Cara Hidup Bersih dan Sehat Untuk Anak

  • Whatsapp

Sukses menjangkau lebih dari 1.855 sekolah, 200.000 murid dan 300.000 guru Sekolah Dasar (SD) selama tujuh tahun terakhir, di tahun 2014, PT. Tupperware Indonesia kembali menggelar program “Aku Anak Sehat” (AAS). Di tahun 2014 ini, Tupperware akan mengunjungi kota JaBoDeTaBekKra, Solo, Surabaya dan sekitarnya, Medan  dan Pontianak untuk menjangkau 100.000 anak. Pada tanggal 11 September ini, bertempat di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan, para Guru SD di Medan pun berkesempatan mendapatkan penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan dari pakar pendidikan dan anak. Dengan kembali menggelar program berkesinambungan ini, Tupperware semakin mengukuhkan kepeduliannya terhadap anak-anak Indonesia.

Tupperware mengusung pola hidup sehat yakni membangun karakter hidup bersih, sehat dan mandiri, dengan cara pengajaran cara hidup bersih dan sehat kepada anak-anak dan guru Sekolah Dasar. 

Read More

Cara Hidup Bersih dan Sehat Untuk Anak

Cara Hidup Bersih dan Sehat

Untuk program AAS tahun ini, Tupperware mengusung tema “Membangun Karakter Hidup Bersih, Sehat dan Mandiri”. Marketing Communications dan Public Relations Executive PT Tupperware Indonesia, Intan Dewi Sukmawangi mengatakan “Anak usia sekolah merupakan kelompok umur yang rawan terhadap masalah kesehatan. Padahal kondisi kesehatan sangat berpengaruh pada pencapaian prestasi. Oleh karena itu, gaya hidup bersih dan sehat hendaknya diajarkan, ditanamkan, dan juga diterapkan sejak dini. Melalui tema ‘Membangun Karakter Hidup Bersih, Sehat dan Mandiri’ Tupperware ingin menyebarkan kebiasaan hidup sehat, salah satunya membawa bekal makanan bergizi ke sekolah kepada para murid SD di Indonesia.”

Membawa bekal makanan bergizi ke sekolah merupakan salah satu pendidikan kesehatan yang terus disebarkan kepada guru dan murid dalam program AAS. Berdasarkan survei Badan POM pada 9 Desember 2010 menunjukkan bahwa pangan jajanan anak sekolah menjadi salah satu penyebab kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan (Sumber: Info POM Vol. 12 No. 1 Januari – Februari 2011). Dengan mengajarkan anak untuk membawa bekal dari rumah, orang tua dan guru bisa melatih anak untuk tidak jajan sembarangan. Selain itu, orang tua dan guru juga dapat mengontrol asupan gizi dan kebersihan makanan yang dimakan anak-anak. Membawa bekal makanan ke sekolah setiap hari juga dapat melatih anak untuk berhemat.

Memahami bahwa anak di era globalisasi sekarang cenderung lebih kritis, PT. Tupperware Indonesia menggelar seminar inspiratif bagi guru SD untuk memberikan informasi mengenai cara yang efektif dalam mengajarkan perilaku hidup bersih, sehat dan mandiri pada murid-muridnya. Melalui seminar yang akan dihadiri oleh sejumlah pakar pendidikan dan anak, seperti psikolog Dr. Rose Mini A. P.M.Psi dan Prof. Dr. H. Arief Rahman, M.Pd, Tupperware ingin mengajak para guru untuk lebih kreatif dalam mengajarkan anak didiknya.

Turut hadir sebagai salah satu pembicara di acara konferensi pers “Tupperware Aku Anak Sehat 2014” yang digelar di Medan, Dr. Rose Mini A. P.M.Psi atau yang akrab dipanggil Bunda Romi menjelaskan “Orang tua dan guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter hidup bersih, sehat dan mandiri pada anak karena merekalah orang terdekat yang dijadikan contoh oleh anak-anak. Agar anak tertarik untuk membawa bekal ke sekolah, sebaiknya guru juga harus menerapkan hal yang sama dalam kesehariannya. Jika hanya menasehati tanpa memberikan contoh, anak cenderung sulit untuk mempercayai apa yang diajarkan. Selain itu, guru juga perlu menjelaskan mengenai manfaat dan pentingnya membawa bekal ke sekolah, sehingga murid bisa mengetahui apa gunanya mereka melakukan hal tersebut.”

Memiliki visi yang sama dalam membangun perilaku hidup bersih dan sehat, Dra. Hj. Mawarni Telaum Banua MM. selaku Staf Pendidikan Dasar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun turut menyampaikan apresiasinya terhadap seminar guru yang diadakan oleh PT. Tupperware Indonesia ini. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan seminar bagi para guru yang menjadi bagian dari program AAS ini. Kami melihat program ini sebagai bentuk nyata pihak Tupperware dalam memberikan kontribusinya menciptakan generasi bangsa yang berperilaku hidup bersih, sehat dan mandiri,” tuturnya. Menurut Dra. Hj. Mawarni Telaum Banua MM., ada banyak manfaat yang bisa didapat dari penyelenggaraan program pelatihan bagi guru seperti halnya seminar yang diadakan oleh PT. Tupperware Indonesia ini, salah satunya memperluas wawasan para pengajar.

Selain seminar bagi guru, PT. Tupperware Indonesia juga akan melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar (SD) di 5 kota besar dan sekitarnya di Indonesia. Setiap sekolah akan mendapatkan 1 set wastafel dan 3 set tempat sampah basah dan kering serta poster Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada sekolah yang dikunjungi. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menggalakkan pendidikan kesehatan di lingkungan sekolah, salah satunya melalui UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang mengajarkan peserta didik untuk membawa bekal makanan bergizi ke sekolah, mencuci tangan sebelum makan dan membuang sampah pada tempatnya.

Theresia Irawati, SKM, M.Kes, Kepala Sub Bidang Kemitraan, Bidang Advokasi dan Kemitraan, Pusat Promosi Kesehatan, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI menjelaskan “Kementerian Kesehatan bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyambut positif program Aku Anak Sehat (AAS) yang dijalankan oleh Tupperware. Dengan program AAS ini, Tupperware turut berkontribusi dalam mendukung kesuksesan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dijalankan pemerintah.”

“Sebagai perusahaan yang dekat dengan kaum wanita, PT. Tupperware Indonesia sangat memahami bahwa pendidikan kesehatan perlu untuk diajarkan dan diterapkan pada kelompok anak usia SD guna menunjang prestasi mereka di sekolah. Jika tahun ini kami menargetkan untuk mengunjungi 650 SD dan 100 ribu murid di 5 kota, maka ke depannya kami berharap bisa menjangkau lebih banyak lagi guru dan murid SD. Dukungan positif yang diberikan oleh banyak pihak merupakan sumber motivasi kami untuk terus menggelar program Aku Anak Sehat dan menyebarkan semangat membangun karakter hidup sehat, bersih dan mandiri ke sebanyak mungkin guru dan murid SD di Indonesia, demi terciptanya masa depan generasi bangsa yang lebih baik,” tutup Intan Dewi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *