Brand Medan Keren

  • Whatsapp

Brand Medan Keren – Anda pelaku usaha? Siapkah dengan AFTA 2015 di depan mata? Ingin mengembangkan usaha? Apa saja tantangannya? Baru mau memulai usaha? Oleh karena itu diadakanlah Talk Show dengan tema Brand Medan Keren!

Brand Medan Keren

Read More

Talk Show Brand Medan Keren 

Acara keren ini menghadirkan:


1. Syahrul Komara (ABCO Training)

2. Arif D Anwar (Owner Minyak Goreng Amanah)

3. Hendrik Mahmud (Owner Mie Ayam Mahmud) 

4. Jamhur Abdullah (Owner Adzkia)

5. Afif Abdillah (ketua BPC HIPMI Medan)

6. M. Umar Maya Putra (EDP FE-USU)

7. Hadi (Founder Lima Warna)

8. M. Akbar (Creative Director Odd Saying & CMO EVINDO)

9. Wahyu Blahe (ceritamedan.com)   

Peserta Brand Medan Keren

Suasana riuh dalam ruangan City Hall sontak hening saat dr. Oky sebagai Master Ceremony pada siang itu mengambil alih perhatian para peserta seminar yang tadinya asyik dengan obrolan masing-masing. dr. Oky yang terkenal kocak di kalangan para sahabatnya membuka acara dengan candaan seputar perlunya branding bagi pelaku usaha. Ia mengarahkan peserta untuk membuka google.com dan mengetikan kata kunci “dr. Oky,” sambil ia bertanya “Apa yang anda lihat di halaman pertama google?” Ragam komentar dari beberapa peserta mulai dari dr. Oky seorang dokter, dr. Oky seorang motivator, dan dr. Oky sebagai pengucaha es durian. Ternyata candaan ituu bertujuan ingin menjelaskan pada peserta seminar bahwa branding ituu perlu. Baik branding diri ataupun branding usaha yang sedang kita geluti.

Dalam menyambut AFTA 2015 nanti, Muhammad Ihsan selaku Ketua Komunitas Tangan di Atas (TDA) dan juga sebagai host pada siang itu mengulas bahwa para pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus siap baik secara finansial ataupun mental dalam menghadapi AFTA 2015 tersebut. Melalui seminar yang bertajuk “Brand Medan Keren” Komunitas TDA ingin menyampaikan bahwa Kota Medan sudah saatnya menuju kota bisnis dan kreatif, mulai dari pengelolaan produk, pengembangan usaha, hingga branding dan distribusinya.

“Menjadi seorang pengusaha pada awalnya harus bermodalkan mindset yang positif dan keluar dari zona nyaman,” ungkap Syahrul Komara selaku pakar Mindset Navigator, yang membuka diskusi seminar pada siang itu. Beliau memaparkan bahwa sangat berbahaya bagi seseorang ketika dia berada pada zona nyaman, sebab ketika seseorang itu mengalami high risk maka dia akan sulit bangkit untuk memperbaiki. Mindset pertama yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha adalah mengakui kekurangan dirinya (jujur). Ketika kita tidak mampu menemukan kekurangan diri, Bapak Syahrul mengatakan bahwa Anda membutuhkan seorang mentor agar bisa fokus pada usaha Anda.

“Maka dari itu kita butuh tabungan emosi dan mindset sebagai modal awal menjadi pengusaha. Kenapa? Karena dalam usaha tidak boleh ada yang namanya serahkan. Itu saya alami pada saat saya dapat omset dengan cepat sebesar 2 Miliyar dan saya memilih keluar dari pekerjaan, lalu bangun usaha sendiri. Dan itu tidak berlangsung lama, lalu bangkrut! Itulah yang dinamakan tabungan emosi. Tidak kalaf saat menerima banyak keuntungan. Nah mindset-nya adalah menjalankan usaha jangan sifatnya tunggal, tapi bangun networking,” ulas Bapak Syahrul mengakhiri perbincangan.

Selain tabungan emosi dan mindset, Hendrik Mahmud selaku owner dari Mie Ayam Mahmud menyampaikan bahwa sebagai pelaku bisnis kita juga harus memikirkan regenerasi dari usaha tersebut, apalagi bisnis yang sifatnya Family Company. Sebab bisnis yang sifatnya tunggal dan main sendiri, bagi pria yang berparas Tionghoa ini menuturkan tidak akan bersifat lama dan justru merugikan di saat perusahaan mengalami collapse.

Berbeda pula dengan Arif yang memiliki motto usaha yaitu jadilah tuan rumah di negara sendiri. Baginya memproduksi suatu produk yang merupakan brand lokal adalah peluang bagi usahanya ke depan, atau biasa dikenal dengan asset usaha. Arif D. Anwar yang merupakan owner dari produk Minyak Goreng Amanah, telah melakukan analisis pasar bahwa tahun 2015 minyak titah akan mahal sehingga untuk mengurus hak paten produk pun juga menjadi lebih sulit dan mahal. Kesempatan ini yang diambil Arif dengan menjadi pengusaha UMKM yang fokus pada produk minyak makan. “Saat ini gak apa-apalah saya keluar banyak untuk usaha ini dan melakukan branding di bazar-bazar lokal dan juga mulai memasok ke plosok kota. Tapi nanti 2015 saya akan branding besar-besar produk saya ini. Jadikan sudah tidak pening lagi mengurus izin usahanya,” ungkap Arif sambil tersenyum.

Bapak Jamhur Abdullah selaku owner Adzkia, juga memperkuat pernyataan Arif tersebut bahwa dalam melakukan bisnis kita harus melakukan market research, sebab produk yang kita ciptakan tepat sasaran dalam pendistribusian kepada konsumen. Menurut beliau, ada empat hal yang membuat bisnis mengalami kegagalan yakni, tidak bisa berbahasa bisnis, tidak punya skill bisnis, tidak sadar membangun kekayaan dan kesadaran, serta tidak memahami sistem ilmu hutang.

Seorang pengusaha juga harus mengenal saat ini dia berada di tahap mana, sehingga tidak cepat mengalami kegagalan. Ada enam tahap menurut Pak Jamhur dalam dunia bisnis, yaitu :

  • Tahap mencari makan : dimana seseorang melakukan usaha tujuannya adalah memenuhi kebutuhan dasar.
  • Tahap mencari uang : dimana seseorang melakukan usaha tujuannya untuk berpenghasilan dan target. Biasanya pada tahap ini seseorang sudah mengerti apa saja tools keuangan yakni, neraca, laba-rugi, dan cash flow.
  • Tahap mencari sistem : dimana seseorang melakukan usaha sudah mulai memahami pentingnya melakukan pembukuan dan standar operasional pekerjaan (SOP).
  • Tahap mencari talen : dimana seseorang berani membayar mahal karyawan demi kemajuan usahanya.
  • Tahap mencari kawan : dimana seseorang masuk pada tahap membangun networking kepada sesama pelaku usaha ataupun investor.
  • Tahap menikmati hidup : dimana seseorang sudah memiliki pemikiran bahwa penghasilan dari usahanya wajib ia sedekahkan, dalam skala besar.

Empat pembicara pada sesi pertama ini membahas tema “Solusi Kemajuan Bangsa,” maksdunya adalah langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk menata suatu usaha menjadi lebih baik lagi. “Faktanya, kemajuan bangsa Indonesia pada saat ini sebagiannya di pengaruhi oleh para pelaku usaha UMKM. Di saat pengusaha makro mulai gonjang-ganjing, pengusaha mikro justru tetap stabil. Ituu mengapa kita harus membantu para pengusaha UMKM dalam hal pengembangan usaha,” tutur Afif Abdillah selaku Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Medan.

Afif Abdillah juga menyampaikan bahwa selain membangun sistem yang baik dan tertata dalam berwirausaha, seorang pelaku bisnis juga perlu bergabung dalam suatu himpunan atau wadah yang terdiri dari para pelaku bisnis. “Tujuannya apa? Yah agar kita bisa memperluas jejaring, terbantu disaat membutuhkan dana pengembangan dan yang pasti tempat saling sharing sehingga wawasan berfikir kita dalam berwirausaha pun berkembang. Jadi kita pun siap menghadapi AFTA di 2015 mendatang,” jelas Afif sambil mengajak para peserta seminar turut bergabung di HIPMI.

Menguatkan pernyataan tersebut, Bapak M. Umar Maya Putra selaku Program EDP Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara yang dibentuk oleh Alm. Bapak Bontang Ritonga pada tahun 2012 ini mengungkapkan bahwa sudah seharusnya para pelaku bisnis tidak hanya menggarap pasar kota sebagai aset utama. Di desa yang terkesan miskin sebenarnya merupakan real asset. “Penduduk desa memang tidak memiliki aset kertas seperti uang atau saham yang dimiliki oleh orang kota. Akan tetapi, mereka memiliki real asset berupa tanah sebab setiap penduduk di desa mereka pasti memiliki tanah. Namun, mereka belum mampu melakukan pengembangan. Seharusnya peluang ini yang Anda ambil dalam mengembangkan usaha Anda,” ujar Pak Umar.

Jika mindset dan sistem bisnis sudah tertata dengan baik, maka seorang pelaku bisnis sangat dianjurkan untuk melakukan product branding. Dalam melakukannya pun tidaklah sembarang sebab banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah harus kreatif. Kreatif yang dimaksud yaitu mampu memasarkan produk dengan cara berbeda dan packaging yang unik pula. “Karena bisnis kalau mau berkembang yang harus lihat keinginan pasar. Saat ini pasar itu sangat menginginkan hal yang tidak biasa sehingga dapat menarik minat mereka,” lugas Akbar selaku CEO Portal Medan Branding.

Ketika seorang pengusaha sudah mampu menciptakan hal unik dari produknya, selanjutnya ia harus melakukan promosi. Promosi yang bisa dilakukan tidak sebatas War of Mouth (WOM) ataupun menggunakan media monolog saja. Kini, promosi bisa dilakukan dengan menggunakan media prolog yaitu social media. Sangat banyak social media yang bisa kita gunakan untuk berpromosi seperti facebook, twitter, youtube, G+, Linked dan lain sebagainya. “Dengan menggunakan jasa ini sangat mudah dan murah melakukan promosi sebab tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Tidak ada salahnya rekan-rekan pemanfaatan social media karena memang media ini yang diminati pasar saat ini. Jadi bagi rekan-rekan yang belum melakukannya tidak ada salahnya untuk memulai,” tutur Wahyu Blahe selaku CEO Cerita Medan.

Wahyu Blahe Brand Medan Keren

Wahyu Blahe juga mengungkapkan bahwa para pelaku bisnis juga perlu melakukan personal branding, tidak hanya sekedar product branding. Mengapa? Karena menurutnya jika secara personal seseorang sudah terkenal memiliki pribadi yang baik, dengan sendirinya usaha yang dijalankannya pun baik, begitu juga dalam hal berhubungan bisnis. “Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di social media,” ungkap Wahyu Blahe sambil tertawa ringan memecahkan suasana seminar yang hampir monoton di sore hari itu.

Hal serupa disampaikan juga oleh Hadi Wibowo bahwa pribadi seorang sangat menentukan keberhasilan dari suatu usaha yang sedang dibangun. “Brand yang baik berawal dari manusia yang baik dan bisa bermanfaat dengan manusia lainnya yaitu bermodalkan kejujuran, kedisiplinan, dan working,” jelasnya.

Seminar “Brand Medan Keren” yang diadakan pada tanggal 24 Agustus 2014 dan dihadiri lebih dari 70 orang ini memberikan warna baru bagi peserta di siang itu, “Sangat inspiratif bagi saya sebab para pembicaranya tidak hanya dari kalangan senior tapi ada juga dari para anak muda. Jadi greget saja melihat anak-anak semuda itu sudah bisa membangun usaha,” ungkap Ibu Tutty yang merupakan salah satu peserta seminar.

Medan Brand Keren! Session 1: Kewirausahaan, Solusi untuk Kemajuan Bangsa
Medan Brand Keren! Session 2: Medan Menuju Kota BISNIS Kota Kreatif.

Brand Medan Keren

Terimakasih atas persembahan dari Komunitas Bisnis UKM Tangan Di Atas (@TDAMedan) : Silaturahim dengan banyak pakar ilmu bisnis dan pelaku usaha Kota Medan berjalan lancar di acara Brand Medan Keren!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *