Rokok Elektrik Berbahaya 10 Kali Lipat Dari Rokok Biasa

  • Whatsapp

Masyarakat semakin sadar akan bahaya rokok bagi kesehatan. Seruan untuk menghentikan kebiasaan merokok pun semakin gencar diserukan di mana-mana, karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Salah satu alternatif yang populer untuk dilakukan adalah dengan menggunakan rokok elektrik, agar para perokok asap mulai untuk berhenti merokok.

Rokok elektrik atau e-cigarette dikembangkan di Tiongkok dan diperkenalkan mulai tahun 2004. Bentuk dan ukuran rokok elektrik beragam, tapi kebanyakan lebih panjang daripada rokok biasa. Ada pula yang menyerupai cerutu atau pipa.

Read More

Rokok elektrik

Jenis perangkat rokok elektronik ini bekerja dengan diisap melalui mulut. Aliran udara yang mengalir dari mulut pengisap akan menyalakan sensor yang memicu bekerjanya pemanas kecil bertenaga baterai. Pemanas kemudian menguapkan nikotin cair sintesis di dalam wadah sekaligus mengaktifkan cahaya yang menyala di ujung rokok elektrik seperti rokok biasa. Cairan yang dipanaskan memiliki bermacam rasa, sesuai dengan favorit penggunanya. Pemanas pada rokok elektrik juga menguapkan propylene glycol atau PEG yang akan membuat rokok elektrik mengeluarkan asap.

Namun ternyata, setelah di teliti di Jepang, uap rokok elektrik justru mengandung zat karsinogenik atau zat penyebab kanker, seperti formaldehyde dan acetaldehyde. Formaldehyde merupakan zat kimia yang ditemukan di dalam bahan bangunan dan balsem cair. Zat ini bisa meningkatkan risiko untuk terkena kanker 10 kali lipat lebih tinggi dari rokok biasa.

Kandungan utama yang terdapat dalam rokok elektronik ini adalah propilen glikol, dieter glikol dan gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan, maka akan menghasilkan nitrosamine. Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker.

Uap atau asap rokok dari perangkat elektrik ini pun mengandung formalin yang bersifat mengendap di dalam tubuh. Sehingga, besar kemungkinannya akan merusak organ paru-paru penggunanya.

PBB pun melarang untuk mengonsumsi rokok jenis elektrik ini di ruang publik agar uapnya tidak membahayakan orang lain. WHO juga telah melarang penjualan rokok elektrik ini secara bebas, karena membahayakan kesehatan, terutama jika asapnya dihirup oleh anak-anak.

Dampak negatif lain dari penggunaan rokok elektrik ini adalah sebagai berikut.

Adiksi. Adiksi merupakan cara baru memasukkan nikotin ke dalam tubuh. Efek dari nikotin seperti meningkatkan adrenalin, tekanan darah, dan juga mengakibatkan ketagihan, serta berpengaruh buruk terhadapa kesehatan pengguna.

Keracunan. Uap yang dihasilkan rokok elektrik dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Rokok elektrik ini benar-benar berbahaya, terutama untuk sistem pernapasan.

Setelah mengetehui bahaya dari rokok elektrik ini, masihkah kamu berani mencobanya? yang lebih menghawatirkan adalah rokok elektrik dipersepsikan lebih aman, padahal yang diberikan adalah ‘rasa aman palsu’ atau illusive safety yang justru lebih berbahaya dari rokok biasa. (CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *