Penyebab Tidur Mendengkur Serta Cara Mengatasinya

  • Whatsapp

Mendengkur adalah suara yang ditimbulkan saat tidur karena adanya getaran jaringan pada saluran udara bagian atas. Timbulnya dengkuran merupakan salah satu gejala sindrom obstruktif apnea saat tidur. Gangguan tidur ini berpotensi menghentikan pernapasan atau membuat pernapasan menjadi dangkal. Penderita sindrom obstruktif apnea akan mendengkur dengan keras terus-menerus karena mengalami henti napas saat tidur akibat jalan napas yang tersumbat. Namun ada pula penderita obstruktif apnea yang tidak mengalami dengkuran karena saluran udara tidak beresonansi. Hal ini terutama terjadi pada pasien yang telah melakukan prosedur bedah saluran udara bagian atas untuk memperketat jaringan lunak di daerah tersebut. Selain obstruktif apnea, orang yang mendengkur juga memiliki risiko lebih besar untuk terkena penyakit pembuluh darah. 

Penyebab Tidur Mendengkur

Read More

Mendengkur didorong oleh menyempitnya saluran udara, baik di tenggorokan atau lubang hidung yang mengontrol jumlah oksigen yang masuk dalam tubuh. Suara dengkuran disebabkan oleh getaran yang dibuat oleh udara karena sulit untuk masuk ke dalam tubuh melalui mulut, uvula, lidah, tonsil, dan otot-otot yang ada di tenggorokan. Jika udara yang dihirup tidak dapat bergerak bebas melalui hidung dan mulut saat tidur, maka terjadilah dengkuran.

Mendengkur biasa terjadi pada  3% anak-anak dan 32% orang dewasa. Timbulnya dengkuran saat tidur akan semakin meningkat hingga 50% seiring bertambahnya usia seseorang. Umumnya dengkuran lebih banyak terjadi pada saat menghirup napas (inspirasi).

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mendengkur, di antaranya adalah sebagai berikut:

Umur

Seiring bertambahnya umur yang semakin tua, tenggorokan akan menjadi sempit dan kekencangan otot di tenggorokan akan menurun.

Kondisi Tubuh

Pria memiliki saluran udara yang sempit dibandingkan dengan wanita, maka tidak mengherankan pria lebih sering mendengkur dibanding wanita. Tenggorokan yang sempit, langit-langit mulut yang terbelah, dan kelenjar gondok yang membesar, juga menjadi faktor mengapa seseorang mendengkur.

Masalah hidung 

Udara yang terhalang masuk akibat permasalahan pada hidung dapat membuat proses pernapasan menjadi lebih sulit, sehingga menyebabkan seseorang tidur mendengkur. Untuk mengurangi dengkuran akibat masalah di hidung, kamu bisa mengobati hidung terlebih dahulu untuk mengurangi dengkuran.

Kelebihan berat badan

Jaringan lemak pada tubuh dan otot yang lemah dapat menyebabkan dengkuran. Menurunnya berat badan mungkin bisa mengurangi jaringan lemak di bagian belakang tenggorokan dan mengurangi atau bahkan bisa menghentikan kamu untuk mendengkur. 

Gaya hidup 

Gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol, mengonsumsian obat-obatan tertentu, dan merokok. Merokok dapat menyebabkan penyempitan saluran udara akibat adanya iritasi selaput di hidung dan tenggorokan. Mengonsumsi alkohol, obat tidur, dan obat penenang bisa mengendurkan otot-otot di tenggorokan dan mengganggu pernapasan. Beberapa hal ini dapat meningkatkan relaksasi otot yang mendorong seseorang untuk lebih mudah mendengkur.

Tidur telentang

Tidur telentang menyebabkan lidah dan jaringan lunak di mulut semakin menuju ke dalam, serta akan menyumbat aliran udara yang ingin masuk sehingga menyebabkan kamu tidur mendengkur. Untuk itu, hindari tidur telentang. Kamu bisa tidur menyamping untuk mengurangi atau menghentikan dengkuran.

Selain hal-hal di atas, untuk menghindari dengkuran, kamu bisa terapkan latihan tenggorokan selama 30 menit setiap hari. Ucapkan suara vokal tertentu seperti a, i, u, e, o, berulang kali agar dapat memperkuat otot-otot di saluran pernapasan bagian atas. Hal ini akan mengurangi dengkuran. (CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *