Medan Youth Enterpreneur Bantu Pengusaha Muda

  • Whatsapp

Medan Youth Enterpreneur Bantu Pengusaha Muda – Jumlah pengusaha muda di kota Medan, terus mengalami pertumbuhan. Namun dalam menjalankan bisnis, selama ini masih masih cenderung menjalankan sendiri.

Read More

Efeknya, usaha yang dibangun juga hanya berjalan apa ada. Maklum saja “pemain baru”  di dunia bisnis dan tidak terlalu diperhitungkan.  Akan tetapi  seiring perjalan waktu, para pengusaha muda ini semakin menyadari pentingnya sebuah komunitas.

Tapi, komunitas ini bukan untuk kongkow-kongkow yang menghabiskan waktu. Namun, sebuah komunitas yang bermanfaat dan menghasilkan. Sebuah Komunitas Medan Youth Enterpreneur (MYE) yang dibentuk akhir Desember lalu.

Medan Youth Enterpreneur

Beberapa penggagas MYE , seperti Adrianus Vito Donato Sinaga; pemilik usaha Kaos Punya Medan, Pemilik usaha Risolasol; Mirza Irfan Sumantri dan pemilik usaha Kambing Aqiqah; Khairil A Siregar, Wahyu Blahe; Founder Cerita Medan, menyebutkan hadirnya  komunitas ini, akan membantu pelaku usaha  muda tidak malu dalam berwirausaha dan tidak lagi sebagai pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Lewat komunitas ini, para pelaku usaha pemula, diajak dan berbagi tips dan ilmu agar tidak merasa canggung untuk berinteraksi dengan konsumen. “Selama ini kita pelaku usaha canggung, segan berinteraksi dengan konsumen.  Bahkan  kita juga merasakan disepelein sama yang senior,”kata Vito.

Sebenarnya bukan hanya itu saja tujuan dibentuknya komunitas ini. Karena lewat YME ini, para pelaku usaha muda yang bisa saling mendukung dan saling menguatkan dalam menjalankan bisnis.

Sekaligus juga peningkatan daya saing.

“Komunitas ini selain wadah sharing, juga bertujuan untuk mengubah maindset anak muda, agar tamat kuliah tidak lagi orientasinya mencari kerja, namun justru mereka sudah memiliki penghasilan dari bisnisnya,”ujarnya.

Komunitas dengan twitter @medan_y_e ini, terbuka bagi semua pelaku usaha dengan usia maksimal 30 tahun dan usaha yang dibangun harus berada di kota Medan.

“Komunitas ini, yang ada masih diatas 30 tahun, padahal sebenarnya banyak anak muda yang memiliki potensi dan juga memiliki usaha. Namun belum eksis, tapi tidak ada yang merangkulnya,” ujar Vito

Selama ini, memang banyak komunitas yang menjadi wadah bagi pelaku usaha. Namun, mayoritasnya lebih pada mengenalkan teori, bukan praktik. Semisal, dikampus, masing-masing. pelaku usaha menonjolkan ego masing-masing.

Hingga saat ini, sudah ada puluhan pelaku usaha muda yang tergabung dalam komunitas MYE. Selain Punya Medan, Risolasol, Cerita Medan, Kambing Aqiqah, masih ada, Ika Cookies, Teri Bajak Medan, Salon Helm, Kerlips dan sejumlah pengusaha muda lainnya.(diana/CM)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *