, kapan sebagai atasan dan bawahan. (CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *