Community of Dream & Destination

  • Whatsapp

Komunitas Videografi – Community of Dream & Destination – Videografi adalah hal yang diminati anak muda saat ini, termasuk anak muda di Kota Medan. Tepat 200 tahun lalu kamera pertama diciptakan untuk merekam hal visual yang mana pada saat itu hanya bisa diabadikan melalui gambar tangan. 


Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan manusia meningkat, maka kebutuhan dalam mendokumentasikan suatu momen pun tidak cukup hanya sebatas foto saja. Perkembangan foto yang hanya terbatas pada gambar tangan kemudian berkembang menjadi fotografi digital yang pada akhirnya memudahkan para pengguna dalam mengoperasional dan menyimpan data hasil jepretannya. Kemajuan fotografi inilah yang akhirnya melahirkan videografi juga berkembang dalam bentuk visual gerak. Saat ini videografi tidak hanya bisa diproduksi dengan menggunakan alat video yang besar saja, melainkan cukup dengan kamera DSLR pun, kita bisa menghasilkan sebuah karya yang sempurna. Inilah yang dilakukan oleh anak-anak muda di Komunitas CD 2, Community of Dream & Destination.

Read More

Komunitas Videografi -The Dream and Destination



Solidaritas Modal Kami Berkarya

Mereka mengakui bahwa membuat suatu karya bukan berarti kita harus memiliki alat yang canggih, cukup bagaimana kita bisa menggabungkan antara keterbatasan alat dengan konsep dan objek yang akan kita garap. Dengan begitu kita bisa juga menghasilkan suatu karya yang tidak kalah sempurna dari alat yang canggih. “Semua kembali pada konsep kita, bagaimana menggarapnya dan yang pasti komitmen tim dalam mengerjakannya. Karena bagi komunitas kami solidaritas itu penting,” begitu ungkap Yuli, salah seorang personil CD 2.

Community of Dream & Destination berawal dari keisengan 4 (empat) perempuan cantik di jurusan Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, stambuk 2010. Yuli menceritakan bahwa CD 2 ini awalnya singkatan dari komunitas diam-diam, sebab mereka membentuk komunitas ini tanpa diketahui oleh siapapun, sekalipun teman-teman mereka di kampus. Empat perempuan muda ini memiliki passion yang sama, yaitu seni video. Ini yang melandasi mereka dalam mencetuskan komunitas CD 2. Harapannya agar hasil karya yang mereka ciptakan bisa dinikmati dan bermanfaat bagi publik. 


Community of Dream & Destination terbentuk tepat pada tanggal 19 November 2011, jadi sudah terhitung 2 tahun lebih 1 bulan mereka membesarkan komunitasnya melalui seni video. “Kami memilih tanggal 19 November karena memang pas pada saat itu kami ngobrol bareng dan diskusi, yang akhirnya yah memutuskan tanggal segitulah berdirinya komunitas CD 2 ini,” jelas Mawaddah, salah satu penggagas komunitas videografi : Community of Dream & Destination.

Mawaddah juga mengakui bahwa komunitas ini juga terbentuk karena pengalaman jalan-jalan temannya yang bernama Yuli. Yuli pada saat itu sempat main ke Kota Bandung dan melihat di sana komunitas fotografi dan videografi sangat banyak dan berkembang. Akan tetapi di Kota Medan, komunitas seperti ini masih langka. Selain basic mereka yang memang mahasiswa jurusan Komunikasi, ternyata mereka lebih memiliki minat dalam bidang seni video. 



Apa saja sih aktifitas anak-anak muda ini? 

“Sejauh ini sih kami tidak ada jadwal rutin untuk kumpul bareng. Biasanya kami duduk bareng itu pas memang mau produksi saja. Yah ini karena kami kan mahasiswa dan masing-masing punya aktifitas sendiri di laur aktifitas komunitas, ungkap Yuli.

Mawaddah pun menambahkan bahwa aktifitas yang sudah mereka lakukan selama dua tahun terakhir ini adalah produksi cover lagu, videoklip, film pendek, dan video adzan. Biasanya mereka beraktifitas out door, karena memang passion mereka yang menuntut seperti itu. 


Sudah ada 6 (enam) hasil karya yang mereka produksi, dengan produksi pertamanya cover videoklip Windu Defrina, dan lima lainnya yaitu cover videoklip “aku pasti bisa” (Citra Scholastika), iklan Teh Pucuk, film pendek “kisah (s)aku”, video adzan, dan film pendek “sedekah” (yang masih dalam proses produksi saat ini). Semuanya mereka publikasikan melalui social media, Youtube. Hal ini memudahkan mereka untuk mempromosikan komunitas mereka.

“Kami memilih Youtube karena memang media ini yang paling efesien untuk promosi, kan gratis. Hehe..” guyon Yuli. 


Selama produksi adalah momen paling berarti bagi mereka, sebab hasil dari karya mereka itu tergantung dari solidaritas setiap anggota tim pada saat awal komitmen dibuat. Ini yang membuat unik dari komunitas CD 2. “Selama 2 tahun kami bersama sih, Alhamdulillah belum ada kendala yang datangnya dari anggota komunitas. Paling yah kendalanya hanya di masalah waktu dan cuaca saja. Yah namanya mahasiswa ya, jadwalnya kan tidak selalu sama walaupun satu angkatan,” lugas Mawaddah, yang terlihat manis dengan jilbab panjangnya. 


Dari 6 (enam) karya yang mereka produksi, ada satu karya yang menjadi kebanggaan mereka, sebab video ini sudah cukup banyak viewer-nya. Mawaddah mengakui bahwa total viewer-nya sudah hampir 1000 viewer. Dan ini bisa kamu cek di link Youtube berikut ini : http://goo.gl/OAO1RZ Wow! Ternyata anak muda Kota Medan itu tidak kalah keren dengan kota lainnya.

Community of Dream & Destination
Produksi “Windu Defrina”
Community of Dream & Destination
Produksi “Kisah (S)aku”
Community of Dream & Destination
Produksi “Video Adzan”
Community of Dream & Destination
Produksi “Sedekah”
Community of Dream & Destination
Harian Sindo

Personil Community of Dream & Destination

Berawal dari 4 (empat) orang penggagas, diantaranya Yuli, Wita, Ima, dan Mul. Kemudian personil CD 2 pun bertambah 6 (enam) orang, diantaranya 7 (tujuh) orang perempuan dan 3 (tiga) orang laki-laki. Mawaddah mengatakan bahwa penambahan ini dikarenakan kebatasan tenaga dan alat pada awal komunitas ini terbentuk. Jika mereka hanya bertahan berempat dalam melakukan produksi, maka akan mengalami kesulitan pada produksi berikutnya. Dalam komunitas CD 2 mereka semua sejajar dan tidak ada formasi kepengurusan. Hanya saja mereka biasanya menentukan siapa yang menjadi penanggung jawab (PJ) pada setiap produksi yang dilakukan. Ini berdasarkan siapa yang mempunyai ide dari karya yang akan digarap. 


Selain itu, mereka juga tidak pernah terfikir untuk menambah anggota baru, sebab bagi mereka lebih baik meningkatkan solidaritas dari anggota tim yang ada agar hasil karya jadi maksimal. Mereka juga mengakui bahwa dengan adanya anggota tim baru berarti harus membentuk atmosfir baru, ini yang mereka hindari. “Sama saja seperti kita memulai komunitas ini lagi dari awal,” timpal Yuli. 


Berikut 10 (sepuluh) personil Community of Dream & Destination :

  1. Armandika
  2. Muliani
  3. Bani Adam
  4. Silviani Dewi
  5. Faizin Rinandar
  6. Siti Aisyah
  7. Fitri Nurliani
  8. Tiara Utari Putri
  9. Mawaddah Warahmah
  10. Yuliani

Community of Dream & Destination


Meskipun komunitas CD 2 tidak melakukan perekrutan anggota baru, tapi mereka sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung untuk support tenaga ataupun alat, sebab selama proses produksi mereka sangat membutuhkan sumber daya tambahan untuk menghasilkan karya yang sempurna. Bagaimana sih caranya? “Mudah saja, cukup mention ke akun Twitter ataupun hubungi kontak komunitas kami,” jelas Yuli, seraya menutup wawancara siang itu.

Bekerja itu jangan di bawah tekanan, sebab dengan hati senang semua akan menyenangkan. Itulah pentingnya solidaritas tim –Community of Dream & Destination–


Contact:

Phone : 0856 6223 994 (Yuli)

Twitter : @CD2_official

FB : The Dream and Destination

Youtube : Production CD2

Email : thedreamanddestination@gmail.com

Demikianlah artikel mengenai Komunitas Videografi : Community of Dream & Destination. Semoga dapat menginspirasi para pembaca Portal Cerita Medan untuk tetap berkarya dengan apapun media yang ada.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *