2014, BRT Medan Beroperasi di Mebidangro

  • Whatsapp

2014, BRT Medan Beroperasi di Mebidangro – Tahun 2014 Kota Medan mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sebanyak 30 unit Bus Rapid Transit (BRT). BRT merupakan sistem transit yang menggunakan bus pada jalur khusus sehingga diperoleh kapasitas yang tinggi.

2014, BRT Medan Beroperasi di Mebidangro

Read More

Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho di Medan, Kamis (5/12). Program pengadaan BRT ini bertujuan mengatasi kemacetan dalam kota serta mengurangi emisi rumah kaca. Hal tersebut seperti dilansir dari beritasatu.com bahwa penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub Leon Muhammad, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Pelaksana tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin.

Adapun jalur khusus yang dibuka untuk sementara yakni Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Kota Binjai. Mobilitas orang dan barang di wilayah Kota Medan dan daerah penyangga yakni Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang terus meningkat dan salah satu dampak negatifnya adalah terjadinya peningkatan kemacetan lalulintas di daerah itu.

“Akibat kemacetan itu sendiri menimbulkan ‘social cost’ yang cukup tinggi mulai semakin lamanya waktu tempuh perjalanan, konsumsi bahan bahkar minyak yang bertambah yang menimbulkan biaya tarnsportasi semakin tinggi hingga bertambahnya angka kecelakaan dan stres di tengah masyarakat,” katanya.

Dampak lain yang lebih mengkhawatirkan adalah pencemaran udara dari kenderaan bermotor yang menimbulkan meningkatnya emisi gas rumah kaca.

Plt Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menyebutkan, angkutan massal BRT itu ditujukan untuk jalan di wilayah Medan-Kota Binjai, Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Karo, Deli Serdang (Mebidangro).

Namun dewasa ini yang sudah disetujui untuk tahap awal pada 2014 adalah Medan-Binjai dan Medan-Lubuk Pakam dengan 30 unit BRT.

“Mudah-mudahan untuk Medan-Karo dapat terlaksana segera agar emisi gas rumah kaca di Medan dan Sumut semakin bisa ditekan,”katanya.

Untuk menyadarkan masyarakat menggunakan angkutan massal, perlu sosialisasi yang keras dan terus diharapkan kesadaran warga Medan bisa semakin tinggi untuk hal tersebut.

Seperti diketahui, terpilihnya Pemkot Medan, Batam dan Menado melalui proses seleksi setelah sistem transportasi berkelanjutan merupakan program yang dicanangkan internasional melalui kesepakatan Bali Action Plan pada Conference of Parties United Nations Climate Change Convention (Cop Unfcc) ke 13 di Bali pada Desember 2007.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *