Cerita Puisi : Empat Bait Puisi Doa

  • Whatsapp

Cerita Puisi : Balada Bunga Raya – Cerita Puisi yang ditulis oleh Anak Medan bernama Febry Pramasta Said merupakan seorang deklamator yang penuh dengan karya seni tinggi dalam membacakan puisi.

Empat Bait Puisi Doa

Read More

Ada yang hendak terucap
sebelum Fitnah merusak Fitrah
kerinduan dalam sangkar rahmat Mu
membawa perjalanan jauh berliku
entah pada tujuan mana ia berlabuh
pasti nya,
dekat di sisi Mu adalah anugerah yang tak bisa terucap oleh lidah.

Getir,
tawa,
dan air mata
daku lah yang punya
sedang Engkau lah yang cipta.
mangkir dari janji Mu 
adalah pengkhianatan sia sia
sebab engkau tahu
apa apa yang tak ku tahu.

Ada yang hendak terucap di lidah
Lafadz nama Mu penuh dengan Maha
sedang aku penuh dengan hina
bagaimana pula aku bisa pongah?

Ada yang hendak terucap
sebelum menuju jalan pulang:
“Daku ingin kembali kepada Fitrah ku”

@PramastaSaid

Febry Pramasta Said

*Puisi Doa ini lahir dari kegundahan jiwa tentang riwayat yang pernah tertulis dalam kitab waktu. Menghadap timur,menghadap barat serta menghadap kesegala penjuru mata angin, hanya satu pemilik, bukan aku. Terkadang kita merasa pongah tentang apa apa yang kita punya tetapi kita lupa tentang siapa pencipta segala.

Puisi ini hanya mengingatkan bahwa dari yang sepuluh, seratus, sejutu, satu miliyar bahkan berapa pun banyak nya hanya tetap ada satu yang Maha, ialah Raja dari segala raja (Allah). Cerita Puisi : Balada Bunga Raya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *