Hari AIDS Sedunia: Musuhi Virusnya, Bukan Orangnya

  • Whatsapp

Hari AIDS Sedunia: Musuhi Virusnya, Bukan Orangnya – Ini semboyan yang acap kali dikampanyekan oleh para komunitas peduli HIV dan AIDS. Hari AIDS Sedunia (HAS) kembali diperingati pada tanggal 1 Desember 2013. Pada dasarnya HAS digagas untuk menumbuhkan rasa waspada AIDS yang disebabkan oleh virus HIV. Selain itu juga sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap kaum orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Aksi solidaritas ini biasa dilakukan dengan berbagai macam cara, tapi dengan satu tujuan yaitu kampanye HIV dan AIDS. 

Hari AIDS Sedunia: Musuhi Virusnya, Bukan Orangnya

Read More

Peringatan HAS 2013, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) fokus pada sektor tenaga kerja. Menurut KPAN, individu yang berada di usia produktif antara 19 hingga 50 tahun, tetap memberikan intervensi terhadap populasi kunci. Ini maksudnya, individu memiliki peran kuat dalam mempengaruhi sektor tenaga kerja di Indonesia.

“Intervensi HIV dan AIDS pada sektor tenaga kerja menjadi penting karena orang dengan HIV dan AIDS berasal dari kelompok ini,” tutur Hamid Batubara, Ketua Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) selaku lembaga yang ditunjuk sebagai sektor utama pelaksana HAS 2013. Beliau juga mengungkapkan dalam konferensi pers HAS 2013 yang bertemakan “Cegah HIV dan AIDS, Lindungi Pekerja, Keluarga, dan Bangsa (KOMPAS.com, 30 November 2013) bahwa 80 persen orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) berasal dari individu dalam usia produktif yaitu antara 19 hingga 50 tahun.

Dalam hal ini sektor swasta ditunjuk sebagai ketua pelaksana HAS, karena diharapkan IBCA dapat menggerakkan sektor swasta secara lebih luas untuk turut berpartisipasi aktif dalam menanggulangi HIV dan AIDS di Indonesia, khususnya bagi pekerja, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Menurut Hamid, saat ini sudah ada 21 perusahaan yang bergabung di IBCA untuk mendukung program-program pencegahan sekaligus penanggulangan HIV dan AIDS di lingkungan tempat kerja. Melalui HAS, diharapkan semakin banyak perusahaan yang mau bergabung. Dengan begitu, target Millenium Development Goals (MDGs) tercapai.

Selain itu beliau menegaskan lagi bahwa dengan merambah sektor tenaga kerja, tidak boleh ada lagi stigma dan diskriminasi yang terjadi pada odha di lingkungan tempat kerja. Dengan begitu, odha mendapatkan hak untuk memiliki pekerjaan yang baik sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan intervensi yang dilakukan pada sektor ini akan meningkatkan kesadaran para pekerja untuk tidak berperilaku berisiko. Hal ini membuat mereka juga akan melindungi keluarga dari transmisi virus HIV.

Hingga September 2013, melalui catatan Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa kasus HIV baru sejumlah 20.397 kasus. Sementara untuk kasus AIDS baru ditemukan 2.763 kasus. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah tersebut tidak terlalu berbeda signifikan. Akan tetapi, kecenderungan cara transmisi virus mengalami pergeseran signifikan. Sebelumnya, transmisi virus lebih dominan berasal dari penggunaan narkoba suntik, namun kini virus berpindah melalui hubungan seksual. 

Ini berarti masih sangat dibutuhkan peran masyarakat dalam mengkampanyekan HIV dan AIDS, terutama pada kaum remaja. Kenapa remaja? Karena masa remaja merupakan masa krisis identitas, dimana individu berada pada tahap pencarian jati diri. Pada masa ini, individu akan rentan terhadap prilaku berisiko seperti seks bebas (free sex). Maka dari itu, pemberian informasi yang tepat dan akurat sangat dibutuhkan.

“Lebih Baik Mencegah dari pada Mengobati, Karena HIV dan AIDS Tidak Ada Obatnya”

Komunitas Terkait

Sumut : @cmrpkbisu @SaHIVusu

Nasional : @AliansiRemaja @KesProRemaja

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *