Tips Menyiasati “Makanan Terlarang”

  • Whatsapp

Saat ini beragam makanan bagi si kecil banyak dijual. Bentuk dan rasanya yang memang menarik perhatian anak menjadikan orangtua kesulitan memilahnya. Namun dikonsumsi atau tidak makanan terlarang tersebut semuanya tergantung pada orangtua.

Read More

Snack

Makanan ringan atau snack gurih mengandung kadar garam tinggi tapi rendah/kosong nilai gizinya (junk food). Kandungannya hanyalah kalori.

Tip siasat:

Batasi pemberian makanan ini terhadap anak. Jika memang tidak bisa, berikan saja seminggu sekali satu bungkus, sembari perkenalkan camilan lain yang lebih sehat seperti sayuran dan buahan. Jangan tergoda untuk membeli snack gurih dan manis sebagai suvenir ulang tahun anak.

Mie Instan

Kebanyakan mi terbuat dari tepung terigu (gandum). Namun jeleknya, terigu yang sudah diolah menjadi mi instan tak lagi memiliki serat yang cukup karena sudah mengalami proses pabrikasi dan biasanya ditambah dengan bahan pengembang seperti karbonat.

Bumbu yang menyertai mi instan juga perlu diwaspadai karena banyak mengandung unsur yang dapat merangsang dan mengiritasi saluran pencernaan anak. Bumbu tersebut adalah perasa buatan, MSG, garam, merica; perasa pedas berupa chili powder (bubuk cabai), dan vegetable oil (minyak sayur) atau cooking oil (minyak untuk memasak). Semua bahan tersebut akan merangsang pencernaan anak.

Tip siasat:

Sebisa mungkin, tak usah mengenalkan anak pada mi instan. Jika terpaksa, mi instan boleh saja dimakan ketika usia anak sudah mencapai 2 tahun ke atas. Mengapa? Karena di bawah usia 2 tahun, sistem pencernaan si kecil belum kuat atau masih labil.

Buanglah air rebusan mi karena di dalamnya terlarut zat-zat atau bahan kimia yang ditambahkan dalam proses pembuatan di pabrik. Untuk kuahnya, ganti dengan air panas yang baru.

Yang perlu diwaspadai adalah bumbu-bumbunya. Lebih baik gunakan bumbu alami olahan sendiri.

Permen

Permen banyak ragamnya. Ada permen karet, permen jeli, permen kristal, atau permen empuk. Rasanya macam-macam, namun komponen utama permen adalah gula.

Tip siasat:

Sekali-kali, boleh saja anak makan permen. Yang dilarang kalau permen dijadikan menu sehari-hari. Jenis makanan ini tidak ada nilai gizinya, kecuali energi (kalori) yang berasal dari kandungan gula yang sangat tinggi. Selain itu, jangan biasakan menghadiahkan anak dengan permen. Ajarkan juga cara membersihkan gigi dan menjaga kebersihan mulut.

Es Krim

Karena dingin, es krim yang sebetulnya menyehatkan sering dituduh menyebabkan flu dan batuk. Padahal, bahan baku utamanya yaitu susu sapi merupakan sumber kalsium yang baik. 

Tip siasat:

Es krim sebaiknya diberikan setelah makan. Jika tidak es krim akan membuat nafsu makan anak menghilang. Meski sarat nutrisi, pemberian es krim tetap harus diimbangi dengan asupan makanan lain. Ingat, dalam jumlah banyak es krim dapat menyebabkan kelebihan lemak pada anak. Sama dengan susu, es krim hanyalah makanan penyempurna. Bukan makanan utama.

Cokelat

Cokelat mengandung kadar lemak yang tinggi karena biasanya sudah diolah bersama lemak padatan yang mengandung lebih banyak asam lemak jenuh. Padahal, banyaknya konsumsi lemak jenuh bisa meningkatkan produksi kolesterol tubuh. Untungnya, disamping asam lemak jenuh, cokelat yang baik juga mengandung asam lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan.

Tip siasat:

  • Lagi-lagi, jadikan cokelat hanya sebagai makanan sampingan atau camilan maksimal seminggu sekali. Cokelat umumnya sangat disukai anak dan cepat menimbulkan rasa kenyang sehingga menurunkan nafsu makan.
  • Pilih cokelat yang berkualitas dengan kandungan yang sarat gizi. Kita bisa melihatnya dari ingredient atau komposisi bahannya di kemasan.

Demikianlah informasi mengenai Tips Menyiasati “Makanan Terlarang” ini dibuat untuk ada pembaca Cerita Medan, semoga bermanfaat ya.(anggraini)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *