Ayam Laksamana Mengamuk, Restoran Melayu di Medan

  • Whatsapp

Ayam Laksamana Mengamuk, Resto Melayu di Medan – Alamat Jl. Sakti Lubis No. 86 Medan. Telp 061-7864815 Depan Kantor Pegadaian Medan ini baru saja dibuka. Mengangkat masakan Khas Melayu, untuk menambah cita rasa Kuliner Kota Medan.  

Melayu
Kuliner Khas Melayu di Medan

Cerita punya cerita tentang sejarah Suku Melayu, sampailah pada satu
kisah cerita makanan dan minuman Laksamana Mengamuk.

Read More

Konon ceritanya, dahulu kala ada seorang Laksamana
ketika pulang kerumah dari berlayar dirinya tidak menemukan lagi istrinya
dirumah. Ternyata berita yang ia terima, bahwai istrinya dibawa lari oleh
seorang tuan tanah. Mendengar berita itu, sang Laksamana mengamuk dan menarik pedangnya untuk
melampiaskan emosinya ke pepohon kuini yang sedang berbuah. Dan pohon kuini itu buahnya terbelah tersayat-sayat.

Ayam Laksamana Mengamuk, Resto Melayu Di Medan
Es Laksamana Mengamuk

Setelah itu,
penduduk disekitar tanaman itu melihat buah kuini bertaburan. Merasa sayang,
mereka kutip untuk dijadikan santapan makanan dan minuman (melayu). Ada buah yang dicampur dengan cabai, adapula kuini yang kebetulan
masak, dicampur dengan santan kelapa, jadilah minuman Laksamana Mengamuk.



Ayam Laksamana Mengamuk

Mendapat cerita dari pengelola Ayam Laksamana Mengamuk, Resto Melayu Di Medan, Bpk Rabukit Damanik, beserta Bpk Dedi Masri saat berkunjung ke beberapa daerah di Sumatera Utara, Medan, dari sekian banyak kunjungan, di tempat-tempat santai untuk makanan tidak ditemukan tempat makan dengan Rumah Makan Khas Melayu Asli. Kalaupun ada rumah makannya yang pengusahanya orang melayu, tapi masakannya bukan melayu.

Kuliner Melayu di Medan

“Karena itulah, bagaimana saya untuk bisa membuka usaha kuliner dengan nuansa melayu asli, dan total,” ungkap Rabukit, melanjutkan ceritanya jumpa dengan teman berasal dari malaysia, namanya Cek Hasan, tepatnya ketika kami meninjau proyek Bandara Kualanamu, saya merasa terharu dengan cerita beliau yang menceritakan bagaimana kondisi kebudayaan Melayu dari segi kulinernya. Seketika itulah mendapat motivasi yang kuat dari sahabat saya, bernama Dedi Masri untuk mendirikan kuliner khusus makan dan minuman bernuansa melayu total.

Memang rezeki, lanjut Rabukit, lokasi strategis atas
izin allah SWT didapat untuk mendirikan kuliner bernuansa dua kali maksimal kualitas
makanan dan minuman melayu. Sekaligus, sebagai putra Indonesia, yang besar
di daerah melayu merasa berkewajiban, untuk membuktikan bahwa makanan dan
minuman khas melayu masih memiliki posisi papan atas terbukti dengan banyaknya
rumah makan dan restoran, tetap mencantumkan rumah makan makanan khas melayu/minang.

“Melalui kuliner ini, diharapkan dukungan
besar dari seluruh saudara-saudaraku dari tanah beradat dan bertuah yaitu
melayu. Untuk mendukung usaha ini khususnya titip salam saya kepada abangda
Ketua MABMI, Sofyan Hayat untuk dapatlah kiranya melangkahkan silaturahmi
bersama saudara suku melayu yang lain untuk datang di Ayam Laksamana Mengamuk. Yang mengangkat
nama melayu yang pertama dan pertama kali di kota medan.”

Selagi layar terkembang, seribu datangi pulau. Mari kita sayap melayu kembangkan, budaya melayu tetap nomor satu. Melayu (memang layak bersatu menjadi satu). Lestarikan Kuliner Melayu di Medan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *