Let’s Talk : Enjoy Using English

  • Whatsapp

Let’s Talk adalah program fasih berbahasa Inggris sebagai materi belajar dengan metode Accelerated Learning atau percepatan belajar.

Globalisasi dunia yang begitu pesat mempengaruhi banyak pertumbuhan di beberapa sektor, seperti perekonomian, teknologi, pendidikan dan lain sebagainya. Hal ini menjadi alasan mengapa Indonesia juga harus bergerak maju mengejar pertumbuhan tersebut. 

Read More


Cina adalah salah satu negara yang sangat mempengaruhi perekonomian dunia saat ini, di samping Amerika. Seperti yang diketahui bahwa Cina merupakan negara yang sangat melestarikan kulturnya tanpa harus terpengaruh budaya luar yang masuk ke negara mereka, salah satunya budaya berbahasa. 


Namun hal ini menyadarkan warga Cina bahwa Bahasa Inggris menjadi bahasa kedua yang wajib mereka pelajari. Jay Walker menunjukkan fakta ini melalui video yang digarapnya, berjudul “The World’s English Mania (China)”. Bagi kamu yang penasaran, silahkan searching di youtube dengan kata kunci TED Talks.

Let's Talk

Menyikapi hal tersebut, pada saat tim Cerita Medan berkunjung di Aula Yayasan Bunda Siti Banun dimana Program Let’s Talk ini dijalankan sebagai pilot project pertama berjalannya misi pendidikan bahasa Inggris yang difokuskan untuk membantu mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, kepemimpinan, komunikasi, dan pertumbuhan pribadi, maka pada sesi pemutaran video yang termasuk dalam metode program sebagai sarana pembelajaran akan pentingnya berbahasa Inggris, dapat disimpulkan bahwa Jay Walker ingin menyampaikan pentingnya mempelajari bahasa Inggris. Sebab, bahasa dianggap sebagai jawaban dari masalah, seperti buku musik yang menggunakan bahasa Inggris, pelajaran sains juga begitu dan lain sebagainya.

Selain itu, dengan berbahasa Inggris kita akan membuka jendela dunia, sebab bahasa Inggris sudah menjadi bahasa global dan ini telah diterapkan oleh warga Cina. Uniknya, di Cina pembelajaran ini dilakukan pada 2 juta jiwa dan bersamaan, dengan cara yang menyenangkan sehingga mereka lebih mudah melakukannya.

SMK Siti Banun
Reni Kartikaningsih, Kepala Sekolah SMK Siti Banun

Tidak jauh beda dengan Cina, ternyata Yayasan Bunda Siti Banun juga memiliki visi dan misi yang sama mengenani penerapan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di lingkungan sekolah. Yayasan Bunda Siti Banun yang telah berdiri sejak 2 tahun lalu yakni, pada tahun 2012 oleh anak pemilik dan pendiri Herfinta, (alm). Bapak Kolonel CPM (purn). DR. H. Djalaluddin Pane, SH. Dimana fokusnya untuk meningkatkan pendidikan dikalangan pelajar di daerah pedesaan Kabupaten Labuhan Batu. Yayasan Bunda Siti Banun dari sejak awal berdirinya memang sudah memiliki program untuk membuat para siswa/i lancar berbahasa Inggris. “Karena memang impian dari pendirinya seperti itu, ingin menciptakan para lulusan yang fasih berbahasa Inggris,” ulas Ibu Reni Kartikaningsih, S.Psi selaku Kepala Sekolah di Yayasan Bunda Siti Banun.

Program Let’s Talk


Bersama enam tenaga pengajar dari Kuala Lumpur, Yayasan Bunda Siti Banun mengadakan program fasih berbahasa Inggris yang disebut Let’s Talk. Dimana durasi proyek yaitu dua tahun pendirian pondasi, lima tahun ekspansi di Sumatera, sepuluh tahun ekspansi di Indonesia. Program ini difokuskan untuk membantu pelajar dan guru dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, kepemimpinan, komunikasi dan pertumbuhan pribadi.

Program Let's Talk

“Jadi harapannya, setelah kami melatih para siswa/i dan melakukan pendampingan guru di sini, bisa membantu sekolah untuk menerapkan program belajar bahasa Inggris dengan cara mudah dan menyenangkan, bahwa bahasa Inggris itu tidak sulit dilakukan,” ungkap Ahmad Rizal Bin Mohd Adnan selaku Project Manager Let’s Talk.

Program Let's Talk


English is so easy and fun, I enjoy using English. Tagline ini yang terus diutarakan para tenaga pengajar pada saat melakukan orientasi kepada siswa/i. “Ingin menciptakan ramah dalam berbahasa Inggris, sebab umumnya seseorang bukan tidak mampu berbahasa Inggris, tetapi karena rasa takut untuk memulai. Bahasa Inggris hanya butuh di mulai dan hati yg berani, semua bisa dibiasakan, walaupun tidak practise,” lugas Diana Luciana Robert selaku Language Trainer.


Program ini berbeda dengan program belajar bahasa Inggris lainnya yakni, tahap awal yang para pengajar lakukan adalah proses pendekatan dan penyamaan. Maksudnya, bahwa bahasa Inggris itu bisa dipelajari siapa saja dan kalangan manapun. Tidak ada pembeda antara peserta dengan para pengajar, sebab mereka dulunya juga merupakan orang-orang yang tidak fasih berbahasa Inggris. Oleh karena itu, tahap awal dilakukan masa orientasi selama satu minggu bagi peserta. Minggu kedua, dilakukan tahap coaching bagi para guru Yayasan Bunda Siti Banun.

Launching Let’s Talk


Mulai bulan September mendatang akan diadakan program binaan guru bersama tim Let’s Talk. Guru-guru ini nantinya akan didampingi dalam proses belajar mengajar di kelas. Program akan disesuaikan dengan kurikulum yang ada yakni, K 13. Hanya saja sistem belajar mengajar dibuat “easy and fun”. Program ini nantinya akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. “Program ini akan kami lakukan di 29 sekolah dan sementara masih di Labuhan Batu,” ungkap Rizal yang beberapa periode ke depan akan terus pulang pergi Kuala Lumpur – Indonesia demi berjalannya program Let’s Talk ini. 


Alasan ini yang menjadi dasar Launching Let’s Talk pada tanggal 02 Oktober 2014 diadakan di Kota Medan, sebab penggagasnya adalah Yayasan Bunda Siti Banun yang mengajak para pengajar dari Kuala Lumpur untuk bekerjasama dalam penerapan program Let’s Talk. 


Oleh karena itu, 02 Oktober 2014 juga ditetapkan sebagai hari jadi Let’s Talk di Indonesia, berawal di Kota Medan. “Ini tidak menutup kemungkinan akan kami sebar ke beberapa kota lainnya yang ada di Indonesia. Hanya saja bagi daerah terpencil akan terfokus pada siswa/i, sedangkan di kota-kota besar hanya fokus pada pelatihan guru-guru yang mana nanti mereka sendiri yang akan menerapkan kepada siswa/i. Tapi harapan kami ini bisa menjadi program yang nantinya dikembangkan oleh para guru Indonesia sendiri,” papar Rizal lagi.

Let’s Talk! Orientation (SMK SITI BAINUN, RANTAU PRAPAT)

TIME

ACTIVITY

8.00 AM – 8.30 AM

INTRODUCTION

8.30 AM – 8.45 AM

WAYS TO CREATE VALUE/ WAYS TO AVOID UNWANTED BEHAVIOUR

8.45 AM – 10 AM

GROUP FORMATION &  PRESENTATION

10 AM – 10.30 AM

BREAK

10.30 AM -11 AM

POSTER RECITATION

11 AM – 11.30 AM

SING ALONG ‘Let’s Talk!’ song

11.30 AM – 12 PM

FEEDBACK

Pada launching Let’s Talk nanti, Diana mengakui bahwa para siswa/i Yayasan Bunda Siti Banun akan ikut berkontribusi di acara tersebut yakni, menyanyikan bersama Mars Let’s Talk.

Let’s Talk Lyrics

Imagine a world,

Without boundaries,

For both you and me,

English is the key.

Imagine our lives,

When we begin to climb,

Both you and I,

It starts when we try.

Let’s Talk about the world,

Let’s Talk to achieve,

Let’s Talk and succeed,

It’s easy.

Imagine the time,

We could touch the sky,

Both of us reach up high,

This dream is mine. 

Let’s Talk about the world,

Let’s Talk to achieve,

Let’s Talk and succeed,

It’s easy. 

Let's Talk

“English is so easy because I read and speak it every day. So, with English I can do Anything”

Baca Juga : 
Let’s Talk Meningkatkan Kualitas SDM

Siap Hadapi ASEAN Free Trade 2015?
Siap Hadapi AFTA 2015 Bersama Let’s Talk

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *