Mengingat Lupa, Cerita Bisnis Produk Indonesia

  • Whatsapp

Produk Asli Indonesia – Apa Cerita Produk Asli Indonesia? Anda bebas memilih produk apa saja yang dapat dikonsumsi dipakai sehari-hari. Kebebasan tersebut tentu saja membuat lupa diri akan setiap yang dikonsumsi dan digunakan.

Kebebasan tersebut seperti halnya Anda bisa mengkonsumsi sayur apa yang akan dimakan, tapi Anda tidak bisa memilih secara cepat bahwa sayur yang manakah terbebas dari pestisida. Anda juga bisa membeli pulsa untuk keperluan telekomunikasi dengan menggunakan HP yang bagus, namun mengenai tingkat radiasi dari produk tersebut tidak bisa dicegah untuk merusak jaringan syaraf otak Anda. 

Read More

Selain itu, dalam hal pemilihan tontonan sehari-hari yakni TV, Anda bisa mengganti channel apa yang ingin ditonton, tapi Anda tidak bisa menghindari tingkat gelombak pendek elektromagnetik yang terdapat disekitarnya. Ada banyak hal yang memang tanpa disadari bahwa Anda telah terjebak dalam ruang lingkup kebebesan dalam menentukan pilihan seperti diatas.

Produk Asli Indonesia
Foto: Produk Asli Indonesia

Seperti yang terjadi di lingkungan sekitar kita, sadar atau tanpa di sadari kita terjebak di dalam nya. Apa yang bisa anda lakukan, karena ini tuntutan hidup.Bangun tidur anda minum apa ? Aqua ? (74% sahamnya milik Danone prsh Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever Inggris.) Minum Susu SGM (milik Sari

Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).Lalu mandi pakai Lux dan Pepsodent. (Unilever,Inggris). Sarapan ? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG pun impor), Gulanya jg Impor (Gulaku). Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).

Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina,India, Eropa tinggal pilih. Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.Pakai komputer, hp (operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia). Mau belanja? Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart(75% sahamnya Carrefour).

Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm International, Malaysia yg juga Hero. Malam2 iseng nongkrong ke Circle K dari Amerika.Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII,Bank Niaga ah

semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.

Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman ,61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss). Masih banyak lagi kalo mau diterusin. By the way, BB atau HP anda-pun buatan Cina, beda tipis sama saya punya buatan Canada. Sadarkah Indonesia saat ini sedang terjajah? Bahkan untuk hidup di negeri ini pun sulit.

Oleh karena itu, Anda/Kita seharusnya merasa bangga terhadap adanya produk-produk asli dalam negeri. Banyak produk asli Indonesia yang memang dan sangat pantas untuk kita ketahui lebih dalam lagi tentang eksistensinya didalam maupun diluar negeri.

Achilles

Pada awal berdirinya PT. Multistrada Arah Sarana lebih banyak memproduksi ban untuk merk-merk ternama dunia. Pada tahun 2005 barulah mereka mulai membuat brand mereka sendiri, salah satunya adalah Achilles. Saat ini lebih dari 77% produk mereka diekspor keluar negeri.

Baterai ABC asli Indonesia

Diproduksi di Daan Mogot, Jakarta, PT.International Chemical Industri memproduksi baterai ABC dan Alkaline untuk diekspor kelebih dari 50 negara. Bermula dari perusahaan keluarga PT.International Chemical Industri menjelma dan bertransformasi menjadi perusahaan modern dengan 3 pabriknya. Pabrik pertama berdiri di Medan dengan nama PT. Everbright tahun 1959. Kemudian didirikan pula pabrik di Jakarta dengan nama PT. International Chemical Industri. Seiring meningkatnya permintaan, PT International Chemical Industri mendirikan pabrik di Surabaya tahun 1982.

Bodypack dan Eiger

Kedua produk ini bernaung pada satu induk yang sama. Bedanya, Bodypack sekarang memfokuskan diri pada tas laptop dan gadget, sedangkan Eiger setia pada produk-produk berbau aktivitas alam bebas. Kualitas Eiger dan Bodypack sich sudah nggak perlu dipertanyakan lagi.

Broco

Brand ini merupakan milik PT.Broco Mutiara Electrical Industry, yang berdiri pada tahun 1985, dan memproduksi alat-alat dan instrumen kelistrikan. Kini produk-produk Broco telah banyak digunakan, baik oleh bangunan komersial, tempat tinggal, maupun hotel bintang 5.

Buccheri

Produk-produk dari Buccheri adalah Sepatu dan Tas Kulit. Diproduksi mulai tahun 1980 melalui PT. Vigano Cipta Perdana. Banyak orang tak menyangka, bahwa merek besutan Ediansyah ini merupakan produk asli buatan Indonesia. Mayoritas penikmat sepatu dan tas kulit menyangka bahwa Buccheri adalah buatan Italia.

Byon

Perkembangan teknologi yang sangat cepat ternyata tidak membuat negara kita hanya menjadi penonton belaka. Merk Byon turut meramaikan tren komputer dan notebook. Dengan harga yang terjangkau, bukan berarti Byon ialah produk yang tidak bermutu. Malahan memiliki konsep yang cukup tinggi. Kehadiran Byon membuktikan, bahwa Indonesia juga bisa membuat produk teknologi yang berkelas.

Casablanca

Siapa yang menyangka kalau merek Casablanca asli dari Indonesia? Banyak orang menduga kalau merek parfum yang banyak dipakai eksekutif muda ini, berasal dari perancis. Parfum casablanca, yang dalam iklan-iklannya banyak menampilkan model-model bule itu, ternyata diproduksi di Muara Kapuk, Jakarta.

California Fried Chicken (CFC)

Restoran ayam satu ini memang dari namanya udah Amerika banget khan? Pasti terkejut deh kalau tahu salah satu toko makanan cepat saji terkemuka di Indonesia, California Fried Chicken (CFC) tidak dari California, bahkan tidak didirikan di USA tetapi didirikan di Jakarta pada tahun 1983.

Ekspansi usahanya mencakup berbagai lokasi strategis seperti mall, poin rekreasi, gedung perkantoran dan lain-lain. Saat ini, terdapat 183 toko CFC tersebar di seluruh Indonesia, di mana 70 adalah milik franchisee. CFC juga menjalankan sekitar 50 gerai Cal Donuts dan Sapo Oriental (toko makanan Jepang) di Indonesia

Daia

Wings Corporation merupakan salah satu perusahaan paling moncer dalam daftar survei Kantar Indonesia. Banyak produknya yang masuk kategori paling laris di Tanah Air.

Selain Sedaap yang memuncaki daftar 10 besar, perusahaan ini masih memiliki banyak barang konsumsi lain. Salah satunya adalah produk deterjen Daia. Sabun cuci ini terjual dengan CRP 700 juta, dan penetrasi pasar mencapai 78 persen. Deterjen buatan pabrik Surabaya ini bisa menyaingi sabun lain buatan perusahaan multinasional.

Edward Forrer

Edward Forrer adalah perusahaan alas kaki dan tas asal Indonesia. Perusahaan ini dinamakan sesuai nama pendirinya, Edward Forrer, atau lebih sering disapa Edo. Dimulai dengan memproduksi sepatu pada tahun 1989 di Bandung, kini Edward Forrer memiliki lebih dari 50 gerai di Indonesia, Australia, Malaysia, dan Hawaii. Edward Forrer memiliki kantor pusat di jalan Veteran No.44 Bandung, Jawa Barat.

Energen

Minuman sereal ini berhasil dinobatkan Kantar Indonesia sebagai salah satu raksasa lokal yang mendunia. Merek yang hanya ada di Indonesia ini diproduksi PT Kakao Mas Gemilang di Jakarta.

Merek ini mulai dipasarkan pada pertengahan 1990-an. Kini, penetrasi pasarnya mencapai 85 persen. Penjualan per keluarga per bulan dari survei Kantar diperkirakan 15 kali per bulan.

Alhasil dari segi CRP, merek ini berhasil meraup lebih dari 500 juta poin. Energen yang praktis dan dikonsumsi sebagai pengganti sarapan menjadi salah satu produk lokal yang bisa menandingi merek global serupa di bidang minuman sachet.

Essenza

Diproduksi pertama kali tahun 1993, oleh PT.Intikeramik Alamsari Industri, Essenza telah berhasil menembus pasar Singapura, AS, juga negara-negara Asia, Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Bahkan telah diterima di Italia yang notabene merupakan salah satu negara penghasil keramik terbaik dan terbesar di dunia.

Es Teler 77

Waralaba Es Teler 77 didirikan Sukyatno Nugroho, setelah sang mertua bernama Ny Murniati Widjaja menjuarai lomba es teler nasional di tahun 1982.

Gerai Es Teler 77 yang pertama terdapat di pertokoan Duta Merlin, Harmoni, Jakarta Pusat. Di gerai Es Teler 77 juga tersedia berbagai makanan pendamping seperti mi bakso dan nasi goreng. Di luar negeri, gerai Es Teler 77 terdapat di Australia, Malaysia, dan Singapura.

Excelso

Salah satu yang bisa kita lihat selain produk kopi kemasan mereka adalah Excelso Cafe. Mungkin sebagian besar orang ketika berada di cafe ini, takkan terpikir bahwa Excelso adalah brand cafe lokal. Kebanyakan orang akan berpikir bahwa Excelso adalah sebuah cafe luar negeri (bisa jadi Amerika) yang membuka cabangnya di Indonesia. Tapi siapa sangka sebenarnya Excelso ini adalah salah satu anak perusahaan dari Kapal Api Group, yang cukup dikenal dengan brand-nya Kopi Kapal Api. “Beroperasi sejak 1991 di Plaza Indonesia, cafe Excelso telah menjelma menjadi salah satu ikon gaya hidup di kota-kota besar di Indonesia” (dikutip dari majalah Swa edisi 29 April – 11 Mei 2010).

Gajah Tunggal

Coba dilihat mobil/ban sepeda motor anda sebelum bepergian. Apa merk bannya? Mungkin  saja ban Gajah Tunggal yang asli merk dan buatan Indonesia ASLI lho.

Merk ban ini sudah dapat ISO 9001, ISO 9002, E-Mark dari Komunitas Eropa, TUV CERT dari Jerman, kualitas pengujian dari US Department of Transportation, BPS dari Filipina, dan sertifikasi serupa dari Brasil.

Jaringan distribusi lebih dari 50 dealer di seluruh Indonesia dan outlet internasional lebih dari 75 negara. GT Tire mengoperasikan total lima pabrik ban untuk ban biasa, ban radial, ban sepeda motor dan tabung, tabung ban mobil dan karet daur ulang.

GT Radial

Ban produksi PT Gajah Tunggal mulai menapaki aspal jalan di negara-negara Timur Tengah dan Asia sejak tahun 1983, lewat ban berteknologi bias (cross-ply) untuk kendaraan niaga seperti truk, bus dan mobil angkutan. Baru pada tahun 1992, PT Gajah Tunggal mengekspor ban jenis radial (steel belted) dengan label GT Radial, untuk kendaraan sedan dan truk ringan sampai ke Amerika Serikat. Saat ini GT telah mengekspor ke lebih dari 80 negara di Eropa, Amerika, Timur Tengah, Asia (kecuali China), Afrika, Australia dan Selandia Baru, dengan nilai ekspor pada tahun 2007 adalah sebesar Rp 2,6 trilun, dan tahun 2008 diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 triliun. Awal keberhasilan tersebut diperoleh berkat rajin mengikuti pameran dagang yang diselenggarakan di mancanegara.

Hoka Hoka Bento

Hoka Hoka Bento merupakan restoran Masakan Jepang. Restoran yang dinaungi oleh PT. Eka Bogainti ini pertama kali membuka Outletnya di Kebun Kacang, Jakarta.

Hypermart

Hypermarket adalah brand local asli Indonesia. Hypermarket adalah sebuah produk hiper-market (pasar swalayan besar) dari PT Matahari Putra Prima (MPP) yang dulunya bernama PT Matahari Departemen Store, sejak 1997 dibeli sahamnya oleh PT Multipolar, perusahaan di bawah kelompok Lippo. Dengan adanya hypermarket ini, membuka persaingan hiper-market produk lokal untuk sejajar dengan hiper-market terdahulunya yang merupakan brand dari luar negeri yaitu Carrefour dan Giant.

J.CO Donuts and Coffee

Tahun 2005 Outlet pertama J.CO donuts and Coffee di Supermall Karawaci di buka. Perlahan, J.CO donuts and Coffee mengembangkan sayap ke seluruh Indonesia. Bahkan sekarang, J.CO donuts and Coffee sudah memiliki Outlet di luar negeri, Malaysia dan Singapura.

Krisbow

Setelah sukses menggarap Ace Hardware, Grup Kawan Lama lalu memperbesar jaringan usahanya dengan membuat brand atas poroduk mereka sendiri yaitu Krisbow. Krisbow merupakan brand perkakas yang memfokuskan pada produk perkakas berharga murah. Sayangnya dari info yang saya dapat Krisbow tidak memproduksi barangnya sendiri melainkan memesannya dari pabrik yang ada di luar negeri.

Lea

Merek Jeans ini ternyata produk asli Indonesia. Meskipun toko dan iklannya bau-bau Amerika, namun produk ini murni made in Indonesia. Yang jual maupun yang beli tidak pernah minder terhadap merek ini.

Magno

Magno tergolong produk kreatif yang saat ini masih masih diupayakan diproduksi secara massal. Magno adalah radio kayu asli Indonesia buatan Singgih Susilo Kartono yang sudah menebar frekuensi sampai Jepang, Amerika Serikat, Finlandia, Inggris dan Prancis. Konsep yang disodorkan Magno sangat Unik. Lantaran produk di-finishing dengan minyak kayu, bukan pernis, pemiliknya harus rajin merawat radionya secara berkala agar tetap prima. Magno juga berkonsep mendayagunakan barang-barang daur ulang. Harga sebuah radio unik ini cukup mahal, berkisar 200-300 dollar AS, tapi peminatnya banyak.

 

Maspion

Iklan Maspion terkenal dengan ungkapan “Cintailah produk-produk Indonesia”. Maspion memang perusahaan lokal yang terkenal dengan produk elektronik keperluan rumah tangga. Mulai dari setrika, blender, kipas angin, sampai AC pun ada. Perusahaan yang berpusat di Surabaya ini telah menghasilkan produk-produk elektronik sejak tahun 1960-an.

Nexian

Mungkin anda semapt berfikir bahwa nexian adalah produk mobile phone merk cina. Tapi, sebenarnya nexian ini adalah asli produk Indonesia. Nexian adalah market leader di bidang penyedia perangkat telekomunikasi tetap (fixed) dan bergerak (mobile) di Indonesia sejak 2006.

Nexian merupakan pelopor ponsel lokal di Indonesia sehingga dinobatkan oleh para wartawan telekomunikasi dan memperoleh beberapa penghargaan seperti:

* ICA 2010 sebagai The Best Value Services for Nexian Messenger

* Seluler Award 2010 sebagai The Best Local Brand dan The Best Favourite Music Concept

* Golden Ring Award 2010 sebagai The Best Qwerty Local Brand 2010 (NX-G801), The Best Entry Level Phone 2010 (NX-G330 Dangdut POD) dan The Best Local Brand 2010.

* Golden Ring Award 2009 sebagai The Most Favorite Local Brand.

* Dari majalah Forsel (Kompas Group) pada Desember 2008

Kehandalan kualitas produk-produknya, membuat Nexian dipercaya oleh berbagai operator telekomunikasi sebagai mitra penjualan produk bundling, yaitu dengan: ESIA, Telkom, Fren, Indosat, XL, StarOne, dan Telkomsel.

Sampai Maret 2010, ponsel Nexian telah digunakan oleh lebih dari 5.500.000 masyarakat Indonesia. Saat ini, Nexian didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia melalui jaringan Selular Shop, Metroshop serta modern channel seperti Carefour, Giant, Hypermart dan lainnya.

Olympic

Di Indonesia, merek furnitur yang satu ini sudah cukup tersohor. Tapi siapa sangka, ternyata bukan cuma di Indonesia, ternyata produk-produk furnitur Olympic yang juga memproduksi merek-merek Albatros, procella Olympia dan Audio Pro, telah diimpor hingga ke 100 negara.

Ciri khas furnitur Olyimpic adalah desainnya yang knock Down (bongkar pasang), berdesain simpel, dan harganya bersaing. Sejauh ini Olyimpic telah menyabet penghargaan seperti 28th International Award for the Best Trade Name (2004). 

Paseo

Paseo merupakan brand tisu berkualitas premium yang diproduksi PT.Pindo Deli sejak tahun 1998. Paseo kini kini telah diekspor ke negara-negara Asia Tenggara (Singapura dan Filipina), Australia, dan Belgia.

Polygon

Di Indonesia, merk yang satu ini sudah tak asing lagi. Mulai dari sepeda biasa, sepeda mini, sampai sepeda gunung juga ada. Semua sepeda itu di buat di Sidoarjo, Jawa timur. Kualitasnya sih, nggak usah ditanya lagi, KEREN-lah pokoknya. Banyak pengguna biasa sampai komunitas per-sepeda-an memakai produk ini. Harganya juga macam-macam sampai 10 juta-an.

Peter Says Denim

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing

Saya termasuk orang yang paling kaget waktu tahu bahwa Peter Says Denim (PSD) adalah buatan Indonesia. Jujur saja saya lebih mengenal produk PSD dari band dan musisi luar negeri, walau kemudian ternyata banyak artis Indonesia yang memakainya saya tetap percaya PSD adalah produk luar. Tapi ternyata produk ini berasal dari Bandung dan didirikan oleh Peter Firmansyah.

Polytron

Melihat atau mendengar merek Polytron, boleh jadi yang terbayangkan adalah produk elektronik dari luar negeri. Padahal, sesungguhnya Polytron lahir di Tanah Air, di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), yang kemudian menembus pasar Eropa, ASEAN, Timur Tengah, dan Australia. Bahkan, Polytron bisa dikatakan kini tinggal satu-satunya produk nasional-tanpa prinsipal-yang masih bertahan, setelah melalui perjuangan panjang dan gelombang pasang surutnya industri elektronik nasional.

Menurut yang punya merek, Polytron merupakan gabungan dua kata, yaitu poly yang berarti banyak, dan tron diambil dari kata elektronik. Jadi, Polytron diartikan sebagai kumpulan (banyak) elektronik. Barang elektronik, seperti produk audio, video, kulkas, mesin pengatur suhu udara (AC), dan pompa air merek Polytron sebenarnya lahir dari tangan putra-putri Indonesia di Kudus, Jateng, yang diakui pemiliknya kini menguasai 15 persen pangsa pasar produk elektronik nasional untuk produk sejenis.

Radix Guitar

Toien Bernadhie mendirikan Radix Guitar agar Indonesia memiliki gitar standar internasional yg skrg sdh didistribusikan ke Swedia, Denmark, Inggris, Yunani, Swis, Canada, Australia, Singapura dan Malaysia. Jeff Beck dan Jimmy Paige dari Led Zeppelin pernah ke Bandung utk mengetes RADIX dan they like it.

Roma

Biskuit Roma menjadi salah satu merek lokal yang bisa bersaing dengan merek global dalam hal penjualan. Salah satu produk tertua buatan PT Mayora Indonesia ini berhasil meraup 997 juta CRP, masuk 10 besar produk konsumsi paling laris se-Indonesia.

Merek biskuit yang dikembangkan sejak 1977 ini hanya dijual di Indonesia. Dengan fokus pada pasar domestik, Mayora berhasil menjadi produsen biskuit terbesar se-Asia Tenggara.

Lim Soon Lee dari Kantar Indonesia menyatakan produk biskuit merupakan salah satu produk konsumsi favorit masyarakat Indonesia. “Memang hanya Roma yang masuk di 10 besar, tapi sebenarnya kalau daftarnya menjadi 30 besar, banyak merek biskuit yang masuk sebagai terlaris,” ujarnya.

Sasa

Bumbu penyedap rasa Sasa menjadi merek lokal yang diprediksi Kantar bisa menantang merek lain di kancah global. Ekspansi produk buatan pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur ini bisa menandingi raksasa global seperti Ajinomoto dari Jepang.

Sasa merupakan produksi PT Sasa Inti yang dibentuk pada 1968. Pabrik ini awalnya memproduksi monosodium glutamat (MSG) olahan tebu.

Kini, produk Sasa merambah pelbagai jenis bumbu, mulai dari MSG, sampai kaldu instan. Kantar mencatat produk ini meraup lebih dari 500 juta CRP.

Sanyo (Pompa Air)

Jenis produk yang satu ini tidak kalah terkenalnya. Merek pompa air Sanyo sudah sangat dikenal sejak dulu. Ketika pompa air manual dan sumur mulai ditinggalkan, Sanyo menjadi pilihan utama saat itu karena sebagai pelopor dan juga kwalitasnya yang bagus. 

Saat ini kata “Sanyo” menjadi icon untuk semua merek pompa air di Indonesia. Apapun jenisnya, mereknya dan bentuknya. Asalkan pompa air, itu namanya Sanyo.

Sanyo  adalah perusahaan elektronik yang bukan hanya memproduksi pompa air, perusahaan ini juga memproduksi televisi, lemari es dan banyak lagi. Tetapi karena sudah familiarnya merek Sanyo sebagai icon pompa air. Produk-produk lainnya dari Sanyo agak tenggelam dan lebih memilih merek lain.

Silver Queen

Silver Queen, Chunky Bar, dan Ceres, siapa yang tak kenal dengan ketiga merek coklat ini? Tahukah anda, kalau produsennya PT.Petra Foods, menjadi salah satu pemain utama di pasar global. Petra Foods, perusahaan milik keluarga Chuang ini, menjadi pesaing berat M&M’S, produsen coklat nomor wahid asal Amerika. Produk-produk dari PT.Petra Foods tersebut juga telah merambah ke setidaknya 17 negara di antaranya Thailand, Jepang, Filipina, Hong Kong, Australia, dan China.

Sophie Martin

Sophie Martin didirikan oleh pasangan suami-istri berkebangsaan Perancis, Bruno Hasson dan Sophie Martin. Pada tahun 1997 mereka datang ke Indonesia karena Bruno mendapat tugas di sebuah perusahaan perancis yang ada di Indonesia. Mulanya, mereka tak berniat lama-lama tinggal di Indonesia, namun Bruno dan Sophie bukan pasangan ekspatriat biasa. Sophie piawai merancang tas, sementara Bruno, dengan skill marketingnya yang tinggi, jeli mencium peluang bisnis untuk memasarkan keterampilan istrinya.

Dengan mempekerjakan seorang tukang jahit di loteng rumah, mereka merintis cikal bakal Sophie Martin. Karena pernah menjadi handbag designer untuk Christian Dior selama 2 tahun, maka produk yang pertama di buat adalah tas. Ternyata tas-tas yang dipromosikan dari mulut ke mulut tersebut, mendapat respon positif. Pintu untuk melebarkan sayap pun terbentang lebar.

Trik Sophie Martin dengan menambahkan kata “paris” di belakang brand Sophie Martin tersebut ternyata cukup berhasil, dan mengecoh banyak konsumen.

Sour Sally

Sour Sally adalah sebuah outlet yogurt beku tanpa lemak revolusiner pertama di Indonesia, yang didirikan di Indonesia pada tahun 2008. Saat ini cabang Sour Sally tersebar di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, maupun di Kuala Lumpur, Malaysia dan Singapura.

Terry Palmer

Banyak yang mengira Terry Palmer merupakan brand dari luar, padahal handuk Terry Palmer tersebut diproduksi di Tangerang. Terry Palmer merupakan brand handuk yang dimiliki oleh PT.Indah Jaya. Handuk yang diklaim sebagai handuk paling higienis ini telah diekspor sampai ke Jepang, Australia, Amerika hingga negara-negara Eropa.

The Executive

Sebelumnya bernama “Executive 99” yang lahir tahun 1974. Lalu pada tahun 1985 berganti pemilik, dan tahun 2000 berganti nama menjadi The Executive. Saat ini, brand The Executive bisa dijumpai di Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. 

Tomkins

Mulai dari sepatu sekolah, sepatu olahraga, sepatu futsal, sampai sepatu bikers pun disediakan sama produk Tomkins. Kita tidak usah bingung dari namanya yang terkesan Luar Negeri. Padahal Tomkins sebenarnya sungguh merupakan produk Indonesia.

Demikian artikel mengenai Produk Asli Indonesia, dibuat agar Anda dapat lebih mengetahui apa saja produk asli dalam negeri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *