Ibu Sutias Resmikan Program Let’s Talk

  • Whatsapp

Launching Program Let’s Talk – Pada tanggal 2 Oktober 2014 pukul 11.00 WIB, Yayasan Bunda Siti Banun dan bersama para volunteer serta staf pengajar menggelar Launching Let’s Talk di centrium Center Point Medan. 

Launching Let’s Talk yang dibuka oleh Master Ceremony (MC) ini berlangsung elegan dan harmoni dengan menggunakan percakapan berbasis bahasa Inggris. Ini menandakan bahwa Let’s Talk adalah salah satu program yang ditawarkan untuk fasih berbahasa Inggris, dengan cara proses pembiasaan. 

Read More

Acara ini di hadir oleh beberapa tamu penting, seperti Ibu Sutias Handayani (istri Gubernur Sumatera Utara), para jajaran Yayasan Bunda Siti Banun, para sponsor acara, para siswa/i dari berbagai sekolah, dan teman-teman media. Semua melebur menjadi satu dalam nuansa Let’s Talk yang full color pada dekor.

Sutias Resmikan Program Let’s Talk

Pembukaan diawali dengan kata sambutan oleh pihak Yayasan Bunda Siti Banun oleh Bapak H.Herludiansyah Pane, MBA dan juga General Manager dari pihak Center Point Medan. Dilanjutkan dengan pemutaran video asal mula Yayasan Bunda Siti Banun dan ditutup dengan peresmian Launching Let’s Talk oleh Ibu Sutias Handayani.

Ibu Sutias Resmikan Program Let’s Talk

Dalam pemutaran video asal mula Yayasan Bunda Siti Banun yang didirikan oleh (alm). Bapak Kolonel CPM (purn). DR. H. Djalaluddin Pane, SH, terlihat jelas kilas balik perjuangan beliau dalam mengenyam pendidikan dan kemudian yayasan, hingga akhirnya tergagas program Let’s Talk sebagai pendidikan filantropi di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Seperti di artikel sebelumnya, bahwa (alm). Bapak Kolonel CPM (purn). DR. H. Djalaluddin Pane, SH mendirikan Yayasan Bunda Siti Banun atas dasar janjinya pada ibunya yang ingin menjadi orang berhasil tapi mau berbagi dan menolong orang-orang yang kurang mampu, dalam hal ini pendidikan.

Maka dari itu, Yayasan Bunda Siti Banun menjadi salah satu sekolah berbasis sosial. Tidak hanya sampai di situ saja, (alm). Bapak Kolonel CPM (purn). DR. H. Djalaluddin Pane, SH mendirikan sekolah ini tidak hanya menciptakan tamatan yang cerdas saja melainkan memiliki kemampuan tertentu, apalagi bagi mereka yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Dalam menghasilkan tamatan yang berkualitas tentu saja harus didukung dengan fasilitas berlajar mengajar yang lengkap serta program-program yang menunjang kualitas belajar menjadi lebih baik. Salh satunya dengan program Let’s Talk.

Program Let’s Talk merupakan program fasih berbahasa Inggris dengan menerapkan metode accelerated learning yakni, belajar dengan menggunakan audio, visual, dan kinestetik, yang lebih berfokus pada pembelajaran interaktif dengan siswa/i. Ini adalah pendekatan “Let’s Learn! Let’s Play! Let’s Talk!”

Mengapa Bahasa Inggris?

“Bahasa Inggris adalah bahasa universal yang perlu dikuasai oleh masyarakat Indonesia, karena akan memungkinkan mereka untuk menjadi lebih kompetitif dalam skala global. Kita perlu meningkatkan performa kita, dan apa yang lebih baik selain memberikan awal yang baru bagi generasi masa kini yakni, dengan belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan interaktif,” ungkap Bapak H.Herludiansyah Pane, MBA selaku Dewan Pembina Yayasan Bunda Siti Banun, dalam kata sambutannya.

30 Sekolah Let’s Talk di Sumut

Ibu Dini Cahyaningtiyas, Ketua Yayasan Bunda Siti Banun (YBSB) juga mengatakan bahwa YBSB dipilih sebagai pilot project dari program Let’s Talk ini. Akan tetapi, sudah diwacanakan 30 sekolah mendapatkan program Let’s Talk gratis, khususnya di Sumatera Utara. Dimana satu kali program berlangsung selama tiga bulan dan diutamakan bagi sekolah-sekolah di pedalaman yang minim fasilitas.

Keterbatasan jam pelajaran pada kurikulum Bahasa Inggris, menjadikan program Let’s Talk ini sebagai pilihan tepat dalam melakukan pengembangan berbahasa Inggri siswa/i. Dalam dua tahun ke depan akan di bina 60 staf pengajar sehingga fasih berbahasa Inggris dan akan di sebar ke beberapa sekolah di pedalaman, khususnya di Sumatera Utara. 

Lets Talk di Centre Point Medan

“Alasan kami memilih tenaga ahli dari Malaysia karena saat ini Malaysia sebagai negara ketiga terbaik dalam penggunaan bahasa Inggris,” tutur Ibu Hj. Ir. Debby Fientya Ludiyantie Pane, selaku Dewan Pembina Yayasan Bunda Siti Banun.

Ibu Debby juga mengatakan bahwa tidak ada syarat khusus untuk menjadi volunteer dari program Let’s Talk ini, sebab baginya siapa saja yang mau dan peduli untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, boleh bergabung dan mendaftarkan diri sebagai vonlunteer binaan. “Selain mendapat kesempatan belajar bahasa Inggris, para volunteer juga mendapat ilmu kepemimpinan dan sosial,” ujar Ibu Debby mengakhiri wawancara di siang itu.

Acara ini hasil kerja sama oleh Bank Muamalat, A-Radio, Aplaus Magazine, Cerita Medan, Tribun Medan, Kinetic, Durio Indigo, Profound, Learning Solution, CX Indonesia dan Center Point Medan.

Baca Juga : 
Let’s Talk : Enjoy Using English

Siap Hadapi ASEAN Free Trade 2015?
Siap Hadapi AFTA 2015 Bersama Let’s Talk

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *