Posko Ramah Anak di Sinabung

  • Whatsapp

Posko Ramah Anak di Sinabung – Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan lembaga kemanusiaan yang mencoba memberikan sosialisasi posko ramah anak di Sinabung. Artinya, keberadaan posko tersebut guna memberi lebih perhatian pada anak-anak yang berada di pengungsian. 

Read More

Posko Ramah Anak di Sinabung

Situasi gunung Sinabung yang tak menentu, membuat para pengungsi mesti bertahan selama berbulan bulan di pengungsian. Menjadi pemandangan umum, ratusan warga berjejalan dalam satu tempat, tanpa sekat maupun fasilitas. Begitu juga dari total 17.000 pengungsi, terdapat lebih kurang 10.000 anak-anak yang butuh perhatian.

“Perlu adanya perhatian khusus pada anak-anak korban bencana. Karena kita tidak boleh kehilangan generasi penerus kita,” ucap Vice President Humanity Network Development ACT, Insan Nurrohman dalam rangka Kolaborasi Kemanusiaan Untuk Sinabung bertempat di Islamic Center, Jln Jamin Ginting, Berastagi, Sumatera Utara, Minggu (09/02).

Pasca bencana, lanjut Insan, anak-anak mengalami perubahan prilaku. Oleh karena itu peran kita bersama untuk mengatasi hiruk pikuk yang terjadi jangan sampai malah menyebabkan kondisi kejiwaan anak-anak pengungsi Sinabung jadi tidak stabil.

Posko Ramah Anak di Sinabung

“Adanya program posko kemanusiaan seperti posko ramah anak merupakan cara kita untuk memberikan 3M yakni Memahami, Menutrisi, Memotivasi,” ungkap Insan sembari mengajak berbagai pihak yang peduli akan kondisi Sinabung untuk berkolaborasi.

“Kolaborasi tidak akan pernah berhenti, selagi persoalan tidak teratasi.”

Kak Iman, dari Gerakan Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) menyatakan di tahun 2013 total bencana 369 kali di Indonesia. “Artinya banyak anak-anak dilokasi pengungsian harus diperhatikan dan diberikan kecerdasan terhadap bencana. Bukan lagi takut dengan jiwa yang tertekan.”

Menurutnya, kepedulian terhadap Anak Indonesia harus cepat, yakni dengan menggagas kepedulian yang ramah anak. Oleh karena itu, kepada kepada semua lembaga keemanusiaan, NGO, Pemerintah, cobaalah fokus terhadap anak. “Contohnya, bedakan makanan anak dengan orang tua. Perhatian yang baik terhadap anak-anak diharapkan mereka setelah pulang dari peengungsian, sama seperti pulang kemping. Banyak pengalaman yang diharapkan untuk lebih baik dan merasakan keadaan di pengungsian itu sama seperti tidur ditenda.

“Fokuslah terhadap anak, agar mereka tidak terabaikan dengan cara mencerdaskan fikirannya, menenangkan hatinya,” tegas Kak Iman.

Pemerhati dan psikolog anak, Kak Seto menghendaki agar anak-anak agar lebih dilindungi apalagi terhadap kekerasan. “Jangan sampai bencana psikologis dialami mereka, karena akan beerpengaruh pada sosialnya.”


Menurut Kak Seto, traumatik yang menyedihkan dialami anak-anak di pengungsian jangan sampai terjadi. Jadikan anak-anak untuk lebih bersahabat bukan tekanan. “Jangan marah, jangan cubit, namun dengan senyuman. Bukan hanya hiburan yang diperlukan, juga tidur makan yang layak,” jelas Kak Seto dalam konferensi pers Kolaborasi kemanusiaan untuk Sinabung tersebut.

Lebih lanjut Kak Seto mengatakan, anak bukan anak dewasa mini. Perlu yang namanya perhatian khusus bagi mereka. Semoga dengan adanya posko ramah anak, mudah-mudahan dapat menjadi gerakan nasional.

“Bangsa yang besar, Bangsa yang mencintai anak-anak”

Aksi Cepat Tanggap ACT Sinabung

Pada acara ini, hadir sebagai narasumber, Vice President Humanity Network Development ACT, Insan Nurrohman, pemerhati dan psikolog anak, Kak Seto bersama Gerakan Pendongeng untuk Kemanusiaan (Geppuk). Juga hadir Hj. Nanik Kadaryani (istri ketua BNPB, Syamsul Maarif) bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

Ditempat yang sama, Firman AJ, Manager Management Service XL Regional Sumatera PT. XL Axiata Tbk (XL) mengatakan bahwa XL akan terus bersama dan perduli membantu korban bencana Gunung Sinabung. 

Firman melanjutkan, setelah tiga kali XL melakukan aksi XL Peduli Sinabung secara mandiri, maka kali ini kita menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT). Beberapa program bantuan untuk Sinabung juga sedang kita siapkan dan akan kita eksekusi dalam waktu dekat bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

“Di atas tindakan nyata semua itu, mari kita Menabung Doa untuk Sinabung. Mudah-mudahan, bencana segera berlalu, dan kita bisa melihat kembali kebun bunga mawar dan melati yang indah, ladang jeruk yang hijau luas, yang terbebas dari hujan debu,“ pungkas Firman.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *