Jangan Biasakan Korek Telinga

  • Whatsapp

Kebiasaan mengorek telinga ternyata bisa menyebabkan infeksi dan radang, bahkan kolaps. Menurut dr. Dini, dari Klinik Harapan Bunda, Medan, mengatakan telinga, seperti halnya kulit, secara periodik akan mengeluarkan sekresi/cairannya. 

Read More

Bersama pelepasan kulit yang telah mati, cairan ini akan keluar dengan sendirinya atau biasa disebut kotoran telinga. “Cuma, kadang kita enggak sabaran. Maunya, kotoran cepat keluar. Jadilah dikorek-korek dengan cotton buds, peniti atau jepit rambut,” tuturnya. 

Proses ini malah akan membuat kulit telinga terluka dan meradang. “Lebih baik biarkan kotoran itu keluar sendiri,” anjurnya. 

Bila kotoran itu mengeras di dalam, tetesi dengan cairan karbogliserin sehingga bongkahan kotoran (serumen) tadi akan leleh dan keluar sendiri. 

Secara alami, bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang telinga yang bersudut membuat kotoran, seperti debu atau serangga, sulit menembus bagian yang lebih dalam. Tugas menghalau kotoran juga dilakukan kelenjar rambut yang terdapat di bagian depan setelah liang telinga. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen. Kita lebih mengenalnya sebagai tai telinga atau getah. Tai telinga inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

Tai telinga seharusnya tidak dibuang kecuali jika menggumpal dan menyumbat liang telinga sehingga menghalangi pendengaran. Dalam kadar normal, tai telinga hanya menutupi permukaan dinding telinga. Membersihkan telinga hanya boleh dilakukan pada bagian luar saja, seperti daun telinga dan muara liang telinga.

Pengalaman dari kawan kita Wahyu Blahe, juga mendapati kejadian dimana tiba-tiba lubang telinganya tersumbat. Tentunya sangat mengganggu pendengaran dan aktivitas keseharian tentu mendapati kegelisahan. “Kemarin pas periksa ke dokter, kata dokternya karena keseringan korek kuping, jadi kotoran yang terdorong kedalam menjadi menggumpal. Jadi disarankan dokter agar jangan sering-sering mengorek kuping. Namun dokter memberikan pertolongannya dengan spooling kuping untuk membersihkan lubang telinga. Kapok deh,” ungkap Blahe.

Demikianlah artikel mengenai Jangan Biasakan Korek Telinga ini dibuat, semoga pembaca Cerita Medan mendapatkan informasi yang berguna.(anggraini)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *