Review Film Comic 8

  • Whatsapp

Review Film Comic 8 – Tidak ada ekspektasi berlebihan saat saya diajak untuk ikut menonton film Comic 8 karya sutradara Anggy Umbara. Dibintangi oleh Babe Cabiita, Mongol, Mudy Taylor, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, Bintang Timur, Fico Fachriza, dan Arie Kriting. Delapan comic, atau stand-up comedian yang cukup tersohor. Ada juga Indro Warkop, Nikita Mirzani, Nirina Zubir dan Agung Hercules sebagai pemeran pembantu. 

Review Film Comic 8

Read More

Film ini sebenarnya menjanjikan sebuah bentuk komedi yang harusnya jauh berbeda dari komedi yang lazimnya kita kenal. Tapi, streotype film komedi lokal yang datar dan terkesan begitu-begitu saja sedikit banyak masih melekat di benak saya. Ceritanya sederhana, tentang perampokan bank yang ternyata menyimpan banyak misteri. 

Secara keseluruhan, film ini cukup mengagetkan saya. Gaya khas Guy Ritchie kental sekali terlihat di film Comic 8 ini. Guy Ritchie, pria asal Inggris yang menyutradarai film populer Sherlock Holmes. Di awal karirnya, Ritchie mencuri perhatian dengan Lock, Stock And Two Smoking Barrels dan Snatch film comedy crime dan gaya hyperlink-cinema. Hyperlink-cinema adalah sebuah istilah yang digunakan seorang kritikus film bernama Alissa Quat, yaitu film yang menggunakan banyak jalan cerita yang saling berhubungan.

Comic 8 mencoba menyajikan sebuah komedi yang terbentuk dari beberapa jalan cerita yang pada akhir film disatukan kembali. Cukup menarik mengingat kebiasaan sineas Indonesia yang menggunakan plot konservatif. Dialog dan joke-nya juga cukup cerdas, cukup kritis meski terkadang berlebihan.

Para stand-up comedian yang menjadi tokoh utama, terlihat masih sedikit kaku dalam berperan. Dan banyak cameo yang memancing gelak tawa penonton, seperti Agus Kuncoro, Kiki Fatmala dan Jeremy Teti. Penampilan Nirina Zubir sebagai polisi juga cukup menghibur. Ada beberapa adegan dimana mungkin terkesan cukup vulgar, seperti adegan dimana Kiki Fatmala muncul dan seorang sandera yang membuka baju. Namun menurut saya adegannya yang dimunculkan bukan jualan utama film Comic 8, seperti maraknya film komedi dan horor kita yang menjual adegan vulgar agar ditonton.

Bagi saya film ini bagus, minus ending yang sebenarnya klise. Joke dalam dialog tidak begitu spesial, tapi cerdas. Banyak scene yang mengadopsi film-film populer, seperti Desperado, Once Upon Time In Mexico dan The Dark Knight.

Saya tidak bisa menyebut Comic 8 spesial, tapi yang pasti ini adalah film comedy-crime yang berbeda dari kebanyakan film komedi lokal. Bila Anda mencari sebuah film yang menghibur, Comic 8 cukup tepat untuk itu.

Review Film Comic 8

Written by: Bima Dwihastomo (@dwihastomo)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *