Komunitas Film Indie Opique Pictures

  • Whatsapp

Komunitas Film Indie Opique Pictures – Komunitas Film Indie Opique Pictures merupakan Komunitas Film di Medan sebagai Movie Maker Indie Kreatif Asli Buatan Anak Medan.

Baca Juga : Komunitas Film Indonesia Gelombang Baru Perfilman

Read More

Komunitas di Medan yang berdiri sejak tanggal 9 Januari 2008 sudah memproduksi puluhan judul film dan turut meramaikan ajang kompetisi film nasional. Berawal dari rutinitas mengumpulkan dokumentasi kegiatan, yang akhirnya mereka membentuk Opique Pictures



Opique Pictures : Movie Maker Indie


“Awalnya karena ngedit film terasa terlalu cepat mulai filmnya setelah judul, jadi awak sok-sokan nambah nama produksi. Ya sebagaimana kita biasa berfikir dari apa yang dekat sama kita ya jadi aku dulu buat pake nama aku sendiri, eh taunya ikutan lomba dengan nama itu menang pula di ajang FFA 2008 film dokumenter kami tentang pelestarian alam. Semenjak itulah nama itu di pake’ hingga sekarang. Ya emang sich banyak yang mikir itu punya aku padahalkan nama komunitas,”  ujar mahasiswa semester akhir bernama lengkap M Taufik Pradana Pasaribu ini.


Opiq selaku salah satu pembentuk komunitas film indie opique pictures ini mengutarakan bahwa banyak tantangan yang mereka hadapi selama membangun Opique Pictures. Akan tetapi, hal ini justru menjadi motivasi mereka dalam membesarkan komunitasnya. Opiq juga menceritakan kalau prinsip yang mereka yakini adalah bagaimana cara untuk bertahan, sebab membesarkan suatu brand tidak sesulit mempertahankannya. 


“Siapa yang haus akan ilmu pasti mereka bertahan dalam komunitas ini, dan jika ada sesuatu kegiatan yang memang bisa menghasilkan uang ya itu sebagai bonus atau subsidi silang jika ada film yang akan mereka produksi,” begitu ungkapnya. 


Mereka juga menjadikan komunitas ini sebagai wadah belajar, baik bagi tim mereka ataupun orang lain yang memiliki minat untuk belajar membuat film. Salah satu contoh Sawal yang masih duduk di Kelas 3 SMA dan saat ini berusia 17 tahun, dipilih oleh tim Opique Pictures untuk menjadi ketua komunitas. Ini menegaskan prinsip mereka tadi bahwa siapapun yang siap dan percaya jadi pemimpin pasti akan membawa perubahan yang baik di komunitas ini. Sawal resmi diangkat sebagai ketua Opique Pictures pada tanggal 13 Februari 2014. 



Bagaimana dengan kepengurusannya?


Pada periode ini Opique Pictures mengalami perubahan kepungurusan komunitas yaitu bertambahnya 6 (enam) departemen. Hal ini bertujuan agar mempermudah proses pelatihan, sebab pengalaman dua tahun terakhir proses belajar tidak cukup hanya dari produksi film saja.


Berikut kepengurusannya: 


1. Administrasi Kesekretariatan:

• Ketua : Muhammad Syawal 

• Sekertaris : Bozhe Harahap 

• Bendahara : Winda Mitari Utami 

2. Kordinator Departemen, Ide Cerita dan Penyutradaraan : M Riedho Pratama

3. Kameramen : M Taufik Pradana 

4. Editor : M Ali Akbar 

5. Make Up Artist dan Properties : Bozhe Harahap 

6. Penokohan : Winda Mitari Utami


Sejauh ini yang masih aktif menjalankan komunitas ini yaitu 25 orang dan untuk tahun ini mereka tidak membuka penerimaan anggota baru. “Karena sedang dalam proses pembekalan ketiap anggota. Harapannya sih, kedepannya masing-masing anggota dapat menjalankan ilmu yang didapat untuk kehidupan yang akan datang semisal jika memang ingin terjun total dalam dunia film,” begitu lugas Opiq.


Hal unik dari Opique Pictures selain beranggotakan anak-anak muda Medan berusia pelajar, komunitas film indie ini juga mengganti istilah rapat mingguan mereka dengan istilah arisan komunitas. Opiq menjelaskan alasan penggunaan istilah ini karena dengan begitu nuansa yang terbentuk bagi tim yaitu kekeluargaan, sehingga silaturahmi yang terjalin bisa semakin menguatkan materi mereka dalam menghasilkan karya. Arisan komunitas ini mereka lakukan secara bergilir di setiap rumah para anggota Opique Pictures.



Apa saja sih kegiatan kalian?


“Kegiatan wajib kami saat ini ya masih produksi film pendek saja, walaupun enggak rutin ya setidaknya kami diskusi soal film dan mimpi-mimpi kami kedepannya,” ujar Opiq. Selain dari film pendek mereka juga pernah produksi film panjang lho.. Dan produksi ini sampai memakan waktu satu tahun lebih enam bulan.Opique Pictures adalah perwakilan Sumatera Utara di ajang kompetisi tahunan Piala Maya 2013 dalam judulnya “Marjinal”, karya M Riedho Pratama.  Meskipun hanya masuk dalam nominasi, para anak muda ini sudah turut mengharumkan perfilman Sumatera Utara, khususnya kota Medan.

Film Marjinal

Selain memproduksi film, mereka juga bersinergi dalam beberapa kegiatan komunitas. Kontribusi yang mereka berikan berupa dokumentasi kegiatan, baik pra-event ataupun selama event berlangsung. Salah satunya Launching Medan Heritage Tour dan Anniversary Punya Medan yang kedua tahun. “Kami produksi film bareng komunitas lain juga lho. Mereka juga bagian dari Komunitas Film Sumatera Utara, biasanya sih kami sebut Kofi Sumut,” ungkap Opiq. 


Dalam waktu dekat, anak-anak muda ini akan memproduksi beberapa film, yang mana nantinya akan meramaikan kompetisi film bergengsi di Indonesia. Rencananya beberapa judul film pendek tersebut akan diboomingkan melalui media sosial. Akan tetapi judul yang akan dipromosikan masih mereka rahasiakan lho.. Wah, jadi penasaran nih. Ditunggu ya kawan-kawan.. Salam kreatif film!


Contact :

Phone : 0831 9725 0111 (Opiq)

Twitter : @Opique_Pictures @O_Pictures

Fanpage : Opique Picture’s 

IG     : opiquepictures

Blog : opiquepictures.blogspot.com

e-mail : opiqueghoqielt@ymail.com

Sekian! Komunitas Film Indie Opique Pictures

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *