Memotret dan Menulis itu Gampang

  • Whatsapp

Memotret
dan Menulis itu Gampang
– Senin,
22 September 2014, bertempat di Gedung Peradilan Semu, Fakultas Hukum,
Universitas Sumatera Utara, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara USU merayakan
ulang tahunnya yang ke-19 tahun.

Read More

Memotret dan Menulis itu Gampang

Perayaan
yang dihadiri sekitar 100 orang lebih, baik dari peserta umum, beberapa Lembaga
Pers Mahasiswa (LPM) dan para sponsor kegiatan tersebut, dibuka oleh Bapak Raja
Bongsu Hutagalung, selaku Pembantu Rektor III.

Kegiatan
dilanjutkan dengan diskusi bareng para pembicara yakni, Tarmizi Harva
(Fotografer), Resita Febiratri (Pemimpin Redaksi GagasMedia) dan Al Dhimas
(Penulis), dengan moderator oleh Aulia Adam, salah satu mahasiswa di Fakultas
Ilmu-ilmu Sosial Ilmu Politik. Diskusi ini bertajuk “Memotret dan Menulis itu
Gampang.”

Diskusi
ini mengulas bahwa menulis itu mudah dan menyenangkan, tidak sesulit yang
dibayangkan banyak orang. Bagi Resita Febiratri, Pemimpin Redaksi di
Gagasmedia, mengatakan bahwa untuk menemukan passion dalam menulis dimulai dengan membaca banyak refrensi buku. “Menulis
itu harus dimulai, lakukan dari hal-hal yang sederhana. Boleh di mulai dari kehidupan
sehari-hari,” tutur Resita, yang sudah menjadi Pemred sejak tahun 2014.

Al
Dhimas seorang yang awalnya minder tapi ingin beken, mengawali karirnya dengan
menajdi penulis buku. Baginya, ini cara paling mudah dan memungkin untuk
dilakukan. Penulis buku “Chemistry” dari penerbit Gagasmedia media ini mengakui
bahwa untuk menentukan passion menulis
dengan cara mencari tahu genre buku seperti apa yang disukai. “Kemudian, mulai
untuk menulis dan mengulanginya terus-menerus, agar terbiasa,” jelas Al Dhimas
yang menerbitkan buku pertamanya pada tahun 2007.

Al
Dhimas juga memberikan beberapa tips agar menulis menjadi lebih mudah yakni, membuat
outline sebelum menulis, baik itu
perkenalan tokoh, latar peristiwa, konflik dan penyelesaian konfliknya. Resita
menambahkan bahwa menulis itu ibarat menjawab kegelisahan,“Jadi tuangin saja
keseharian kamu, pertanyaan-pertanyaan yang membuat kamu ingin mengetahui
sesuatu ataupun dari kegelisahaan ingin menemukan hal-hal baru. Dan semua itu
kamu tuangkan dalam sebuah tulisan,” ulasnya.

Namun,
dibalik buku atau tulisan yang baik, juga terdapat foto-foto yang mendukung
sebagai bentuk visualisasi dari suatu karya tulis. Hal ini diperkuat oleh Tarmizi
Harva, Fotografer Majalah Reuters dan Peraih Penghargaan World Press Photo 2004
yang menjelaskan bahwa foto merupakan nyawa bagi sebuah tulisan sebagai bentuk representative
dari sebuah tulisan.

“Dalam
menghasilkan sebuah foto yang baik, tidak selamanya harus dari kamera yang
beresolusi tinggi,” tutur Tarmizi Harva, salah satu fotografer Indonesia yang
pernah menggelar pameran tunggal di Hawai. Menurutnya, suatu hasil jepretan
bukan ditentukan dari bagus dan tidaknya kamera yang digunakan, melainkan dari
angle (sudut) pengambilan foto. Selain itu, warna juga bisa mempengaruhi bagus
tidaknya suatu hasil foto, sebab warna bisa menstimulan otak.

Ketiga
pembicara pun mengatakan bahwa salah satu tips agar buku laku di pasaran yakni,
dengan mendesain cover semenarik mungkin. “Pastikan cover merupakan ringkasan
dari konten dari tulisan kamu,” tutur Resita. Selain berupa desain grafis,
cover buku juga bisa berupa foto yang bisa mepresentasikan isi.

Dalam
perayaan Pers Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) ini sekaligus
merupakan bagian dari pembukaan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional
(PJTLN) yang diberi nama Salam Ulos. Kegiatan ini nantinya akan berlangsung
selama seminggu yang berlokasi di Parapat.

Pelatihan
ini menggunakan sistem penyeleksian peserta,”Karena kami tidak ingin peserta
melebihi 20 orang, biar efektif pelatihannya kak,” ungkap Shella Rafiqah Ully
selaku Ketua Panitia. Setiap peserta yang mendaftar disyaratkan untuk mengirim
tulisannya dengan tema Bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM). Peserta yag lolos
berjumlah 20 orang dari 36 orang yang mendaftar.

PJTLN
keenam ini akan menghadirkan tiga pembicara yakni, Andreas Harsono (Peneliti
Human Right Watch dan Wartawan Yayasan Pantau), Anugerah Perkasa (Wartawan
Bisnis dan HAM Harian Bisnis Indonesia) dan Rahmat Wibisono (Redaktur Bahasa
solopos.com). Adapun temanya yaitu “Bijak Berbahasa, Mahir Bernarasi.”

Para
peserta yang hadir dari berbagai kalangan yakni, pihak sponsor, LPM Gelora
Sriwijaya Universitas Sriwijaya Palembang, LPM Akademika Universitas Udayana
Bali, LPM Genta Andalas Universitas Andalas, LPM Ganto Universitas Negeri
Padang, LPM Profesi Universitas Makassar, LPM Teropong UMSU, LPM Dinamika IAIN,
LPM Gagasan Universitas Islam Suska Riau, LPM Momentum Langlang Buana Bandung,
LPM Jurnalistik Sekolah Tinggi Agama Islam MAFA Pati Jateng, Detak Universitas
Syahkuala Aceh, LPM Balairung Univeristas Gadjah Mada dan LPM Patriotik Universitas
Batang Hari Jambi.

Kegiatan
perayaan Pers Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) ditutup dengan
penampilan tari kreasi melayu, pemotongan tumpeng, penyerahan plakat, games, penampilan
musik dari tanah Batak pemutaran video dan pengumuman pemenang.

Pemotongan Tumpeng

Penyerahan Plakat

Berikut
para pemenang dari Lomba Tulis Cerpen dan Lomba Fotografi :

Juara
Lomba Tulis Cerpen

Juara
1, berjudul Sebelum Tonggo Raja, Ahmad Ijazi H.

Juara
2, berjudul Senandung Melayu, Bubuh Alhammady.

Juara
3, berjudul Pak Rakiman, Febrina R Pasaribu.

Lomba
Fotografi:

Juara
1, berjudul Landscap Sekitar Icon Kota, Sofiari Ananda.

Juara
2, berjudul Topeng Monyet, Dwi Kuntoro Aji.

Juara
3, berjudul Pengguna Betor, Irfan Rangkuti.

Demikianlah artikel Memotret dan Menulis itu Gampang, semoga menjadi bacaan yang bermanfaat untuk Anda para pembaca Cerita Medan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *