Bedah Plastik Sebagai Lifestyle

  • Whatsapp

Bedah Plastik sebagai Lifestyle oleh Dr Utama Abdi Tarigan SpBP RE. Makin maju suatu negara, makin tinggi gaya hidup masyarakatnya. Hal itu bukan hanya terjadi saja pada tingkat pemenuhan materil, namun juga eksistensi diri. Hal ini terutama pada kaum hawa, dengan terus mengimbangi pemenuhan jasmaninya agar tampak terus lebih cantik. Salah satu upayanya dengan operasi bedah plastik.

Read More

Dr Utama Abdi Tarigan SpBP RE

Dan kini, fenomena operasi bedah plastk juga sedang merambah ke negara-negara Asia terutama indonesia. Menurut catatan Majalah Economist, berdasarkan hasil surveinya pada tahun 2009, satu dari lima wanita di Seoul, Korea Selatan, telah mengalami beberapa jenis operasi plastik. 

Tercatat lebih dari 360.000 prosedur operasi plastik dilakukan di tahun 2010. Sedot lemak, operasi hidung dan blepharoplasty (operasi kelopak mata) menjadi jenis operasi plastik yang paling banyak diminati. Bahkan sekitar 44.000 operasi kelopak mata dilakukan di tahun 2010 saja. Oleh karenanya International Society of Aesthetic Plastic Surgery mengkategorikan Korea Selatan sebagai negara urutan teratas dengan industri operasi bedah plastik terbesar, disusul Italia dengan total 815.745 prosedur operasi pada tahun 2010 dan selanjutnya Brazil, Kolombia, serta Amerika Serikat.

Akhir-akhir ini, di Indonesia juga ramai diberitakan bahwa para artis kita juga banyak yang melakukan operasi bedah plastik. Karenanya, praktek itu tampaknya akan menjadi tren di masyarakat kita. Artinya, ke depan akan banyak masyarakat kita yang berperekonomian menenagah ke atas akan melakukan operasi bedah plastik.



Bedah Plastik di Medan

Nah di medan sendiri juga lumayan bayak prosedur operasi plastic untuk kecantikan atau yg disebut estetika dan juga rekonstruksi dilakukan, kualitas dari hasil juga sama bagusnya dengan operasi plastic di Singapore dan Korea. Itu yang membuat masyarakat kota medan lumayan bayank memilih untuk operasi plastic di Medan. Dengan beberapa kelibihan diantaranya Jarak yang dekat jadi lebih gampang untuk control, ruang tindakan yang nyaman dan paling penting steril.

Di medan kita punya dokter spesialis ahli bedah plastic yang sangat bagus dan berpengalamn. Beliau adalah Dr. Utama Abdi Tarigan SpBP-RE. Selain beliau ahli bedah plastic beliau juga sebagai pengurus PMI Sumut dengan jabatan Wakil ketua bidang pengembangan dana sarana serta prasarana. 

Bedah Plastik di Medan

Dr Utama Abdi Tarigan SpBR RE menerangkan, bedah plastik itu dimana membuat orang yang tidak normal (cacat) menjadi normal dan menjadikan orang normal menjadi supernormal. “Ada dua jenis operasi bedah plastik yakni rekonstruksi dan estetik. Bedah plastik rekonstruksi dilakukan untuk orang cacat yang diakibatkan kecelakaan, luka bakar, bibir sumbing yang sifatnya psikis, sedangkan beda plastik estetik sifatnya untuk kecantikan dengan merubah bentuk wajah atau tubuh menjadi yang diinginkan,” katanya, kemarin di Rumah Sakit Vina Estetika Jalan Iskandar Muda Medan.

Operasi bedah plastik ini, lanjutnya, menggunakan bahan-bahan yang sudah mendapat rekomendasi yang sesuai prosedur kesehatan, tidak menggunakan jarum suntik tetapi dengan memasukkan implant yang dapat diterima atau diserap oleh tubuh. 

“Implant yang dimasukkan ke dalam tubuh harus tetap diukur, berapa cc yang dapat diterima oleh tubuh dan tidak boleh asal-asal saja. Implant ini sifatnya permanen, dan apabila suatu saat bisa dikeluarkan. Selain itu, operasi bedah plastik harus sesuai dengan standar dunia dan dilakukan oleh dokter yang berpengalaman,” tuturnya. 

Meskipun demikian, sebutnya lagi, operasi bedah plastik tetap memiliki efek samping seperti tidak simetris atau tidak sesuai, menyebabkan infeksi dan alergi. Resiko tersebut bisa ditanggulangi dan diperkecil apabila pasien memilih dokter yang benar.

“Operasi bedah plastik tidak akan mengakibatkan kanker, tetapi efek yang paling sering dialami pasien ialah infeksi. Infeksi bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Masyarakat harus tahu, jika inging merubah bentuk tubuh atau wajah, datanglah ke dokter yang spesialis dan kopeten,” ujar alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2009 tersebut.

Ia menganjurkan, bagi pasien yang sudah menjalankan operasi bedah plastik harus menjaga dan merawatnya untuk beberapa waktu. “Untuk rekonstruksi bekas luka di wajah misalnya, usahakan jangan terkena langsung sinar matahari minimal 6 bulan atau satu tahun agar bekas lukanya hilang. Sedangkan untuk estetik, seperti operasi hidung, hidung jangan sampai terbentur dalam jangka waktu 2 hingga 3 Minggu,” pungkasnya.

Ditambahkannya, dalam sebulan, RS Vina Estika, ia menangani pasien untuk estetik sebanyak 20 sampai 30 pasien. Sekitar 60 hingga 70 persen didominasi oleh perempuan dengan umur 17 hingga 50 tahun. Sedangkan untuk rekonstruksi yang sifatnya sosial, ia menangani sekitar 70 pasien dalam sebulan. “Untuk estetik, dianjurkan minimal usia 17 tahun, karena pada masa tersebut masa pertumbuhan sudah selesai,” tandasnya. (Release by Muhammad david)

Mau bertanya langsung dengan Dr Utama Abdi Tarigan Sp BP-RE Metion aja di @dokterutama

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *