IBX5A49C9BC313D6 Gunung Sibayak : Gunung Dengan Beberapa Puncak - Cerita Medan

Gunung Sibayak : Gunung dengan Beberapa Puncak

Gunung Sibayak adalah tempat wisata alam di Tanah Karo. Gunung kebanggaan masyarakat Karo, Sumatera Utara oleh para pecinta alam tentu dapat menikmati keindahan dunia di atas awan. Nah, bagi kamu yang suka dengan dunia pendakian gunung atau lebih keren disebut dengan mountaineering, lokasi satu ini tidak boleh dilewatkan jika pergi ke kota Medan.

Gunung Sibayak

Gunung Sibayak: Gunung dengan beberapa Puncak

Gunung Sibayak berada di dataran tinggi tanah Karo, kabupaten Karo, Sumatera Utara. Jika memulai perjalanan dari kota Medan, jarak yang akan kita tempuh adalah 50 km yang dapat ditempuh selama 2 hingga 3 jam perjalanan. jika menggunakan kendaraan pribadi, persiapkan dengan baik kendaraan yang akan dipakai. Perlu diketahui Karo merupakan daerah di dataran tinggi sehingga jalan untuk menuju ke sana menanjak dan kerkelok. Skill mengemudi di jalanan pegunungan harus menjadi modal utama dalam mengendarai mobil menuju ke lokasi ini.

Secara administrative, gunung Sibayak termasuk ke dalam kategori Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. Gunung ini memiliki beberapa puncak dan puncak tertingginya dikenal dengan nama Takal Kuda. Nama itu berasal dari bahasa Karo yang artinya kepala kuda. Gunung Sibayak memiliki tinggi 2.094 meter di atas permukaan laut (mdpl). Puncak tertinggi dari gunung ini terletak di titik koordinat 97030` Bujur Timur dan 4015` Lintang Selatan.

Untuk mendaki ke puncak gunung Sibayak, kita dapat melalui beberapa rute. Yang pertama kita bisa mengambil rute dari kota Berastagi. Perjalanan dimulai dari jalan setapak yang ada di belakang bukit Gundaling. Sedangkan rute kedua dibisa dimulai dari desa Raja Berneh. Rute kedia inilah yang sering dilalui para pendaki karena memiliki jalur tempuh yang paling cepat. Dari rute ini kita akan melewati sebuah lokasi pemandian air panas yang dikenal dengan nama Lau Sidebuk-debuk. Lokasi ini bisa menjadi tempat beristirahat dan menyegarkan badan kembali. Setelah dari pemandian, tantangan sudah berada di depan mata. Tantangan itu mulai terasa di jalur 54. Jalur ini dipenuhi dengan tanjkan yang curam. Mau tak mau para pendaki harus melewati jalur ini. selain itu hutan-hutan di sekelilingnya masihlah sangat alami.

Dalam pendakian ini kita akan melewati beberapa puncak gunung. Namun pastinya puncak gunung Sibayak yang paling banyak diminati adalah puncak tertinggi yaitu Takal Kuda. Perjuangan cukup berat memang harus dilalui sebelum sampai di puncak. Namun, perjuangan dan rasa lelah yang melanda itu akan terobati dengan pemandangan indah yang membentang sejauh mata memandang. Ketika matahari pagi mulai menampakkan sinarnya, pemandangannya tidak akan tergantikan dengan apapun. Mendung yang menutupi bagian bawah gunung membuat kita seperti berada di dunia di atas awan. Sinar matahari dengan warna keemasan ini perlahan akan menghangatkan badan kita. Tidak bisa dipungkiri kalau udara di puncak gunung pastilah terasa dingin menusuk tubuh.

Setelah puas menikmati sunrise dari puncak gunung Sibayak, masih ada satu tempat lagi yang sayang untuk dilewatkan. Turun dari Takal Kuda, kita akan meneruskan perjalanan ke sebuah telaga yang diberi nama Telaga Putri. Perlu 30 menit perjalanan dari puncak gunung untuk menuju ke lokasi ini. Di lokasi ini sekali lagi kita menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan.

Setelah puas menikmati keindahan telaga Putri, kini saatnya untuk pulang. Uniknya jika untuk pulang mendaki itu harus turun, dari telaga ini kita harus naik bukit terlebih dahulu baru kita akan menemukan jalan turun ke kaki gunung Sibayak. Itulah sedikit gambaran tentang keindahan dunia di atas awan Gunung Sibayak. Cerita di atas akan bermakna jika kamu datang sendiri ke sini.

KOMENTAR

BACA JUGA