Hari AIDS Sedunia: Data Fakta HIV/AIDS

  • Whatsapp

Hari AIDS Sedunia: Data Fakta HIV/AIDS – Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia mengenai kasus HIV/AIDS di Indonesia hingga Maret 2013, jumlah yang terinfeksi HIV berjumlah 103759 orang. Jumlah pengidap AIDS 43347 orang, jumlah kematian karena HIV/AIDS 8288 orang, jumlah orang yang tertular HIV (selama Januari-Maret 2013) 5369 orang, jumlah orang yang terkena AIDS (selama Januari-Maret 2013) 460 orang.

Hari AIDS Sedunia: Data Fakta HIV/AIDS

Read More

Sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS seperti dilansir dari Wikipedia HIV/AIDS di Indonesia

Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Kadang-kadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Virus HIV penyebab AIDS dipandang sebagai salah satu virus pemberi hukuman mati untuk pengidap nya. Tanggapan itu berkembang luas di masyarakat bukan tanpa sebab, tapi memang karena hingga kini pun dunia kedokteran modern masih belum bisa membuat penyembuhnya meski puluhan tahun sudah dihabiskan untuk riset dan penelitian mengenai virus ini. 

Perkembangan orang dengan penyakit ini sedikit berbeda dengan penyakit lain. Penderita tidak akan langsung sakit dan meninggal, tetapi lebih ke ‘mati’ perlahan. Ini disebabkan karena virus HIV tidak langsung menyerang organ tubuh pengidapnya, melainkan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat penderita nya akan kehilangan sistem antibodi. Akibatnya? Hanya sebongkah sariawan atau batuk saja bisa berujung kematian. Pandangan negatif tentang HIV/AIDS bermunculan di tengah masyarakat. Sebagian ada yang benar, sebagian lagi hanyalah mitos. Untuk lebih mengenal virus HIV dan penyakit AIDS ini, berikut adalah beberapa hal yang harus diketahui sebelum menghakimi seorang ODHA (Orang Dengan HIV / AIDS).

Bagaimana seseorang bisa terkena virus HIV?

  • Lewat cairan darah -> transfusi darah yang sudah terkena HIV atau jarum suntik yang tidak steril / bekas pakai yang sudah terkena HIV.
  • Lewat cairan sperma atau vagina -> hubungan seks dengan penetrasi penis ke vagina yang memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan vagina atau sperma dengan darah (anal).
  • Lewat Air Susu Ibu -> apabila seorang ibu dengan HIV positif melahirkan lewat vagina dan menyusui anaknya dengan ASI. Kemungkinan penularan dari ibu ke anak ini berkisar 30% yang artinya ada kemungkinan bayi tidak ikut terkena HIV bawaan dari si ibu.

Bagaimana tahapan orang ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS?


Tahap pertama: Periode Jendela

HIV masuk ke dalam tubuh dan terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah

Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat

Tes HIV menunjukkan negatif

Umumnya berkisar antara 2 minggu – 6 bulan (biasanya 3 bulan).


Tahap kedua: HIV Positif (tanpa gejala)

HIV berkembang biak dalam tubuh

Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat

Tes HIV sudah dapat menunjukkan hasil positif karena sudah ada antibody terhadap HIV

Umumnya tetap tampak sehat selama 5 – 10 tahun, tergantung daya tahan tubuh

Tahap ketiga: HIV Positif (muncul gejala)

Sistem kekebalan tubuh sudah menurun

Muncul gejalan infeksi oportunistik, misalnya pembengkakan kelenjar limfa diseluruh tubuh, diare tak berkesudahan, flu, dll

Umumnya berlangsung selama lebih dari satu bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

Tahap keempat: AIDS

Sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah

Berbagai penyakit lain, yang biasanya penyakit remeh pun, terlihat sangat parah

Bagaimana gejala awal yang timbul ketika terkena infeksi HIV pada tahap AIDS?


Pada orang dewasa, tiga tanda utama AIDS adalah:

Kehilangan 10% dari berat badan selama lebih dari satu bulan tanpa sebab

Diare lebih dari satu bulan

Demam yang berlangsung selama lebih dari satu bulan baik secara terus menerus atau datang dan pergi


Pada orang dewasa, lima tanda minor AIDS adalah:

Batuk kering yang tidak kunjung sembuh

Kulit gatal diseluruh tubuh

Herpes Zoster yang tidak kunjung sembuh

Candidiasis, yang putih, dan ruam pada mulut, lidah, atau tenggorokan

Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan) dengan atau tanpa ada infeksi aktif

Orang dewasa dapat di diagnosis mengidap AIDS jika memiliki minimal dua tanda utama dan satu tanda minor. Selain itu diagnosis AIDS juga dapat dibuat jika seseorang mengidap kanker kulit (disebut Karposi, biasanya kemerahan, ungu, atau bintik hitam pada kulit yang dapat menjadi besar dan menyakitkan) atau Kriptokokal Mengitis (infeksi pada otak yang menyebabkan demam, leher kaku, sakit kepala, kebingungan, dan ketidakmampuan untuk bangun).

Cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang mengidap HIV dan AIDS atau tidak adalah dengan pemeriksaan melalui tes darah. Tes darah ini akan mendeteksi apakah ada antibody terhadap virus HIV atau tidak dalam tubuh. Persentase faktor resiko terkena HIV/AIDS tertinggi adalah hubungan seks beresiko pada kaum heteroseksual 78,4%, penggunaan jarum suntik tidak steril 14,1%, penularan dari ibu positif HIV ke anak 4,1%, dan seks sesama jenis sebesar 2,5%.

Patut diingat bahwa virus HIV adalah virus menular yang tidak mudah menular. Penularannya tidak akan terjadi melalui jabat tangan, bersin, memakai peralatan makan yang sama, bahkan hingga berciuman. Virus HIV memang belum dapat disembuhkan tapi pengobatan dengan ARV (Anti Retroviral) secara teratur dapat mengendalikan infeksi HIV sehingga membuat ODHA dapat melanjutkan hidup nya dengan lebih produktif seperti orang tanpa HIV.

Bagi ODHA yang memiliki pasangan HIV negatif salah satu (bahkan munkgin satu-satunya) cara untuk tetap dapat melakukan hubungan intim secara aman tanpa menulari pasangannya adalah dengan menggunakan kondom. Masyarakat saat ini haruslah memiliki pemahaman yang benar, dan mampu melindungi diri mereka dari resiko penyebaran HIV/AIDS.

Menurut data Kementrian Kesehatan, ditahun 2012 jumlah infeksi HIV baru pada kelompok usia 15-24 tahun berjumlah 3.661 kasus. Sedangkan pada semester pertama 2013 (Januari hingga Juni), sudah terdapat 1.996 kasus HIV baru dari kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia.

Demikianlah artikel mengenai Hari AIDS Sedunia: Data Fakta HIV/AIDS semoga dapat memberikan informasi mengenai peringatan Hari AIDS sedunia yang diperingati pada 1 Desember.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *