Menikmati Makanan Manis dan Tetap Sehat

  • Whatsapp

Permasalahan kesehatan adalah prioritas utama bagi seorang ibu yang selalu ingin menjaga kesehatan keluarganya. Apakah mengkonsumsi makanan manis justru menimbulkan permasalahan terhadap kesehatan? 

Menikmati Makanan Manis dan Tetap Sehat

Read More

Sweet Tooth, Treat Tooth! yang diadakan Femina Magazine pada Minggu, 09 November 2014, bertempat di Ballroom 2 Aryaduta Hotel Medan. Femina Magazine bersama Systema menggelar kegiatan bertajuk “Menikmati Makanan Manis dan Tetap Sehat.”

Kegiatan yang menhagdirkan tiga orang pembicara yakni, dr. Sri Angki Soehartono, Ph.D sebagai dokter gigi, Emilia E. Achmadi MS., RDA sebagai nutrisionist, dan Maudy Koesnaedi sebagai Brand Ambassador Systema ini diramaikan sekitar 75 peserta dimana 90%-nya terdiri dari wanita dan  mayoritas para ibu karir.

Mungkin selama ini dalam benak kita mengkonsumsi makanan manis merupakan gaya hidup yang tidak sehat. Melalui kegiatan ini Femina Magazine justru ingin mengkampanyekan kepada para ibu bahwa mengkonsumsi makanan manis itu justru sehat dan disarankan. Lho kok bisa ya?

Cara Hidup Sehat dengan Makanan Manis

Mengkonsumsi makanan manis bukan berarti kita mudah mengidap kegemukan dan terkenan penyakit diabet. Hal ini ditegaskan oleh pernyataan Emilia E. Achmadi MS., RDA  yang menjelaskan bahwa manusia itu butuh mengkonsumsi gula untuk asupan energi, sehingga membantu metabolism tubuh menjadi seimbang.

Selama ini mitos yang berkembang adalah makanan manis bisa menjadikan Anda mengalami kegemukan dan selanjutnya mengalami diabetes. Akan tetapi hal ini ditampik oleh Emilia, beliau berpendapat bahwa mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan dan tidak dikontrol itulah yang menyebabkan timbulnya penyakit seperti obesitas, gangguan gigi dan gusi, serta diabetes.

Sebab kelebihan mengkonsumsi makanan manis tanpa ada olahraga dan beraktifitas secara aktif akan membuat penimbunan lemak dan hal ini yang cenderung menyebabkan seseorang terkena penyakit diabetes. Emilia sangat menganjurkan untuk mengkontrol konsumsi gula yang berlebih, “dengan kita mau tahu bagaimana cara mengontrolnya maka konsumsi makanan manis tidak akan berbahaya pada kesehatan tubuh,” ungkap wanita manis berparas ayu ini. 

Menurutnya, cara mengatur konsumsi gula yang berlebih yakni dengan cara mengetahui seberapa banyak energy yang anda keluarkan setiap harinya. “Jika kita hanya mengeluarkan kalori sebesar 1500 maka cukup mengkonsumsi gula sebanyak 32 gram. Jika 1800 kalori, maka 40 gram gula dan untuk 2000 kalori, cukup dengan 48 gram gula,” jelasnya.

Apakah Makanan Manis Menyebabkan Sakit Gigi?

dr. Sri Angki Soehartono, Ph.D memaparkan bahwa timbulnya gangguan pada gigi dan gusi bukan disebabkan oleh konsumsi makanan manis, melainkan tidak adanya perawatan secara berkala selepas mengkonsumsi makanan manis. Menyikat gigi dengan baik dan benar juga mampu membantu mencegah timbulnya gangguan pada gigi dan gusi.

“Sangatlah baik merawat gigi sejak dini. Jangan sepelekan karang gigi ataupun lubang kecil yang terbentuk di gigi, sebab itulah awal dari timbulnya penyakit gigi,” papar dr. Sri Angki Soehartono, Ph.D. Beliau juga menyampaikan bahwa gigi merupakan salah satu defense bagi tubuh dari timbulnya penyakit. Oleh sebab itu, kesehatan gigi harus dijaga dan dirawat.

dr. Sri Angki menjelaskan cara paling sederhana dalam merawat gigi yakni, dengan membiasakan sikat gigi pagi dan malam, serta selepas makan, apalagi pada saat mengkonsumsi makanan manis. Sebab sisa makan manis yang terlalu lama mengendap di gigi, itulah yang menimbulkan bibit penyakit pada gigi. “Apalagi gula itu salah satu makanan bagi bakteri di gigi,” jelasnya. 

Menyikat gigi selama minimal 36 kali dan merata merupakan salah satu trik agar gigi bersih dari sisa-sisa gula. “Menyikat gigi yang baik dan benar juga merupakan metoda pencegahan penyakit yang ditimbulkan oleh makanan manis,” sebutnya kembali.

Maudy Koesnaedi

Maudy Koesnaedi sebagai Brand Ambassador Systema juga mempertegas pernyataan dr. Sri Angki dengan mengatakan bahwa menyikat gigi itu tidak perlu kuat dan cepat, sebab ini justru menimbulkan rasa nyeri pada gigi. “Mungkin dengan memilih sikat yang lembut dan berkepala runcing dapat membantu untuk menjangkau ke bagian gigi yang paling dalam. Selain itu, pasta gigi yang berbahan cair juga dapat membantu proses pembauran pasta ke sela-sela gigi lebih cepat terjadi,” ungkap Maudy.

Menikmati Makanan Manis dan Tetap Sehat

Nah, apakah Anda masih takut untuk mengkonsumsi makanan manis lagi? Tentu saja tidak setelah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Have Your Sweets and Treat Your Tooth!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *