LPM Dinamika Adakan Pelatihan Jurnalisme Bencana

  • Whatsapp

LPM Dinamika Adakan Pelatihan Jurnalisme Bencana di Pekan Nasional Pers Mahasiswa. 

Pers Mahasiswa sejatinya dibutuhkan di dunia kampus agar menjadi penyeimbang dan sebagai pemberi informasi dari birokrasi kepada mahasiswa dan sebaliknya. Pers mahasiswa digawangi oleh mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai minat lebih di dunia jurnalistik. Tidak hanya informasi kampus, pers mahasiswa juga bisa berbagi informasi di luar kampus. Di Medan misalnya, LPM Dinamika IAIN SU menginformasikan berita-berita tidak hanya dari kampus, tapi juga dari luar kampus.

Read More

LPM Dinamika yang baru saja merayakan hari lahirnya ke 21 ini mencoba untuk memberi informasi berita bencana erupsi gunung Sinabung agar masyarakat tau berita terbaru dari sana. Tidak hanya memuat berita, LPM Dinamika mengadakan pelatihan nasional tentang Jurnalisme Bencana. Pelatihan ini diadakan untuk menambah kapasitas pers mahasiswa khususnya untuk lebih jeli ketika bencana terjadi dan kemudian menginformasikannya kepada khalayak ramai. Indonesia yang dikenal sebagai daerah rentan bencana menjadi alasan utama diadakannya kegiatan ini.

Kamis, 16 Oktober 2014, sebanyak 28 peserta ikut berpartisipasi mengikuti kegiatan ini. Peserta adalah jurnalis mahasiswa dari berbagai daerah, seperti Detak Unsyiah Banda Aceh, LPM Suara Al-Muslim Bireun, Teropong Umsu, Media Pijar Usu, Kreatif Unimed, Bom ITM, LPM Genta dan Ganto yag berasal dari Padang, UKPM Teknokra dan LPM Pilar dari Universitas Lampung, Aktivita dari STAIN Pamekasan Madura, Wartadinus Semarang, Identitas Unhas Makassar, relawan ApePeBe, dan LPM Dinamika IAIN SU.

LPM Dinamika Adakan Pelatihan Jurnalisme Bencana

Pelatihan yang diadakan di Orange City, Berastagi dimulai tanggal 16 sampai 19 Oktober 2014. Diadakan di Kabupaten Karo agar peserta bisa merasakan sejuknya daerah ini. Nantinya akan ada reportase lapangan langsung terjun ke posko pengungsian dan melihat gunung dari Bukit Gundaling. Edo Putra, selaku panitia mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk rasa kepedulian terhadap korban bencana. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan bisa dilaksanakan sebaik mungkin dan menjadi pembuka pintu mata publik bahwa pengungsi sinabung memerlukan perhatian. 

“Sebagai jurnalis, tentu kita berkewajiban menginformasikan sejujurnya apa yang terjadi saat bencana. Tidak hanya itu, peserta nantinya akan dilatih bagaimana tidak gegabah dalam mengambil berita bencana,” Ungkap Edo.

Acara dibuka di Aula Pusbinsa kampus 2 IAIN SU. Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Pemkot Medan, yakni Kadis Kominfo Kota Medan, Drs. Darussalam Pohan, MAP sebagai perwakilan Walikota Medan. Dalam acara ini, beliau sangat mengapresiasi kegiatan jurnalisme bencana ini karena menurutnya ini adalah satu kegiatan mahasiswa yang baik. Walikota mendukung penuh kegiatan ini karena ini merupakan ajang berbagi informasi kepada daerah lain bagaimana situasi sinabung saat ini. Selain itu, ia menambahkan bahwa mahasiswa sejatinya adalah agent of chage, untuk itu mahasiswa diharapkan mempunyai daya analisis yang baik dan kemampuan yang lebih, tidak hanya sekedar mencari ilmu di kelas saja. Tapi diluar sebagai penambah kemampuan sangat diutamakan. 

“Selamat mengikuti pelatihan dengan baik. Mudah-mudahan ilmu yang didapat bisa diterapkan di daerah masing-masing,” tegasnya.

Pembina LPM Dinamika IAIN SU, Syukri Albani mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pers mahasiswa agar mempuyai kapasitas yang baik. Sebagai pemberi informasi, jurnalis bisa memilih kemana ia akan melangkah. Bisa jadi akan ke surga karena pemberitaan yang faktual, bisa jadi ke neraka karena berita kebohongan. Dilihatnya hari ini pers menjadi sorotan utama kehidupan berbangsa ini.  Ia juga berpesan kepada kru LPM Dinamika agar terus berkarya. 

“Dengan banyaknya anggota, maka kru harus bisa membuat berita lebih banyak lagi,” tegas Syukri.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor I IAIN SU, Prof. Dr. Hasan Asari, MA mewakili rektor IAIN SU. Ia mengingatkan bahwa pers mahasiswa tidak bisa dikatakan tidak penting. Kehadiran mereka dibutuhkan untuk perpanjangan tangan birokrasi kepada mahasiswa dalam hal informasi. Beliau bercerita ketika ia kuliah di IAIN tahun 80an, tidak ada organisasi pers di IAIN SU. Ketika ada pelatihan tentang kepenulisan dari salah satu media koran di Medan, pengikutnya sangat sedikit sekali. Ia bangga dengan kehadiran pers kampus dan juga berpesan agar lebih meningkatkan kualitas lagi. Untuk kegiatan kali ini, ia berpesan kepada peserta agar menikmati kegiatan ini. 

“Ceritakan yang baik dari sini untuk pengembangan diri di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Kegiatan akan diisi materi-materi tentang jurnalisme bencana. Foto bencana akan diisi oleh Irsan Mulyadi, Pewarta foto berita Antara. Kemudian dilanjutkan oleh materi dari Vulkanologi Kapubaten Karo, dilanjutkan materi cepat tanggap bencana oleh wartawan Metro TV, Harizal dan terakhir materi Standar Operasi Prosedur oleh Bambang Wibowo dari Acted Medan.**(release/Susanto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *