Syaiful Burhan Sukses jadi Pengusaha Molen Arab

  • Whatsapp

Syaiful Burhan Sukses jadi Pengusaha Molen Arab – Semangat, perjuangan dan kegigihan menjadi modal dalam memulai sebuah bisnis. Demikian juga dengan pemilik Molen Arab, Syaiful Burhan yang mengaku awalnya saat memulai usahanya belum percaya diri.

Ini pula yang membuatnya, tidak terlalu menggembar-gemborkan molen buatannya ini ke masyarakat luas. Namun hanya memasarkannya di lingkungaan kampus Universitas Sumatera Utara.

Read More

Dari hanya 50 potong molen diproduksi setiap harinya, kemudian berkembang menjadi 400 potong. Hingga saat ini kapasitas produksi mencapai 2000 potong perharinya.

Pemilik Molen Arab dengan tagline, panjang, lembut, besar dan puas itu, secara perlahan Burhan mulai bergabung dengan komunitas wirausaha, Student Enterprenership (SEC) pada November 2013 setelah terpilih menjadi salah satu pemenang Big Idea Competition.

Dari sini perlahan usaha yang dibangunnya dengan penuh perjuangan mulai membentuk jaringaan. Disini pula yang menjadi awal bagi untuk mengikuti kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

“Setelah gabung di SEC, terus “dipaksa” ikut WMM. Padahal usaha baru 7 bulan. Tapi alhamdulillah, langsung masuk nasional,”kata Burhan yang mengandalkan strategi penjualan dengan sistem direct selling ini.

Dalam memulai usaha ini, Burhan menuturkan, dirinya terinspirasi dari ibunya serta teman satu kamar yang udah mulai usaha. “Saat itu teman satu kamar saya namanya Syahid Ismail, sudah duluan memulai usaha, sekarang dia sudah tamat,”ujar Burhan yang rela tidur hanya dua jam setiap harinya saat memulai usaha ini.

Kemudian disinilah dia mulai membangun usaha Molen Arab. Dengan bermodalkan Rp 2,5 juta sekira setahu lalu, Burhan pun mulai merintis usaha molen arab dengan bahan baku pisang barangan, salah satu pisang khasnya Sumatera Utara ternyata mendapat respon positif dari pasar.

Disebutkannya, ada beberapa perbedaan molen umumnya dengan molen arab buatannya. Meski umumnya, memiliki ukuran yang lebih kecil dengan bahan baku pisang kapok.

“Rata-rata molen itu, kecil dan kurang enak, dan biasanya di tengggorokan gatal. Makanya saya kepikiran bagiamana membuat molen yang enak dan tidak murahan,” ujar Burhan yang mengaku sangat menyukai molen.

Awalnya tuturnya, memproduksi molen arab yang memiliki rasa yang standar, tidak lah mudah. Oleh karenanya, dia pun selalu bereksprimen untuk mendapatkan hasil terbaik.

“Saya coba bereksperimen, pertama kurang enak, kedua, kurang pas rasanya, dan ketiga kurang garam. Hingga akhirnya, hari keempat, hasil dan rasanya sudah standar,”katanya dan molen-molen itu ditawarkan kepada teman-temannya.

Respon teman-temannya juga menyukai molen ini sekaligus menjadi inspirasi baginya untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Bagi Burhan sebagai seorang anak perantauan, untuk bisa bertahan hidup harus memiliki penghasilan.

Syaiful Burhan Molen Arab

Nama : Syaiful Burhan

Alamat: Jln. Abdul Hakim no.27B (Pasar 1 setiabudi, tanjung sari)

No telp : 0811618161

Prestasi

  1. Pemenang Big Idea Competition SEC USU 2013
  2. Pemenang Wilayah Wirausaha Muda Mandiri 2013 kategori Mahasiswa, bidang Boga
  3. Finalis Nasional WMM 2013
  4. Juara 1 bussines plan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Dalam acara Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Kewirausahaan Nasional (technopreneur camp VI) 2014)
  5. Juara 3 Blogger Kemanusiaan Nasional 2011
  6. Juara 2 VOA Indonesia Blogging Competition 2012

Dalam mengelola usahanya ini, Burhan mengaku mengerjakaan semuanya sendiri. Mulai berproduksi hingga memasarkan. Untuk pertama kalinya dia, menghabiskan lima sisir pisang barangan. Disini dia menghasilkan 50 potong molen arab.

Molen-molen ini kemudian habis terjual. Seiring perjalanan waktu, bisnisnya pun terus berkembang dan kapasitas produksi juga meningkat. Karena molen arab buatan rumahan yang dipatok seharga Rp 3.000 hingga Rp 3.500 per potongnya, kini sudah mencapai 2000 potong perharinya.

Untuk pemasaran sendiri, Burhan masih mengandalkan reseller di lingkungan kampus seperti USU, UMSU dan juga Unimed.

Burhan yang memiliki delapan orang tenaga kerja ini dalam waktu dekat ini, akan memberikan inovasi bagi produknya molen buatannya. Dengan tidak hanya sekedar melirik pasar mahasiswa saja, namun juga masyarakat umum juga.

Untuk mewujudkan target tersebut, kini Burhan yang saat ini sedang melengkapi periizinan produknya ini, juga sudah melirik produk Molen Arab yang premium.

Dengan demikian nantinya produk ini, akan berbeda dengan molen arab yang selama ini, di samping dari harganya yang sedikit lebih mahal, Rp 4.000 per potong, penggunaan bahan bakunya juga termasuk kemasannya juga akan diberikan inovasi juga. 

Target lainnya, Syaiful Burhan juga menargetkan untuk memliki outlet. Tidak hanya itu saja, dalam membangun usaha tambah Burhan, pemilihan nama produk yang unik dan produk yang unik serta berkualitas juga sangat lah penting, untuk strategi pemasaran. (dia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *