International Volunteer Day : Relawan di Indonesia

  • Whatsapp

International Volunteer Day : Relawan di Indonesia – Cerita tentang aksi sosial, mengingatkan kita pada kemanusiaan. Dimana hati tergerak untuk saling membantu dan memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Aksi sosial di Indonesia semakin marak terjadi dan ini mengindikasikan warga Negara Indonesia memiliki empati yang tinggi terhadap sesamanya. Pada dasarnya setiap manusia terlahir dengan sifat kemanusiaannya, hanya saja kadarnya berebeda di dalam diri setiap individu.

International Volunteer Day : Relawan di Indonesia

Read More

Perkembangan teknologi yang membuat zaman terus berubah sehingga menuntut masyarakatnya lebih produktif dalam proses kehidupan. Hal ini menyebabkan banyak kerusakan dalam sistem kehidupan, dan itu tanpa kita sadari, seperti rendahnya tingkat pendidikan, gizi buruk, pencemaran, masalah kesehatan, kepadatan penduduk, perilaku tidak sehat, dan lain sebagainya. Fenomena ini bagi sebagian orang sangat menggelitik sehingga mereka tergerak untuk melakukan perubahan dan perbaikan pada sektor tersebut.

Beberapa isu di Indonesia yang kian marak dan berkembang, menjadikan masyarakat mulai kurang nyaman terhadap kebijakan bangsa ini. Beberapa orang berpendapat,”Kalau menunggu pemerintah yang membuat kebijakan dan pergerakan, itu sama saja seperti menunggu hujan emas membasahi bumi.” Berawal dari hati nurani, didorong keinginan untuk saling memberi dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar, serta tanpa pamrih, maka mereka menyebut dirinya sebagai relawan (volunteer).

Saat ini Indonesia sangat membutuhkan jasa relawan, sebab beragam bencana terus-menerus melanda Negara Indonesia. Seiring dengan hal ini, maka banyak lembaga-lembaga ataupun komunitas-komunitas mulai terbentuk. Mereka mempunyai visi dan misi yang sama untuk kemanusiaan yaitu perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik.

Bukan hal yang mudah menjadi seorang relawan. Sudahkah kita memahami konsep dasar seorang relawan? Relawan tidak hanya memberi dan bermanfaat pada satu peristiwa saja, setelah itu selesai sudah tugasnya. Akan tetapi, relawan adalah dimana kita mampu memahami hakikat mengabdi dan berbagi. Ketika hakikat ini sudah dipahami, maka perlakuan yang kita tampilkan bagi lingkungan sekitar pun sesuai dan sifatnya berulang atau terus-menerus dilakukan.

Fenomenanya, pada saat ini makna relawan mulai tergerus oleh kepentingan beberapa oknum. Banyak badan lembaga yang mengatasnamakan sosial, namun pada kenyataannya itu hanya kedok untuk mereka mendapatkan bantuan dari para founder. Hal ini sangat tidak manusiawi. Bukankah peran utama seorang relawan adalah mengabdi? Mengabdi berarti kita secara suka rela memberikan segala potensi yang kita miliki untuk satu tujuan yaitu kemanusiaan. Seorang relawan juga berarti berkerja secara suka rela, tanpa digaji.

Tepat di hari ini, tanggal 5 Desember 2013 diperingati Hari Relawan Sedunia (International Volunteer Day). Apa sih makna relawan bagi teman-teman? Berikut beberapa penuturan teman kita:

“Relawan menurut saya adalah orang yang dengan ikhlas memikirkan dan membantu orang lain yang kurang beruntung atau sedang tertimpa musibah. Relawan itu juga kan kak ibarat toilet yang jarang diingat tapi sangat dibutuhkan,” ucap M. Fajeri Siregar (Ketua Dewan Pembina Nyfara Fondation Medan – @fajrisiregar)

“Relawan bagi aku, orang yang rela enggak dibayar untuk ngerjain sesuatu. Hehehe.. Tapi kan rugi kalau enggak dibayar, hehehe..” tutur Rizal Fadli (Dokter Perusahaan Regional Kalimantan Tengah – @rfadli)

“Menurut aku, relawan itu orang yang komit terlibat dalam suatu lembaga untuk aktivitas-aktivitas tertentu tanpa digaji seperti pegawai pada lembaga tersebut,” tutur Moudy Taopan (Pengelola Program Komisi Penanggulangan Anak (KPA) Kabupaten Kupang – @MoudyTaopan)

“Relawan adalah seseorang yang dengan sungguh-sungguh dan tanpa meminta balasan dalam melakukan sesuatu, menurut aku.” Gokma Tampubolon (Koordinator National Government Organitation – @ometomatoo)

“Volunteer itu, berbagi dan membantu tanpa pamrih. Bukan hanya berbagi dengan rezeki yang ada, tapi berbagi kebahagiaan. Karena menurut aku, bahagia itu disaat kita bisa buat orang lain bahagia. Kayak ginilah, sandal aku hilang. Hahaha..” kata Sarah Fadilla (Mahasiswa Magister Sains Psikologi, Universitas Sumatera Utara – @pagiitukamu)

“Volunteer sama dengan orang yang rela berkorban waktu dan tenaga bahkan jasa untuk orang lain. Agar apa yang didapatkan oleh seorang volunteer bisa diterima orang lain bahkan ilmu sekalipun,” tutur Prayogi (Youth Conselor Centra Mitra Remaja (CMR) Medan – @soe_hogie)

“Relawan itu adalah panggilan hati untuk berbagi pada mereka yang membutuhkan,” ungkap Nada Gultom (Penggiat Sosial – @nadagultom)

Ini bukan seremonial biasa, peringatan Hari Relawan Sedunia seharusnya menjadi momentum yang berarti untuk berbagai program kemanusiaan nasional bahkan global.

“Pahami Hakikatnya, Pengabdian Bagi Kemanusiaan”

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *