Pemakaman di Kota Medan

  • Whatsapp

Pemakaman di Kota Medan berdasarkan sumber lama. Kita dapat merasakan adanya sifat rasial pada pemukiman penduduk di Kota Medan sebagaimana yang ditandai dengan pengelompokkan berdasarkan etnik. Sampai saat ini kita masih dapat melihat jejak adanya pemukiman etnik Eropa, Cina, India dan Arab di pusat kota. Di Pemukiman Eropa ada berbagai kantor pemerintahan, kantor perkebunan, dan rumah-rumah orang Eropa.

Orang pribumi, seperti Melayu, Mandailing dan Minangkabau tinggal di pinggiran kota. Pemisahan kelompok etnik ini memang sejalan dengan politik rasialis Belanda yang menggolongkan masyarakat Hindia Belanda dalam tiga golongan, yakni orang Eropa, orang Timur Asing (India, Cina, Arab) dan penduduk pribumi Indonesia.

Read More

Kondisi ini tampaknya juga berpengaruh kepada perlakuan bagi penduduk/orang yang meninggal. Beberapa sumber menyebutkan adanya pemakaman-pemakaman bagi anggota kelompok masyarakat tertentu di Medan dahulu, yang sampai kinipun hanya sebagian saja yang masih dapat dijumpai. Dibawah ini adalah makam-makam dimaksud:

Pemakaman Hindu dan Krematorium

Bagi bangsa India yang berasal dari kasta Brahmana dan Chetties (penganut agama Sikh) dikremasi di Sungai Babura. Kemududian untuk anggota masyarakat dari kasta yang lebih rendah, dibaah Waisya atau disebut Pathans dimakamkan di Jalan Ceylon (sekarang Jalan Zainul Arifin). Lokasi dimaksud ang berada diantara Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah serta Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia.

Areal pemakaman ini meliputi luas 6.000 m2 sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1899 sebagai tempat pemakaman bagi orang-orang Tamil. Adapun bagi orang-orang dari India Utara (Hindu) atau yang biasa disebut Bombayers dikremasi di tempat yang sama dengan pemelujk agama Sikh. Sedangkan untuk orang-orang Bengaless, berdasarkan statement kepala daerah lokal tanggal 13 Oktober 1900 ditempatkan di daerah Polonia dengan luas areal meliputi 1.600m2.

Orang Buddist 

Berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1899, pemakaman orang Jepang (Nipponjin Kiyokai) berlokasi di Jalan Binjai dengan luas areal 8.500 m2. Tempat ini digunakan juga bagi orang-orang non-Jepang yang berasal dari luar daerah Medan.

Orang Cina

Berdasarkan kontrak tanggal 25 Maret 1896 disebutkan bahwa pihak Deli Maatschappij memberikan kepada pihak Tjong Yong Hian (Kapten Cina – kelak pada tahun 1898 menjadi Mayor Cina di Medan) tanah seluas 92.300 m2 di wilayah Kampung Durian untuk digunakan sebagai tempat pemakaman orang-orang Cina.

Kemudian pemakaman bagi orang-orang dari Hokian dan The Tiochus (Tio Ciu) dari Kwantung (Kanton), Cina, di Jalan Binjai diresmikan oleh keputusan pejabat lokal pada tanggal 6 Juni 1923. Selanjutnya bagi orang-orang Cina yang bekerja di Deli Maatschappij pemakamannya di lokasi yang sama, menempati bagian sisi barat. Adapun untuk pemakaman keluarga Tjong Yong Hian mengambil tempat di selatan Jalan Taman dan untuk keluarga Oei Swee Bee di Jalan Padang Bulan.


Kuburan Orang Kristen

Pemerintah Kota Medan dahulu juga menetapkan bahwa areal pemakaman bagi orang-orang Eropa ada di Jalan Istana (sekarang Jalan Brigjen. Katamso). Kemudian pemakaman bagi tentara Eropa ada di Jalan Listrik (sekarang Jalan Penjara) dengan luas areal 12.000 m2, sedangkan bagi non-Eropa yang terdiri dari orang-orang Ambon, Menado, Batak dan Melayu dimakamkan di Kampung Keling (sekarang Kampung Madras).

Kuburan Orang Muslim

Orang Medan dimakamkan di kompleks pemakaman Kayu Besar, di Jalan Orange Nassau (sekarang Jalan MH Thamrin), adapun pemakaman Kota Maksum dikhususkan bagi warga Kota Maksum Muslim di kampung Sukaraja (Kecamatan Medan Maimoon) dan Sukaramai (Kecamatan Medan Area). Kompleks pemakaman muslim di Sei Kerah-Percut dibangun 1918, kompleks pemakaman di Petisah Hilir didirikan tahun 1900, dan pemakaman Haji Akub di Sei Kerah-Pandau (di wilayah Kecamatan Medan Perjuangan) didirikan pada tahun 1893.


Di wilayah Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimoon, disebelah selatan persimpangan Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Ir H Juanda, memanjang utara-selatan mengikuti Jalan Brigjen Katamso terdapat kompleks pemakaman. Masyarakat mengenalnya sebagai pemakaman Minangkabau, Pemakaman Arab, Mandailing, dan Pemakaman Eropa.

Pemakaman Minangkabau menempati areal seluas sekitar 5 (lima) hektar. Ini adalah kompleks pemakaman yang merupakan wakaf masyarakat yang berasal dari Minangkabau. Selanjutnya, lebih ke utara, adalah Makam Arab. Kompleks pemakaman ini terbagi dua, yakni bagian utara dan selatan karena adanya jalan kecil yang memajang timur-barat ke perkampungan di sebelah barat. Dibagian selatan pemakaman itu terdapat Mesjid As-Solihin. Disebelah utara Makam Arab terdapat kompleks pemakaman lain, yakni Makam Mandailing.

Di bagian Pemakaman Mandailing masih dijumpai beberapa makam yang cukup tua, diantaranya makam Sadikin yang wafatnya pada tahun 1897. Makam dengan nisan batu ini berada di bagian barat laut kompleks pemakaman. 

Kompleks pemakaman muslim di kampung Jati Hilir (Kecamatan dibangun pada tahun 1896, di Sei Kerah-Percut Jl. Prof. H.M. Yamin, SH (di wilayah Kecamatan Medan Tembung). Adapun untuk orang-orang muslim Melayu, makamnya di Petisah Hilir di sisi Sungai Deli dekat mesjid (di dekat persimpangan Jalan Guru Patimpus dan Jalan Adam Malik di wilayah Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat), yang lahannya diberikan oleh Datuk Hamparan Perak untuk keluarganya. Sedangkan lahan di bagian utaranya diberikan kepada keluarga Ismail bin Hasan dari Datuk Djusman bin Datuk Gajah.

Pemakaman Perusahaan

Deli Matschappij memberikan daerah pemakaman bagi para karyawannya di dekat atau di daerah sekitar pemakaman bagi orang Cina pegawai Deli Matschapijj. Pemakaman prajurit/tentara di Jalan Binjai didirikan pada tahun 1897, sedangkan untuk para tahanan di Jalan Sekip (masuk wilayah Kelurahan Sekip dan wilayah Kelurahan Sei Putih Timur I di Kecamatan Medan Petisah) didirikan pada tahun 1912.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan. Informasi diatas disadur dari buku terbitan Balai Arkeologi Medan yang berjudul; Medan, Kota Di Pesisir Timur Sumatera Utara Dan Peninggalan Tuanya.

Adapun Pemakaman di Kota Medan yang berdasarkan sumber baru yakni; Gajah Mada – Kuburan Jl. Hiu – Jl. Jamin Ginting Kuburan Kristen Km. 8 Jl. Jemadi – Public cemetery Jl. Krakatau – Kuburan Jl. Kawat VII – Pemakaman Muslim Jln. Kawat 7 Tj. Mulia Jl. Mangan III – Taman Pemakaman Umum MABAR Jl. Mesjid Raya – Pemakaman Keluarga Sultan Deli Jl. Pasar Senen – Tempat Pemakaman Umum Kp. Baru Jl. Platina I – PERKUBURAN UMUM MARGA OEI Medan Titi papan Jl. Pintu Air IV – Tanah Pekuburan Muslim Gg. Sekolah Kuala Bekala Jl. Sei Deli – Sei Deli Cemetery Jl. Pintu Air IV – Pekuburan Muslim Melayu Keturunan Datuk Monoh Beserta Kerabat dan Leluhurnya Jl. Sei Deli – Kuburan Sei Deli Jl. Pribadian – KUBURAN TANJUNG MULIA Jln. Gajah Mada – Kuburan Jln Gajah Mada pekuburan Islam MES ABRAR HIPO SAGITA(PT.GIM) kompleks IAIN Chinese cemetery – Sei Mati Kuburan Halat pekuburan Kristen Pemakam Kemiri TPU JALAN BERSAMA Kuburan Jl. Pancing II Chinese Cemetery – Hakka Grave – Tjong Yong Hian’s Family Grave Kuburan Kristen dan muslim kuburan simpang jln Gagak Hitam kuburan cina pajak pekan labuhan Gg.TJ sari – Pemakaman Pemakaman sei silau Jl. Asrama – TPU / Public cemetery Kuburan Kristen Jl. Brigjen Katamso – Pemakaman Makam Umum Gang Wakaf Jl. Guru Patimpus – Graveyard Pemakaman Jl. Halat – Kuburan Islam.

Mungkin ada banyak tempat lokasi pemakaman/kuburan di Medan yang baru, bisa ditambahkan melalui komentar dibawah. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *