Duka Untuk Sinabung

  • Whatsapp

Duka Untuk Sinabung – Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa 14 korban jiwa erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Duka Untuk Sinabung

Read More

Hasil laporan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, jumlah korban jiwa tewas 14 orang, luka-luka 3 orang. Jumlah korban tersebut setelah berhasil dilakukannya identifikasi korban tewas dan luka akibat terkena awan panas dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Sabtu pukul 10.30 WIB.

Berikut 14 nama korban jiwa; Alexander Sembiring (pelajar), Daud Surbakti (pelajar), Dipa Nusantara (pelajar), David (pelajar), dan Mahal Sembiring (guru honor SD Desa Gurukinayan), Teken Sembiring, dan Santun Siregar (mahasiswa). Fitriani Boru Napitupulu, Asran Lubis, dan Marudut Barisan Sihite (mahasiswa), Rizal Sahputra (wartawan ZonaSumut), Daniel Siagian (mahasiswa), Julpiandi Mori (mahasiswa), dan Tomas Lakae.

Sementara korban luka-luka akibat awan panas ada tiga orang, yakni Sehat Sembiring (48) dan anaknya Surya Sembiring (21) warga Kabanjahe yang akan ziarah ke Desa Suka Meriah atau di 2,7 km dari kawah Gunung Sinabung. Doni Milala (60) warga Desa Sukameriah. 

Seluruh korban yang tewas dan luka-luka tersebut terkena sapuan awan panas di Desa Suka Meriah yang hanya berjarak dalam radius sekira tiga kilometer dari Gunung Sinabung. 

Tercatat di wikipedia, letusan Gunung Sinabung 2013 meletus, sampai 18 September 2013, telah terjadi 4 kali letusan. Letusan pertama terjadi ada tanggal 15 September 2013 dini hari, kemudian terjadi kembali pada sore harinya. Pada 17 September 2013, terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari. Letusan ini melepaskan awan panas dan abu vulkanik. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas sehingga tidak ada peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit dan Berastagi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga pemukiman sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman.

Akibat peristiwa ini, status Gunung Sinabung dinaikkan ke level 3 menjadi Siaga. Setelah aktivitas cukup tinggi selama beberapa hari, pada tanggal 29 September 2013 status diturunkan menjadi level 2, Waspada. Namun demikian, aktivitas tidak berhenti dan kondisinya fluktuatif.

Memasuki bulan November, terjadi peningkatan aktivitas dengan letusan-letusan yang semakin menguat, sehingga pada tanggal 3 November 2013 pukul 03.00 status dinaikkan kembali menjadi Siaga. Pengungsian penduduk di desa-desa sekitar berjarak 5 km dilakukan.

Letusan-letusan terjadi berkali-kali setelah itu, disertai luncuran awan panas sampai 1,5 km. Pada tanggal 20 November 2013 terjadi enam kali letusan sejak dini hari. Erupsi (letusan) terjadi lagi empat kali pada tanggal 23 November 2013 semenjak sore, dilanjutkan pada hari berikutnya, sebanyak lima kali. Terbentuk kolom abu setinggi 8000 m di atas puncak gunung. Akibat rangkaian letusan ini, Kota Medan yang berjarak 80 km di sebelah timur terkena hujan abu vulkanik. Pada tanggal 24 November 2013 pukul 10.00 status Gunung Sinabung dinaikkan ke level tertinggi, level 4 (Awas). Penduduk dari 21 desa dan 2 dusun harus diungsikan.

Status ini terus bertahan hingga memasuki tahun 2014. Guguran lava pijar dan semburan awan panas masih terus terjadi sampai 3 Januari 2014. Mulai tanggal 4 Januari 2014 terjadi rentetan kegempaan, letusan, dan luncuran awan panas terus-menerus sampai hari berikutnya. Hal ini memaksa tambahan warga untuk mengungsi, hingga melebihi 20 ribu orang.

Setelah kondisi ini bertahan terus, pada minggu terakhir Januari 2014 kondisi Gunung Sinabung mulai stabil dan direncanakan pengungsi yang berasal dari luar radius bahaya (5 km) dapat dipulangkan. Namun demikian, sehari kemudian 14 orang ditemukan tewas dan 3 orang luka-luka terkena luncuran awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung yang berada dalam zona bahaya.

Seperti tak habis-habisnya sejak 27 Agustus 2010, Gunung Sinabung mengeluarkan asap dan abu vulkanis. Pada tanggal 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB (28 Agustus 2010, 17.15 UTC), gunung Sinabung mengeluarkan lava.

Di awal tahun 2014 tepatnya awal Februari, erupsi Gunung Sinabung menghebohkan pemberitaan yang merenggut korban. Sekali lagi, segenap tim Cerita Medan mengucapkan Turut Berduka Cita atas Korban Sinabung. #DukaUntukSinabung

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *