Perumahan di Medan Masih Menjadi Pilihan

  • Whatsapp

Perumahan di Medan Masih Menjadi Pilihan – Musim penghujan adalah saat yang paling tepat untuk membeli perumahan di Medan. Karena sebagaimana kita tahu, pada musim penghujan kita dapat mengetahui lokasi mana yang berpotensi banjir dan mana yang aman dari banjir.

Seperti diberitakan, Minggu 27 Oktober 2013 lalu kawasan Komplek Perumahan Flamboyan, di Kecamatan Sunggal Medan, dilanda banjir hingga ketinggian dua meter.  Banjir tersebut disebabkan tanggul penahan Sungai Belawan jebol. Dan jebolnya tanggul penahan Sungai Belawan itu terjadi karena curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan debit air meningkat.

Read More

Warga tidak mengira, banjir ternyata terus naik. Sampai akhirnya banjir mengepung rumah warga. Dan pada saat itu, karena keterbatasan sarana peralatan evakuasi, petugas dari Badan Search and RescueNasional (Basarnas) memprioritaskan bayi dan balita dalam proses evakuasi.

Perumahan di Medan Masih Menjadi Pilihan

Kota Sekunder

Terlepas dari faktor alam tadi, Medan merupakan kota sekunder yang menjadi pilihan para pemodal, di antara kota-kota besar lain di Indonesia selain Jakarta. Hal ini merupakan pertimbangan bagi para investor yang ingin meluaskan usaha sekaligus memiliki tempat tinggal di kota Medan, mengingat laju perekonomian di kota Medan juga sedang bagus.

Perekonomian di kota Medan memang sedang meningkat. Hal ini tergambar dari meningkatnya permintaan rumah, meskipun harga jual terus meningkat. 

“Untuk rumah komersil misalnya kebutuhannya sudah sekitar 74.000 unit per tahun dengan harga jual yang lebih cepat meningkat,”kata Arief Nasution, pengembang dan anggota Realestate Indonesia (REI) Sumut, pada kesempatan peresmian perumahan Albahrain City di Jl. Abadi Medan, yang dibangun dengan gaya klasik Persia, dengan harga jual mulai Rp 580 juta per unit.

Menurut dia, naiknya harga rumah, baik untuk komersil maupun rumah sederhana antara lain disebabkan naiknya harga lahan. Namun biarpun begitu, masyarakat kelas menengah ke bawah maupun menengah ke atas di kota Medan sebagian besar lebih memilih untuk tinggal di Kota Medan, daripada di daerahtingkat dua propinsi tersebut, seperti Deliserdang, Serdang Bedagai ataupun Binjai.

Bisnis Properti Masih Tetap Menjanjikan

Sementara itu menurut marketing manager PT Araban Makmur Semesta, Khairul Anwar mengatakan, untuk tahap awal mereka sudah bisa menjual 19 unit dari 74 unit rumah dan ruko yang dibangun perumahan tersebut. Kami menargetkan, rumah itu habis terjual akhir tahun ini.

Bisnis property di Kota Medan memang makin marak. Namun tetap perlu diingat untuk mencari tahu mengenai potensi banjir. 

Sekali lagi Lokasi

Properti, yaitu rumah, apartemen maupun tanah berarti kita terikat pada lokasi. Ditambah lagi harganya yang tidak sedikit, dan mengurus status kepemilikan pun menunjukkan bahwa kepemilikan properti bukan bisnis main-main, maka sangat bijaksana jika sebelum memutuskan untuk membeli, kita survey lebih dulu kondisi yang disebabkan faktor manusia dan faktor alam, apakah berada di lokasi yang rawan banjir atau tidak. Demikian sekilas mengenai perumahan di Medan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *