Cerita Puisi : Balada Bunga Raya

  • Whatsapp

Cerita Puisi : Balada Bunga Raya – Cerita Puisi yang ditulis oleh Anak Medan bernama Febry Pramasta Said merupakan seorang deklamator yang penuh dengan karya seni tinggi dalam membacakan puisi.

Tince…
malam kembali datang
kau tak pergi bekerja?
apa nasib hari depan anak anak mu?

Read More

Tagihan kontrakan,
tagihan rentenir seberang jalan,
tergeletak di meja makan.
itu semua tak bisa kamu abaikan !
tak bisa kamu mistik menjadi ketiadaan.

Bergegaslah segera Tince,
nyonya majikan marah marah menagih setoran bulan lalu,
yang kau tunggak sesaat tubuh mu layu berminggu minggu.

Sebelum berangkat,
timanglah sejenak anak anak mu,
bisik kan pada mereka
bahwa ibu tengah meniduri Neraka,
antarkan doa doa dalam lingkar mimpi mereka
agar kelak menjadi majikan hukum yang melindungi kaum kaum mu.

Jangan kau murung Tince,
nanti pelanggan mu enggan bersentuh dengan mu,
berikan senyuman hangat kepada nasib pekat,
agar murka sang kuasa,
tak lama peram dalam darah.

Tince…
berilah riasan terbaik pada wajah durja itu,
semprotkan aroma kesturi
yang kau pesan dari ahli surga yang mengencani mu
agar mereka semakin berjingkrak menikmati tubuh mu.

Jangan takut,
bila malaikat mendatangi mu,
tanyakan pada nya:
“Mengapa Tuhan mengutuk sumpahi garis takdir hidup mu?”
jangan ragu,
bila ada razia
ancamlah mereka dengan kalimat kalimat murka
lalu mogoklah kaum kaum seperti mu
agar mereka yang senang berpesta birahi
meniduri saudara saudara kandung mereka sendiri.
jangan gemetar,
langit langit kamar
cermin
pintu
kaca jendela
tembok bilik
neon 10 watt
alat kontrasepsi
dan segala desahan menjadi sahabat terbaik hidup mu.

Tince…
janganlah kau terlalu mabuk dalam pesta mu
janganlah jadi pencopet sewaktu syahwat meng’angkasa
agar kehormatan masih bisa kau dapatkan,
walau kaum tetangga mencemohkan mu.

Tince…
pesanlah nasib baik kepada rembulan sunyi
sampaikan pada nya kau merindukan Surga.

Tince…
segeralah berangkat
malam hampir perkasa bertengger di puncak
jangan kamu abaikan lelaki lelaki yang menunggu di pintu kamar mu
kencani mereka dengan segala cinta
sebab
“hanya dengan Cinta Manusia tersenyum pada hidup nya”

@PramastaSaid


Febry Prasmata Said




*Puisi ini berkisah tentang seorang PSK paruh baya yang menjajahkan diri hanya untuk menghidupi 2 orang anak nya.

Walau sering terkena razia, cemohan orang orang, tetapi itu semua tak menyurutkan langkah nya untuk menghidupi anak anak nya, bagaimana pun anak anak nya harus tetap makan meski ibu nya harus rela menjadi seorang PSK, dan pada akhir nya semua itu ia lakukan karena Cinta. Cerita Puisi : Balada Bunga Raya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *