Ini ‘Tipuan’ ala Supermarket

  • Whatsapp

Berapa banyak barang yang tidak Anda rencanakan dalam daftar belanjaan Anda di supermarket atau pasar swalayan hari ini? Meski kadang sudah dicatat apa saja yang ingin dibeli, tetap ada saja barang yang tidak direncanakan ikut masuk dalam kantong belanjaan Anda. Tak perlu heran, karena memang pada dasarnya, supermarket memiliki ‘tipuan’ tersendiri agar konsumennya menjadi lebih boros.

Ini ‘Tipuan’ ala Supermarket

Read More

Susunan barang di supermarket menjadi salah satu ‘tipuan’ khusus ini. Pada dasarnya ada sembilan ‘tipuan’ di dalam supermarket yang akan membuat kita semakin boros. Apa saja itu?

1. Tulisan SALE yang mencolok

Potongan harga selalu menarik pembeli. Biasanya tulisan potongan harga atau sale dibuat semenarik mungkin. Ini juga salah satu cara pemilik supermarket untuk memancing pembeli memasuki tokonya dan akhirnya membeli bukan saja yang dipasangi tanda sale tapi juga barang yang tidak didiskon. 

Selain itu, tulisan atau pengumuman mengenai waktu diskon yang terbatas juga akan membuat konsumen sesegera mungkin untuk membeli barang tersebut.

2. Kereta belanja

Apa yang Anda pilih saat memasuki supermarket? Keranjang belanja atau kereta belanja? Membawa kereta belanja tentu memudahkan kita untuk membawa belanjaan. Ternyata ini juga trik dari pemilik supermarket untuk membuat pembeli belanja lebih banyak. Kan malu saat membawa keranjang belanja atau kereta belanja tapi membeli hanya sedikit.

3. Rak kebutuhan harian 

Awalnya kita ke supermarket hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun sebelum sampai ke rak yang kita tuju, kita akan melewati dahulu beberapa rak yang menarik. Akibatnya tentu bisa ditebak, kita akan membeli barang-barang menarik tersebut baru membeli kebutuhan yang sudah kita rencanakan. Strategi ini diciptakan agar pembeli melalui seluruh bagian toko baru sampai dibagian kebutuhan sehari-hari.

4. Susunan letak benda

Susunan letak berbagai benda juga bukan sembarangan lho di supermarket. Peletakkannya memiliki hal tersembunyi. Misalnya makanan anak-anak seperti coklat dan lain-lain biasanya diletakkan di rak yang sejajar dengan matanya, begitu juga dengan kebutuhan orang dewasa. Ini bertujuan agar mata kita langsung menuju benda yang dimaksud dan akhirnya membeli.

Selain itu, benda-benda yang mudah dijangkau biasanya akan lebih cepat habis alias laris manis. Hal ini sesuai dengan penelitian yang mengatakan bahwa menyentuh barang akan meningkatgkan keinginan untuk membelinya.

5. Warna supermarket/toko

Mengapa warna supermarket mencolok seperti merah, jingga atau kuning? Ternyata warna-warna ini amat mempengaruhi ketertarikan konsumen untuk masuk ke toko tersebut. Tapi jangan salah, warna hijau dan birulah yang mendorong pembeli untuk berbelanja lebih banyak.

6. Musik

Musik-musik yang lamban, lagu-lagu balada biasanya akan mengalun di dalam supermarket. Hal ini tentu saja demi kenyamanan konsumen. Tujuannya apalagi kalau tidak membuat konsumen betah berlama-lama didalamnya dan akhirnya berbelanja lebih banyak.

7. Pajangan di depan kasir

Ada satu lagi yang membuat konsumen ‘tertipu’ yaitu rak-rak di dekat antrian kasir. Biasanya berisi benda-benda kecil, seperti coklat, permen atau majalah. Tujuannya tentu saja pembeli membeli benda-benda tersebut untuk mengisi waktu saat mengantri. Ada lagi tawaran membeli pulsa dari kasir, tentu saja ini akan mengingatkan kita untuk membeli kebutuhan sekunder ini.

Sekian artikel mengenai hal-hal yang harus dihindari bila Anda berbelanja di Supermarket, semoga menjadi informasi yang berguna ya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *