Hunian Apertemen Mulai di Gemari di Medan

  • Whatsapp

Hunian Apertemen Mulai di Gemari di Medan – Kota Medan tak luput menjadi kota di luar Pulau Jawa yang mulai menggemari tren tinggal di apartemen atau kondominium. Salah satunya adalah proyek properti tiga menara low cost kondominium yang dilabeli Setiabudi Condominium Medan.

Proyek besutan Riyadh Group Indonesia, melalui bendera anak usahanya PT Lima Putra Realty ini berlokasi di area Setiabudi, tepatnya di Jalan Pertambangan, Medan. Proyek ini ditaksir menghabiskan investasi tidak kurang dari Rp 200 miliar.

Read More

“Provinsi Sumatera Utara merupakan sentra perekonomian di Pulau Sumatera. Terbukti, dengan hadirnya Kuala Namu International Airport (KNIA) di Sumatera Utara, sebagai bagian dari strategi penguatan konektivitas nasional dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Atas dasar itulah, kami memilih Kota Medan sebagai lokasi pengembangan proyek low cost kondominium,” kata CEO Riyadh Group Indonesia, Bally Saputra.

Hunian Apertemen Mulai di Gemari di Medan

Jika tidak ada kendala dalam proses perizinan, katanya, diharapkan medio Desember 2013 ini sudah melakukan pemasangan tiang pancang sehingga pada semester kedua 2015 bisa serah terima kunci.
Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi mengadu peruntungan karena provinsi ini memberi peluang besar untuk pengembangan bisnis hunian vertikal. Hal itu tercermin dari adanya pertumbuhan permintaan unit hunian vertikal di Sumatera Utara yang cukup signifikan. Ditengarai, pertumbuhan angka permintaan yang cukup besar ini karena adanya pergeseran gaya hidup warga Medan, menyusul makin terbatasnya lahan kosong untuk pembangunan rumah tapak.

Bila dilihat data kredit pemilikan apartemen (KPA) di Sumatera Utara pada Agustus 2013 yang dirilis Bank Indonesia Kantor Wilayah IX Sumatera Utara-Aceh, menunjukkan adanya lonjakan tajam hingga 128,27 persen atau sebesar Rp 4,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,9 miliar.
Asisten Direktur Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Kantor Wilayah IX Sumut dan Aceh, Suti Masniari Nasution mengatakan, pertumbuhan permintaan apartemen di Sumut terjadi akibat perubahan gaya hidup masyarakat. Warga Medan khususnya sudah mulai mengubah pola pikir untuk tinggal di apartemen.

Dia menjelaskan pola pikir tersebut berubah setelah jumlah tanah di Medan mulai menyempit dan tak lagi luas untuk membangun rumah tapak. Tren tinggal di apartemen mulai merambah dari kota-kota besar seperti Jakarta ke kota lainnya seperti Surabaya dan Medan.

“Apartemen menjanjikan fasilitas yang cukup baik. Mungkin untuk kalangan tertentu cukup nyaman dengan memiliki apartemen mungkin keamanannya, perawatan terjamin, itu yang membuat masyarakat ingin praktis dengan keinginan tinggal di tempat seperti itu,” jelasnya.

Pertumbuhan permintaan apartemen, sambungnya, terbukti dengan banyaknya apartemen yang bermunculan di Medan. Pengembang menilai pasar di Medan sangat menjanjikan sehingga mereka membangun hunian high residence di kota ini.

“Makanya pengembang juga membangun apartemen di Medan. Mereka melihat sejarah tren pertumbuhannya cukup tinggi sehingga mereka mau investasi di sektor apartemen,” tuturnya.

Maka demikianlah artikel Hunian Apertemen Mulai di Gemari di Medan, semoga dapat membantu Anda untuk lebih tahu lagi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *