Ayo Merdeka Kan Lapangan Merdeka! Tolak Lapangan Merdeka Menjadi Lahan Parkir

  • Whatsapp

Kualisi Masyarakat Sipil Kota Medan Yang Peduli Keberadaan Lapangan Merdeka Tolak Lapangan Merdeka Menjadi Lahan Parkir dalam aksi meMERDEKAKAN LAPANGAN MERDEKA.

Ayo Merdeka Kan Lapangan Merdeka! Tolak Lapangan Merdeka Menjadi Lahan Parkir
Foto : ilovemedan.wordpress.com

Sejarah Lapangan Merdeka


Lapangan Merdeka punya sejarah yang sangat penting bagi perkembangan kota Medan. Di tempat ini. Esplanade (Pada masa penjajahan Belanda 1863-1942)- kemudian dirubah namanya menjadi FUKURAIDO (pada masa penjajahan Jepang Maret 1942-1945)nama Lapangan Merdeka dulu rapat penting para pejuang kemerdekaan dan pelaksanaan upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia di Medan diselenggarakan Kamis 4 Oktober 1945. Pada zaman Hindia Belanda, lapangan ini disebut sebagai Waterlooplein juga punya peranan penting bagi masyarakat kota Medan.

Karena itu, masyarakat kota Medan dari berbagai lembaga dan komunitas. Yang tergabung dalam kualisi masyarakat sipil yang peduli dengan keberadaan lapangan Merdeka menolak pembangunan tempat parkir di kawasan Lapangan Merdeka/Medan eks lokasi pedagang buku bekas yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Rencana pembangunan ini telah melanggar tiga peraturan yakni Undang-undang (UU) Cagar Budaya, Aset Perlindungan dan Perda 13 tahun 2011 tentang RTRW Kota Medan.

Apalagi lokasi untuk Lahan parkir tersebut ada Tatengger Untuk mengenang perna dilaksanakannya Rapat Raksasa untuk membaca Proklamasi 17 Agustus 1945 yang dibacakan tanggal 4 Oktober 1945. Jadi masyarakat kualisi Sipil meminta Walikota Medan jangan merubah fungsi lahan Lapangan Merdeka menjadi fungsi yang lain, biarkan menjadi milik publik sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Jangan hilangkan histori sejarah, karena hal tersebut menghina ini artinya menghina para pejuang ketua Angkatan Pejuang 45, Ki Heru Wiryono” (almarhum).

Pembangunan parkir di Lapangan Merdeka Medan ini banyak melanggar peraturan ketetapan fungsi Lapangan Merdeka sebagai RTH sesuai Perda No. 13 Tahun 2011. Dalam Perda ini diatur penataan ruang wilayah Kota Medan bertujuan untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan, serta mempunyai daya saing dan daya tarik sebagai daerah tujuan wisata.

Setelah pedagang buku dipindahkan dari sisi timur Lapangan Merdeka Medan. PT KAI cq City Railink atas izin Pemko Medan menjadikan lokasi tersebut sebagai sarana parkir. Keputusan ini memperlihatkan bahwa kesadaran para pengelola kota untuk memahami spirit karakter dan identitas kota masih sangat rendah.

Untuk menyampaikan rasa keprihatinan ini seluruh masyarakat kota Medan yang merasa peduli dengan keberadaan lapangan Merdeka dan menolak atas pembagunan lahan parkir yang sedang berlangsung diminta untuk bergabung secara spontan di lapangan Merdeka pada hari Minggu tanggal 14 Desember 2014 Pkl. 09.00 – 12.00 WIB

.

Ayo Merdeka Kan Lapangan Merdeka!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *