Let’s Talk Meningkatkan Kualitas SDM

  • Whatsapp

Pendidikan adalah pondasi kemajuan suatu bangsa yang tidak akan pernah ada habisnya untuk diulas dan diperbincangkan. Beragam fenomena dari dunia pendidikan melahirkan banyak para pejuang-pejuang independen di luar program pemerintah juga turut mengambil peran dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satunya yakni, Yayasan Bunda Siti Banun.

Read More


Yayasan Bunda Siti Banun yang telah berdiri sejak 2 tahun lalu yakni, pada tahun 2012 oleh anak pemilik dan pendiri Herfinta, (alm). Bapak Kolonel CPM (purn). DR. H. Djalaluddin Pane, SH. Dimana fokusnya untuk meningkatkan pendidikan dikalangan pelajar di daerah pedesaan Kabupaten Labuhan Batu.


Sejarah Yayasan Bunda Siti Banun didirikan yakni, sebagai bentuk rasa terima kasih (alm). Bapak Kolonel CPM (purn). DR. H. Djalaluddin Pane, SH. kepada ibunya yang terus menyokong beliau dalam mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. “Padahal pada masa itu Bapak bisa dikatakan dalam kondisi ekonomi lemah. Rumah saja sudah reyot dan kalau hujan tembus. Jangankan biaya sekolah, untuk kehidupan sehari-hari saja sulit. Tapi ibunya mengatakan, nak..kalau ingin hidupmu berubah yah harus punya pendidikan tinggi,” ungkap Hj. Ir. Debby Fientya Ludiyantie Pane, salah satu anak beliau.


Kegigihan almarhum dalam mengenyam pendidikan, menghantarkannya menjadi orang yang sukses pada masa kejayaannya. “Makanya Bapak sangat yakin dengan wejangan ibunya. Alasan itu yang menguatkan Bapak membangun Yayasan Bunda Siti Banun agar banyak anak-anak yang kurang beruntung bisa menikmati pendidikan yang sederajat,” ungkap Ibu Debby yang juga sebagai Dewan Pembina di Yayasan Bunda Siti Banun. Sungguh tujuan yang sangat mulia.

Let’s Talk Meningkatkan Kualitas SDM

Let’s Talk Meningkatkan Kualitas SDM


Berangkat dari visi mereka yang ingin membuat belajar bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan dan mudah bagi murid-murid dan guru tersebut, serta misi mereka yang ingin mempromosikan komunikasi bahasa Inggris yang efektif melalui program kepemimpinan yang berdedikasi, dan kemudian diadopsi dan direplikasi oleh sekolah-sekolah di kota-kota dan daerah pedesaan Indonesia. Yayasan Bunda Siti Banun bekerjasama dengan enam tenaga pengajar dari Kuala Lumpur,  menerapkan program fasih berbahasa Inggris yang dikenal dengan program Let’ Talk.


Alasan menjalankan program Let’s Talk yakni, ingin memperkenalkan kepada siswa/i bahwa belajar bahasa Inggris adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Selain itu, program Let’s Talk ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup bangsa, pertama sekali dikalangan murid dan para guru. “Apalagi AFTA 2015 yang sudah di depan mata ini. Ya, harapannya dengan kami membuat program Let’s Talk ini bisa membuat para anak-anak didik ataupun para guru memiliki peluang untuk lebih bisa go international nantinya,” tutur Ibu Debby.


Di sela-sela perbincangan dengan Ibu Debby, beliau juga menyampaikan bahwa program ini akan difokuskan kepada siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Beliau mengungkapkan alasannya bahwa seorang anak minimal harus mendapatkan pendidikan sampai batas SMA atau SMK karena standar di Indonesia untuk menjadi seorang pegawwai minimal tamat Sekolah Menengah. Selain itu, pada tahap perkembangan, di usia ini seorang anak sudah tergolong matang secara logika dan rasional dalam bekerja.


Ibu Debby menutup perbincangan kami pada siang itu dengan pernyataan bahwa beliau sangat yakin program Let’s Talk ini mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Sumatera Utara, khususnya di daerah pedesaan Kabupaten Labuhan Batu. “Sebab dengan kita bisa menguasai bahasa komunikasi antar negara, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa berinteraksi dan mendapat kesempatan untuk berkarya,” lugas Ibu Debby sambil mengakhiri perbincangan kami.


Baca Juga : 
Let’s Talk : Enjoy Using English

Siap Hadapi ASEAN Free Trade 2015?
Siap Hadapi AFTA 2015 Bersama Let’s Talk

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *