IBX5A49C9BC313D6 Makan Tjantik di D'Heritage Balai Kota - Cerita Medan

Makan Tjantik di D’Heritage Balai Kota

Makan Tjantik di D’Heritage Balai Kota Medan – Gedung Putih di Hotel Grand Aston City Hall Medan yang dulunya merupakan gedung Balai Kota Lama Medan. Bangunan berarsitektur klasik yang dibangun pada tahun 1906.

Makan Tjantik di D'Heritage Balai Kota Medan

Makan Tjantik Lunch Buffet, begitu tema yang diusung oleh tim Food and Beverage hotel bintang lima ini. “Selain pada cita rasa, kami juga menaruh perhatian pada setting dan cara penyajian makanan pada rangkaian buffet ini. Sesuai dengan temanya Makan Tjantik, kami ingin menawarkan sebuah pengalaman dalam menikmati buffet, tidak hanya mengambil makanan lalu duduk dan makan saja seperti buffet pada umumnya.” ujar Baharuddin selaku Executive Chef Grand Aston City Hall Medan.

Beberapa jenis makanan yang ada dalam rangkaian Makan Tjantik Lunch Buffet antara lain adalah berbagai jenis Pasta, Sandwich, Panini, yang bisa Anda kreasikan sendiri, makanan Indonesia seperti Mie Ayam Raden Saleh, serta pilihan dessert yang beragam.

Makan Tjantik Lunch Buffet bisa dinikmati setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 11.30 – 14.00 WIB dengan harga yang relatif terjangkau, Rp 120.000 Nett/orang di D’Heritage @ Balai Kota yang bisa diakses dengan mudah melalui area lobi hotel.

 

D'Heritage Medan
Foto Gambar : D’Heritage

Mulai April 2014, Anda bisa menikmati rangkaian makanan Western dan Asia yang disajikan secara prasmanan; Makan Tjantik di D’Heritage Balai Kota Medan.

History Balai Kota Medan

Balai kota adalah peninggalan bangunan kolonial belanda yang merupakan salah satu ikon saksi sejarah kejayaan usaha perkebunan di Kota Medan. Bangunan yang terletak di sisi barat Lapangan merdeka Medan ini mulai dibangun pada tahun 1906 oleh kantor Konsultan Arsitektur Hulswit & Fermont, Weltevreden yang bekerjasama dengan konsultn Ed Cuypers dari Amsterdam

Bangunan ini bersebelahan dengan gedung BI dan pada awalnya diperuntukkan sebagai kantor Javasche Bank, namun kemudian dibeli oleh Dewan Kota Medan sebagai kantor mereka. Sejak saat itulah daerah sekitar bangunan Balai Kota menjadi pusat kegiatan komersial dan kawasan tempat tinggal orang-orang Eropa yang bekerja sebagai pegawai dan pengusaha perkebunan.

 

History Sejarah Balai Kota Medan

Dewan kota medan dibentuk sejak tahun 1909 dan mayoritas anggota adalah orang Eropa. Seiring dengan perkembangna kota Medan, pada tahun 1917 Dewan Kota membuka kesempatan bagi orang Pribumi, Tionghoa dan India uuk menjadi anggota dewan. Di tahun 1918 Baron Mackay terpilih menjadi Walikota pertama kota Medan berliaulah yang menggunakan gedung Balai Kota untuk pertama kalinya.

Di tahun yang sama juga dilakukan pemungutan suara untuk memilih wakil orang pribumi dan Tionghoa. Raja Gunung dan Muhammad Syaaf terpilih menjadi anggota dewan kota mewakili orang pribumi dan Tan Boen An untuk etnis Tionghoa.

Pada tahun 1913, seorang pengusaha Tionghoa yang bernama Tjong A Fie menyumbangkan sebuah jam besar yang dibuat oleh Van Bergen Firm untuk dipasang di kubah Balai Kota.

Pada tahun 1923, bangunan ini diperbaharui kembali oleh Hulswit & Fermont Weltervreden dan Ed Curpers dari Amsterdam. Balai Kota Medan ini merupakan Fakta Sejarah Kota Medan.

 

KOMENTAR

BACA JUGA