Ini Bahayanya Jika Kamu Kecanduan Main Game

  • Whatsapp

Game adalah salah satu hiburan yang sangat digemari banyak orang, tidak hanya anak- anak, bahkan orang dewasa pun kini menggemarinya.. Awalnya, permainan game memang diciptakan untuk mengisi waktu luang saja, namun kenyataannya, kadang kala game justru menyita banyak waktu hingga melalaikan sebagian besar pekerjaan yang mestinya kita kerjakan. 

Bahaya Kecanduan Main Game

Read More

Bermain game pada dasarnya tidak haram selama tujuannya untuk menghibur diri. Sebab ada banyak juga ragam game yang bermanfaat, contohnya saja game yang mengasah kemampuan otak dan game yang bersifat edukatif lainnya. Menurut Antropolog UGM Dr Heddy Shri Ahimsa-Putra, permainan berteknologi tinggi seperti halnya permainan elektronik, pada dasarnya tidak bersifat negatif. Masalahnya, dalam permainan itu si anak diajak bermain lebih baik, untuk mencapai hasil yang lebih tinggi. Jadi, sifatnya lebih pada memberikan tantangan.

Pakar pendidikan anak-anak dan remaja, Seto Mulyadi juga berpendapat bahwa beberapa game juga melatih kemampuan anak mengatur strategi dan taktik. Para gamer juga dilatih untuk mengembangkan kecerdasan moral. Tapi Seto Mulyadi  juga berpesan agar orangtua mendampingi anak-anaknya bermain, mengajak berdiskusi, dan mengatur waktu.

Bahaya keoverdosisan bermain game

Apapun di dunia ini yang berifat over dosis atau berlebihan adalah berbahaya. Ternyata banyak penelitian yang menunjukkan ancaman video game terhadap kesehatan seorang gamer yang telah sampai pada tahap kecanduan. Dalam buku Game-Mania dituliskan sejumlah gangguan kesehatan yang mengancam para gamer yang telah kecanduan. Di antaranya adalah:

Pertama, sindrom pada tangan. Pernahkah anda merasakan pegal pada jari dan tangan sehabis bermain game? menurut catatan Gavin Cleary seorang dokter di Rumah Sakit Great Ormond Street London, gamer yang memakai joystick atau pad dengan mode getar (vibrate mode) selama 7 jam sehari, dapat terkena sindrom berupa pembengkakan dan rasa nyeri pada tangan pemakainya.

Kedua, menyakiti otak. Pada kenyataannya, video game juga dapat merusak otak. Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa permainan video game dapat mempengaruhi komposisi sekresi dopamin di otak. Perubahan ini diduga terkait dengan tingkat kepekaan otak dalam merespon sejumlah input rangsangan syaraf. Dari analisa terhadap citra hasil pemindaian scanning otak yang dilakukan oleh Dr Paul M. Grasby dan koleganya di Hammersmith Hospital dan Imperial College of Medicine, London, menjejak adanya aktivitas yang memacu pelepasan dopamine. Dopamine adalah sebuah senyawa kimia yang bertanggungjawab pada masalah koordinasi gerak dan kegiatan nalar. Kecanduan bermain game juga bisa memicu penyakit schizophrenia dan depresi, lho..

Ketiga, merusak mata. Kamu tentu pasti sudah paham kalau berlama-lama di depan TV atau komputer maka mata akan cepat rusak. Dan para pemain game sangat betah di depan TV atau komputer apalagi kalau sudah kecanduan. DR. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Dr., Sp.M., Kepala Bagian/KSMF Ilmu Penyakit Mata FKUI/RSCM mengatakan, pada mata yang normal, bayangan benda dari tempat yang jauh akan jatuh dalam titik fokus tanpa mata perlu kerja. Mata baru perlu bekerja saat melihat pada jarak dekat. Sebab bila melihat dari jarak dekat, bayangan benda akan jatuh di belakang retina atau syaraf mata. 

Selain menimbulkan gangguan kesehatan, main video game yang mencapai level over dosis juga menimbulkan efek anti sosial. Tentunya seorang pemain game yang sudah sampai pada tahap kecanduan, pastinya malas keluar rumah, enggan bertemu keluarga dan malas belajar. (CM01/HindahSumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *