Film Indonesia Yang Mendidik

  • Whatsapp

Anak Medan tentu sering mendengar perkataan bahwa film Indonesia kurang berkualitas, atau bahkan tidak berkualitas. Ini tentu saja berhubungan dengan kekreatifan sebuah tim saat membuat film. Dan sudah barang tentu ini bukan salah Indonesia bukan?

Rasanya tentu tidak cocok kalau dikatakan film Indonesia itu tidak bagus. Ada kok yang bisa menyadarkanmu tentang arti pending sebuah pendidikan. Yuk cek apa saja film karya anak negeri yang bernilai pendidikan.

Read More

Sokola Rimba

Sokola Rimba, sebuah film yang sarat akan unsur pendidikan dan kemanusiaan. Film ini mengisahkan tentang perjuangan seorang guru bernama Butet Manurung (diperankan oleh Prisia Nasution) yang mengajar di daerah pedalaman. 

Film Indonesia Yang Mendidik

Kisah berawal saat Butet mendadak terserang malaria di tengah hutan rimba dan diselamatkan oleh Nyungsang Bungo, anak pedalaman yang sangat ingin belajar membaca, untuk mengetahui isi surat perjanjian pengeksploitasian tanah adat mereka. Konflik pun datang dari tradisi adat pedalaman yang anti pada hal-hal baru. Mereka beranggapan bahwa pensil, buku, dan kegiatan pengajaran Butet justru akan membawa malapetaka bagi mereka. Dan benar, malapetaka yang ditakuti pun terjadi. Namun Bungo tak menyerah untuk belajar. Ia tidak ingin terus dibodohi oleh keadaan. Sebuah film yang dipenuhi adegan haru, yang tentu wajib kamu tonton sebagai seorang seorang siswa ataupun guru.

Batas

Film ini mengisahkan tentang Jaleshwari (diperankan oleh Marcella Zalianty), seorang wanita yang diutus ke daerah pedalaman untuk memperbaiki kinerja CSR (Corporate Social Responsibility) bidang pendidikan. Perusahaan itu mengutus Jaleshwari untuk menyelidiki kasus mengapa guru-guru yang tidak betah mengajar di sana. Setelah sampai di tempat tujuan, ternyata semuanya tidak semudah yang Jaleshwari bayangkan. Ia menyadari banyak yang harus diperbaiki di daerah tersebut. Ia harus mengubah pola pikir penduduk yang mengesampingkan pendidikan dan lebih suka anak mereka bekerja menjadi TKI, yang ternyata justru jadi korban human trafficking. Meskipun terus diteror, Jaleshwari tetap bersikeukeuh untuk memperbaiki kehidupan masyarakat Dayak dan mengubah pola piker mereka tentang pendidikan.

Denias, Senandung di Atas Awan

Film ini mengisahkan tentang ambisi seorang anak di Papua untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Denias, diperankan oleh Albert Fakdawer, seorang anak yang berjuang untuk tetap sekolah di tengah keterbatasan situasi dan kondisi. Denias tidak pernah lupa pesan almarhum ibunya untuk tetap sekolah. Keteguhan hati dan kesabaran lah yang membuat Denias berbeda dari anak-anak kebanyakan. Film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak bernama Janias.

Alangkah Lucunya Negeri Ini

Alangkah lucunya negeri ini merupakan film yang mencoba megangkat potret nyata kehidupan sosial bangsa Indonesia. Meski mengangkat tema sosial dan pendidikan, film ini disajikan dengan balutan humor, sehingga selain menghibur, juga mengajarkan makna sosial yang kadang sering kita abaikan. Mengangkat kehidupan pengangguran, anak jalanan, pencopet, dan kesewenangan pemerintah terhadapa mereka. Diperankan oleh Reza Rahardian, Deddy Mizwar, Tika Bravani, Asrul Dahlan, dan beberapa artis lainnya.

Di Timur Matahari

Kembali ke keindahan alam Papua.  Di Timur Matahari, menceritakan kisah sekelompok anak yang menunggu guru pengganti di sekolah mereka. Mereka mencari figur guru yang tidak hanya mengajar sebatas teori, namun dapat dipraktekkan dalam kehidupan. Meski telah menunggu setengah tahun, mereka tetap yakin akan ada guru yang datang. Karena sosok yang ditunggu tak kunjung datang, mereka pun menjadikan dokter, pendeta, dan pekerja tambang sebagai guru amatir bagi mereka.(CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *