Mas Day Shoes Handmade by Dwi Yuda Syaputra

  • Whatsapp

Mas Day Shoes Handmade by Dwi Yuda Syaputra – Pertama kali berjualan pada saat duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Mulai dari berjualan asam jawa manis hingga sekarang melanjutkan bisnis sepatu handmade. Kisah lengkapnya bisa Anda baca hasil cerita yang dituangkan Dwi Yuda Syaputra kepada Cerita Medan pada alinea dibawah ini. #SupportLocalBusiness

Mas Day Shoes Handmade by Dwi Yuda Syaputra

Read More

—“Awalnya Saya di berikan oleh Ibu, makanan yang aneh (jaman dulu gak aneh sih) yang namanya sendiri adalah ‘asam jawa manis’. Saya makan dan saya rasa-rasa kok enak, nah dari situ ntah gimana ceritanya saya pengen kawan-kawan sekolah saya merasakan makanan aneh itu tadi. Dan ntah kenapa juga kok malah saya jual. Dulu itu saya jual kalau nggak salah ingat Rp.200,- per satu bijinya. Dan usaha pun berjalan tidak lama.

Setelah itu dengan bermodalkan kepintaran Saya pada saat duduk di kelas 3 SD, Saya mendapat rengking tiap caturwulan dan mendapat kepercayaan dari kawan-kawan untuk membantu mereka membuat tugas ataupun PR nya. Dan itu tidak Cuma-Cuma, Saya memberi tarifnya paling kecil gopek/Rp.500,- sampai Rp.2000,- tergantung dari tingkat social si kawan. Saya bingung kenapa kawan-kawan Saya kok pada nggak bisa ngerjain tugas kek gitu, padahal itu gampang-gampang aja. Mungkin karena males kali ya. Itu memang penyakit yang tidak ada obatnya selain motivasi dari Pak Mario.

Pada saat Saya duduk di kelas 5 SD, Ayah Saya meninggal dunia dan Saya kembali di pindah sekolakan di SD. Taman Siswa Tj. Sari Medan yang sebelumnya di SDN 060789 Medan Area Selatan dimana Saya menjual jasa pengerjaan tugas tadi. Dari situ Saya mulai berfikir untuk bisa berguna di keluarga. Dan tamatlah SD.

Setelah tamat SD Saya masuk ke SMP Swasta Darussalam. Di situ ada pilihan 2 ekstra kulikuler yang wajib diikuti, dan saya memilih karate walaupun sudah ikut pramuka sebelumnya. Karena kurang ‘srek’ jadi pindah ke karate. Beberapa bulan latihan Saya merasa nyaman dan pelatih Saya memasukkan kami beberapa orang ke training centre yang pada saat itu latihannya di gedung Birorektor USU. Nama pelatih Saya itu adalah Prof. Dr. Ir. H. Bustami Syam, MSME yang mana beliau adalah sekarang menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Berkat latihannya beberapa kali Saya mengikuti pertandingan mendapatkan prestasi yang cukup membanggakan keluarga dan diri Saya pribadi. Setelah itu Saya di percaya juga untuk dapat melatih (bisnis lagi) di sekolah SMP Darusssalam itu. Saya boleh melatih karena Saya sudah sabuk hitam pada saat kelas 3 SMP dan menguasai teknik karate. Saya dipercaya menjadi asisten pelatih dan di beri uang Rp. 50.000,- tiap bulannya. Saya merasakan nikmatnya menjalankan hobi yang bisa menghasilkan uang.

Karate buat Saya bukan hanya sekedar hobi mukul, nendang, banting2, dll. Tapi dari karate Saya mendapatkan pendidikan mental yang baik. Bagaimana menghargai sesama, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda. Beberapa filosofi yang sering Saya dengar dari pelatih adalah karate itu dimulai dengan hormat dan diakhiri dengan hormat. Jadi kepada siapapun kita harus hormat dan saling menghargai. Dan itulah yang akan membuat kehidupan manusia ini akan semakin damai.

Pada saat Saya tamat SMP, Saya masuk ke SMA Negeri 4 Medan dan masuknya melalui jalur prestasi, tentu dengan prestasi karate Saya, lalu lolos tanpa syarat. Pada masa SMA saya mulai mencoba kegiatan yang lain yaitu berorganisasi. Tetapi tetap saja saya berusaha mencari tambahan uang jajan. Berbekal dari saya sering main ke warnet dan melihat guru PKS III Pak Sofyan di SMP Darussalam memperbaiki komputer sekolah, Saya menjadi tahu cara install ulang Komputer/Laptop dan menservice ringan PC. Dan dengan pengetahuan itu Saya membuka jasa install ulang dengan media pemasarannya dari mulut ke mulut dan dari media BBM. Lumayanlah buat tambah-tambah. Dulu Saya pasang harga untuk sekali menginstall itu Rp. 80.000,- dan turun hingga Rp. 50.000,- karena kondisi persaingan. Namanya jugak nggak mau kalah murah.

Pada saat kuliah, otak Saya mulai berfikir lagi usaha apa la yang bisa di buka. Masak Saya kuliah di ilmu Adm. Niaga/Bisnis Saya nggak punya usaha sendiri?? Dan pada saat itu Saya membuka usaha rujak kemasan dengan kawan Saya yang kami beri nama “rujakkita”. Nama kawan Saya itu Reza Pahlevi. Dia berasal dari Aceh dan suka minum kopi. Usaha kami berjalan baik hingga kami dapat menitip rujak kami ke sekolah-sekolah, diantaranya SMA N 4 Medan, SMA Darma Pancasila dan di kampus Fisip USU. Beberapa bulan berjalan akhirnya usaha kami berhenti di karenakan kesibukan kami. Dan usaha rujak pun kandas.

Mas Day Shoes

Beberapa bulan kemudian, Saya mencoba membuka usaha baru lagi. Tapi Saya pengennya usaha itu Saya tunggal sendiri yang menjalankan. Saya mencoba membuat usaha sepatu handmade. Jujur saja pengetahuan Saya tentang cara membuat sepatu tidak ada. Tapi Saya berfikir zaman sekarang zaman modern yang canggih. Informasi apa saja ada di internet. Nah Saya mulai melihat cara-cara pembuatan sepatu dari youtube, Saya kumpulin video tutorialnya dari awal pembuatan sampai sepatu itu di finishing. Bukan hanya itu, Saya juga melakukan uji coba yang sudah tidak terkera berapa kali gagalnya. Saya membeli bahan sepatu sekaligus sekalian nanyak-nanyak info tentang bahan-bahan yang cocok dan info-info pembuatan sepatu. Saya juga pergi melihat langsung cara membuat sepatu di daerah usaha rumahan produksi sepatu pasar merah. Dengan bekal itu semua sekarang Saya sudah bisa membuat sepatu yang layak pakai dan dapat diterima oleh konsumen. Dan juga sekarang Saya sudah memiliki 2 karyawan yang saya ajari dahulu cara membuat sepatu versi Saya sendiri.

Usaha sepatu handmade Saya ini awalnya saya namakan “Teuton Footwear”. Kenapa dipilih nama itu? Teuton adalah sebuah nama Negara perang yang ada di game age of empire yang pasukan dan prajuritnya kuat dan hebat-hebat. Dari situ Saya ingin menggambarkan bahwa produk sepatu yang saya buat kuat dan tidak mudah rusak. Tetapi nama teuton itu banyak orang yang kritik karena susah dalam penyebutannya terutama yang perotes adalah abang Saya. Gak lama Saya langsung merubah nama teuton itu menjadi “masdayshoes”.

Kenapa masdayshoes??

Mas = panggilan abang buat orang jawa (berhubung saya suku jawa)

Day = dulu saya pada saat SMP dan SMA dipanggil dengan sebutan “day”

Shoes = bahasa inggris yang artinya sepatu

Jadi kalau disatukan maknanya adalah sepatunya si mas Day, tapi ada juga yang bilang maknanya adalah mas-mas yang tiap hari pakek sepatu, karna “day” itu bahasa inggris yang artinya hari. Dan Saya menjawab yaah sak karepmu lek hahahaha.

IDE!!

Awal sekali ide kenapa harus usaha sepatu handmade yang ingin Saya jalankan, karena menurut Saya anak Medan pada masa sekarang ini suka sekali membeli produk sepatu impor yang harganya mahal sekali untuk memenuhi kebutuhan gengsinya, bukan kebutuhan fungsionalnya. Mendingan sepatunya mahal merek luar negeri asli/original yang dibeli, ini tidak!! Malah kebanyakan anak Medan yang Saya perhatikan membeli produk sepatu merek luar negeri yang bajakan. Alias PALSU. Selain itu juga Saya perhatikan banyak pengusaha sepatu yang tidak pede untuk memberi nama produknya sendiri dikarenakan takut kalah bersaing di pasar, padahal itu jelas melanggar aturan.

Dengan hal tersebut di atas, maka saya ingin membangun usaha ini walaupun dimulai dari ketidak tahuan dan motivasi tadi. Terlebih lagi Saya ingin membangun maindset anak-anak Medan untuk dapat mau menghargai produk sepatu lokal yang asli buatan tangan anak Indonesia khususnya Medan. 

Kalau bicara desain masdayshoes menyediakan desain yang tidak kalah dengan desain produk sepatu impor. Apalagi sekarang kita sudah dihadapkan dengan perdagangan bebas tahun 2015. Jika warga Negara Indonesia khususnya anak Medan nggak mampu menghargai produk-produk dalam negeri maka Indonesia akan kalah saing dengan negara-negara yang lain dikarenakan kebutuhan gengsi akan merek itu tadi.


Menurut Saya kalau bisa menggunakan produk lokal yang bagus kenapa mesti menggunakan produk luar yang juga bagus tapi efek feedbacknya bukan ke kita lagi. Siapa lagi yang dapat menghargai produk dalam negeri kalau bukan kita sendiri? Toh manfaatnya juga untuk membangun perekonomian Negara kita ini.

Dwi Yuda Syaputra

Medan, 26 Maret 1993

Agama : Islam

Email : dwiyuda_syaputra@yahoo.co.id

Line : dwiyudasyaputra
IG : masdayshoes
IG : dwiyudasyaputra
Twitter : @MasDayShoes
Twitter : @YudaSyaputra
Pin BBM : 51B64706
Hp : 081362813816

Dwi Yuda Syaputra

Riwayat Pendidikan


A. FORMAL

1. (2005) lulus SD Swasta Taman SiswaTj. Sari Medan

2. (2008) lulus SMP Swasta Darussalam Medan

3. (2011) lulus SMA Negeri 4 Medan

4. (2011-sekarang) Kuliah di Program StudiIlmuAdministrasiNiaga/Bisnis FISIP Universitras Sumatera Utara


Pengalaman Organisasi

1. Ketua OSIS SMP Darussalam tahun 2007-2008

2. KetuaUmum BINTALIS (Bina Mental Islam) SMA Negeri 4 Medan tahun 2010-2011

3. KetuaUmum IMPRODIAS (IkatanMahasiswa Program StudiIlmuAdministrasiNiaga/Bisnis) FakultasIlmuSoIsialdanIlmuPolitikUniversitas Sumatera Utara Tahun 2013-2014.


Prestasi yang Pernah Diraih

  1. JUARA I KATA PERORANGAN PUTRA PADA PEKAN OLAHRAGA WILAYAH III SUMATERA UTARA TAHUN 2014 CABANG KARATE.
  2. JUARA III KATA PERORANGAN PUTRA PADA PEKAN OLAHRAGA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2014 CABANG KARATE.
  3. JUARA I KATA PERORANGAN PUTRA U-21 PADA KEJUARAAN KARATE BINJAI OPEN CUP II PLUS MPC PEMUDA PANCASILA KOTA BINJAI TAHUN 2013.
  4. JUARA II KUMITE PERORANGAN -68 KG U-21 PUTRA PADA KEJUARAAN KARATE BINJAI OPEN CUP II PLUS MPC PEMUDA PANCASILA KOTA BINJAI TAHUN 2013.
  5. JUARA III KUMITE -67 KG SENIOR PUTRA PADA KEJUARAAN NASIONAL INKADO KE VIII TAHUN 2013 JAKARTA.
  6. JUARA II LOMBA MEMBACA AL-QUR’AN PERAYAAN HARI BESAR ISLAM IKATAM MAHASISWA SOSIOLOGI FISIP USU.
  7. JUARA II KATA PERORANGAN PUTRA U-21 PADA KEJUARAAN KARATE PIALA WALIKOTA MEDAN 22 S.D 24 MARET 2012.
  8. PIAGAM PENGHARGAAN DARI BUPATI SERDANG BEDAGAI ATAS JUARA III PADA KEJUARAAN NASIONAL KARATE TAHUN 2011
  9. PIAGAM PENGHARGAAN PEMERINTAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI ATAS PERAIHAN MEDALI EMAS PADA PEKAN OLAH RAGA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2010.
  10. JUARA I KATA PERORANGAN PUTRA PADA PEKAN OLAHRAGA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2010 CABANG KARATE.
  11. JUARA III KATA PERORANGAN JUNIOR PUTRA PADA KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO TAHUN 2010 GOR POPKI CIBUBUR JAKARTA.
  12. JUARA III KATA PERORANGAN PUTRA SMA PADA KOMPETISI OLAHRAGA ANTAR PELAJAR KOTA MEDAN CABANG KARATE TAHUN 2010 DI POLMED.
  13. JUARA III KATA PERORANGAN JUNIOR PUTRA PADA INVITASI KARATE PIALA PENGPROV ISORI SUMUT ANTAR PELAJAR SMP DAN SMA SEDERAJAT SE-SUMUT TAHUN 2010.
  14. JUARA III KUMITE PERORANGAN JUNIOR -61 KG PUTRA PADA INVITASI KARATE PIALA PENGPROV ISORI SUMUT ANTAR PELAJAR SMP DAN SMA SEDERAJAT SE-SUMUT TAHUN 2010.
  15. PIAGAM PENGHARGAAN DIBRIKAN KEPADA DWI YUDA SYAPUTRA ALUMNI KELAS IX-1 FULL DAY T.P 07/08 ATAS PARTISIPASINYA YANG MENGHARUMKAN NAMA SMP SWASTA DARUSSALAM DI BIDANG KARATE.
  16. JUARA I KATA PERORANGAN JUNIOR PUTRA PADA KEJUARAAN WILAYAH BARAT IV INKADO BOGOR-JAWA BARAT.
  17. JUARA I KATA PERORANGAN JUNIOR PUTRA PADA KEJURDA JUNIOR FORKI SUMUT TAHUN 2009.
  18. JUARA III KATA PERORANGAN PUTRA PADA OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL TAHUN 2009 DI KOTA MEDAN.
  19. JUARA I KUMITE JUNIOR -61 KG PUTRA PADA KEJURDA FORKI SUMUT TAHUN 2009.
  20. JUARA I KATA PERORANGAN PUTRA PEMULA PADA KEJURDA INKADO SUMUT TAHUN 2008.
  21. JUARA III KUMITE KELAS -50 KG PUTRA PADA KEJURDA INKADO SUMUT TAHUN 2008.
  22. JUARA I KUMITE KADET -60 KG PUTRA PADA KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO TAHUNH 2008 DI MAKASSAR
  23. JUARA I KUMITE KADET -50 KG PUTRA PADA TURNAMEN TERBUKA KARATE INKADO KORDA SUMUT TAHUN 2008 DI MEDAN.
  24. JUARA III PADA KEGIATAN PEKAN OLAHRAGA DAN SENI CABANG KARATE KOTA MEDAN TAHUN 2007.
  25. JUARA I KUMITE PERORANGAN +35 KG PUTRA PADA KEJURWIL INKADO SUMATERA-JAWA TAHUN 2007 DI LAMPUNG.

Mas Day Shoes Handmade by Dwi Yuda Syaputra

PENGALAMAN USAHA

1. Jualan asam jawa gula pada saat SD di Taman SiswaTanjung Sari Medan.

2. Jasa membuat PR/Tugas pada saat SD di SDN 060789 Medan Area Selatan.

3. Jasa install laptop dan komputer plus service ringan pada saat SMA dan sampai sekarang.

4. Jualan rujak kemasan dengan nama “rujakkita” pada saat kuliah

5. Usaha produk sepatu handmade “masdayshoes” sepatunya anak medan SEKARANG


Demikianlah tulisan mengenai Mas Day Shoes Handmade by Dwi Yuda Syaputra, semoga dapat menginspirasi kawan-kawan pembaca Cerita Medan. Sukses!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *